Pernikahan. Duh, siapa sih, yang nggak berbunga-bunga dengan prosesi ini. Tapi sayangnya, kadang menjelang pernikahan membuat seseorang lebih sensitif dan baper. Terutama pengantin wanita. Kenapa sih, jadi lebih baper? Alasannya bisa macam-macam, tapi yang terpenting hindari saja 5 hal ini, agar persiapan pernikahanmu lancar dan nggak sering baper selama mempersiapkannya.

1. Banyak Keinginan

Namanya banyak keinginan, itu sering membingungkan. Membingungkan orang lain, orang tua, dan pasangan. Jadi, jika kamu benar-benar ingin persiapan pernikahanmu berjalan lancar, tahan keinginan-keinginanmu yang nggak penting.

Contohnya, kamu ingin menikah di Borobudur, at least di area yang dapat melihat Candi Borobudur dengan jelas, seperti wedding-nya Vicky Shu atau Prewed-nya Kahiyang. Ini sih, masih bisa ditolerir. Tapi, setelah itu, kamu berubah, ingin pernikahanmu berlangsung saat subuh, saat matahari terbit di Puncak Borobudur, seperti foto Bos Mark, CEO Facebook yang eksis itu. Nah, ini sih sudah kebangetan maunya.

Kalaupun ingin menikah, pilih konsep yang masuk akal. Jika memang bersikeras ingin menikah di momentum seperti di atas, otomatis persiapan wedding-mu tidak bisa mendadak. Kamu harus merencanakan keinginanmu dengan detail. Perencanaan detail itu berbeda ya dengan banyak keinginan. Dan yang terpenting adalah rencanakan dengan matang. Terakhir, jika yang terjadi tidak sesuai keinginan, terima kenyataan itu dengan lapang dada.

2. Terlalu Perfeksionis

Advertisement

Ini salah satu biang dari up and down-nya perasaan kamu menjelang pernikahan. Boleh kok perfeksionis, tapi tetap nomor satukan kemampuanmu, orang tua, dan panitia penyelenggara/EO pernikahanmu.

Contohnya, ketika kamu sudah ngotot ingin nikah di saat sunset dan di puncak Borobudur. Ingat juga dong hal-hal lain yang bisa mengganggu kesakralan pernikahanmu. Di puncak Borobudur seperti itu, akses menuju tempat acara pasti perlu perjuangan. Merepotkan semua tamu juga keluarga. Tentunya bisa membuat kesan yang tidak baik bagi para undangan.

3. Komunikasi Terhambat

offbeatbride.com via https://i2.wp.com

Kadang komunikasi dengan pasangan di hari-hari menjelang pernikahan sedikit terhambat. Entah karena calon pengantin pria yang sibuk kejar paycheck atau memang menyerahkan semua konsep pernikahan kepada pengantin putri.

Sebenarnya menyerahkan segala tetek bengek pernikahan ke salah satu pihak pengantin kurang bagus lho! Alasannya simple saja, pernikahan itu bukan hanya urusanmu dan pacar tapi juga urusan keluarga calon pengantin pria. Jadi sudah seharusnya, pengantin pria ikut mempersiapkan dan tahu apa saja kebutuhan menjelang Hari H.

4. Konflik Dengan Orang Tua

‚ÄčNah, ini nih yang paling sering. Beda kemauan antara kamu dan orang tua. Orang tua ingin acara besar dan mewah, sedangkan kamu sebaliknya, ingin yang biasa-biasa saja. Orang tua ingin mengundang seluruh kawan-kawannya, tapi kamu hanya ingin keluarga dan teman dekat saja. Konflik antara orang tua ini bisa diminimalisasi jika kamu dan pasangan lebih terbuka kepada orang tua.

Contohnya jika memang alasan pernikahan sederhana adalah karena budget yang minim, ya coba katakan saja kepada mereka. Atau alasannya karena kamu ingin segera menikah dengan persiapan acara tidak berbelit-belit, katakan juga. Intinya, jangan menyimpan api dalam sekam. Jangan menyimpan bibit konflik tanpa mencari jalan keluar.

5. Panik

Ini yang paling sering dialami calon pengantin putri. Saking bahagianya, sampai-sampai panik dengan segala persiapan. Buntutnya banyak persiapan yang terlewat dan tidak terlaksana.

Solusinya satu, jika panik, tarik napas, pikirkan baik-baik, dan catat ulang semua persiapan pernikahanmu. Baik itu persiapan pribadi untuk diri sendiri, persiapan keluargamu dan keluarga pasanganmu, juga persiapan untuk panitia dan tamu. Jika semua persiapan sudah kamu catat dengan seksama, saatnya berdoa, agar persiapanmu berjalan lancar.

Pernikahan seharusnya menjadi awal mula kebahagian bagi dua orang, jadi jangan sampai hal-hal kecil merusak proses persiapan dan pernikahanmu. Sebelum melakukan persiapan pernikahan, proses musyawarah antara keluarga sendiri dan dua keluarga adalah jalan keluar paling bijak untuk menghindari timbulnya masalah pada waktu persiapan pernikahanmu.