"Pernikahan dini, bukan cintanya yang terlarang... Hanya waktu saja belum tepat..."

Ada yang baca lirik di atas sambil nyanyi? Barangkali kita hidup di era yang sama, yakni tahun 90'an. Sinetron yang sempat booming pada masanya, yakni mengangkat cerita pernikahan di usia dini.

Bagi kalian yang berada di rentang usia 22-25 tahun, mungkin tak asing dengan datangnya undangan pernikahan dari teman-teman zaman sekolah dulu. Apalagi mendekati hari-hari yang dianggap hari bagus untuk menikah, waktu lebaran haji misalnya, sudah bisa dipastikan kabar pernikahan teman hilir mudik di telinga kalian.

Risau, iri bahkan khawatir pasti kamu rasakan ketika momen-momen ini dialami. Lalu, bagaimana cara mudah menghadapi semua ini agar kekhawatiranmu nggak jadi berlebihan?

 

1. Sadari bahwa menikah itu bukan tren. Nggak perlu buru-buru apalagi memaksakan

Tidak usah buru-buru!

Tidak usah buru-buru! via http://instagram.com

Wajar sih, jika kalian merasa risau dengan undangan pernikahan teman yang silih berganti menghampiri. Seakan-akan hal yang aneh jika tidak segera mengikuti jejak mereka, ditambah lagi pertanyaan 'khas' "kapan nikah?" ketika berkumpul bareng keluarga besar, semakin membuat pikiran gundah gulana.

Tapi perlu diingat, menikah itu tidak seperti tren #mannequinchallenge atau apa pun itu yang mudah saja untuk diikuti demi menyandang predikat kekinian. Karena menikah itu harapannya hanya sekali seumur hidup, pastikan bahwa kalian memilih teman hidup yang tepat. Jadi tidak usah buru-buru, Tuhan telah menyiapkan jodoh serta segala hal yang baik-baik untukmu. Take it slow!

2. Fokus saja dulu pada karir atau pendidikanmu, toh mumpung masih ada waktu

Ada yang bilang, jika ingin mengubah dunia, lakukan sebelum menikah. Kenapa? Karena saat kalian sudah memutuskan untuk menikah, otomatis kalian sudah siap untuk berbagi waktu. Setelah menikah bukan lagi urusan "aku", tapi "kita". Urusan keluarga sudah pasti akan menjadi prioritas utama. Bukan berarti setelah menikah kalian tidak bisa melanjutkan pendidikan atau meniti karir, tapi saat kalian masih single, lebih banyak kesempatan dalam berbagai hal yang berkaitan dengan pengembangan diri.

Misalnya saja beasiswa atau pekerjaan tertentu yang salah satu syaratnya adalah belum menikah. Nah itu lah mengapa, maksimalkan waktu-waktu single-mu untuk mengembangkan diri itu perlu.

3. Menikah di usia muda sah-sah saja. Tapi ingat, ini hanya berlaku bagi mereka yang memiliki kesiapan ekstra

Memang sih, menikah muda itu disarankan. Tapi ini hanya berlaku bagi mereka yang benar-benar sudah siap, baik lahir maupun batin. Bagi kalian para cowok, setelah menikah kalian wajib bertanggung jawab penuh atas kehidupan istri. Kalau merasa belum mampu menafkahi, lebih baik pikir-pikir dulu deh sebelum meminang anak orang.

Karena takaran 'siap' pada masing-masing orang memang berbeda-beda, bukan berarti saat teman-teman sebayamu sudah siap, berlaku hal yang sama juga untuk dirimu. Siapkan diri dulu sebaik-baiknya, agar pernikahanmu kelak akan dipenuhi kebahagiaan karena kesiapan yang matang.

4. Karena kamu masih punya waktu, mengumpulkan pundi-pundi rupiah akan lebih baik buat masa depanmu

Bikin gendut tabungan dulu, sebelum bikin gendut anak orang! :)

Bikin gendut tabungan dulu, sebelum bikin gendut anak orang! :) via https://storage.googleapis.com

Acara pernikahan memang tidak perlu mewah, yang penting sah. Tapi yang harus kalian pikirkan adalah kehidupan setelah menikah. Mau tinggal di rumah kontrakan? Butuh biaya. Mau makan? Butuh biaya. Dan segelintir kebutuhan sehari-hari yang sudah pasti butuh biaya untuk memenuhinya. Barangkali kalian yang saat ini belum menikah, justru sedang diberi kesempatan untuk menabung dan mempersiapkan diri sebaik-baiknya. Tentu kalian tidak ingin merepotkan orang tua lagi 'kan setelah menikah?

5. Lebih baik sibuk memantaskan diri, daripada sibuk mengeluhkan kesendirianmu saat ini

Sibuk memantaskan diri

Sibuk memantaskan diri via http://instagram.com

"Sibukkan harimu, dan jangan pikirkanku..."

Untuk Perempuan, Sheila On 7 - 

Seperti orang bilang jodohmu adalah cerminan dirimu, percayalah, saat kamu sibuk memantaskan diri untuk menyambutnya, jodohmu pun sedang melakukan hal yang sama. Sibukkan dirimu dengan mengikuti berbagai macam komunitas atau organisasi, karena sudah pasti akan banyak pengalaman yang berguna untuk hidup kalian nanti.