Emosi negatif memang kadang membuat manusia lalai mengontrol perilakunya. Tanpa sadar ketika kita sudah terpancing oleh sesuatu yang tidak baik, maka emosi negatif tersebut keluar dengan brutal. Tentu saja, emosi yang meluap-luap itu hanya mendatangkan efek negatif. Berikut adalah cara sederhana untuk meredam emosi yang datang meluap-luap.

1. Tarik Napas, Hitung, Hembuskan.

Photo by Oleksandr Pidvalnyi from Pexels

Photo by Oleksandr Pidvalnyi from Pexels via https://www.pexels.com

Emosi menyebabkan tubuh kita menengang. Jantung berdetak lebih cepat, oksigen tidak diedarkan dengan benar sampai penggumpalan darah pada otak yang bisa menyebabkan stroke.

Advertisement

Maka dari itu, saat marah dianjurkan untuk menenangkan diri dengan langkah paling sederhana yaitu menarik napas melalui hidung, lalu menghitung sampai sepuluh dan menghembuskannya melalui mulut.

Metode dengan tiga langkah sederhana ini terbukti membawa irama detak jantung stabil dan tubuh menjadi rileks.

2. Berpikir Negatif.

manfaat berkhayal untuk kesehatan

manfaat berkhayal untuk kesehatan via https://www.google.com

Tidak melulu berpikir positif, ada kalanya manusia perlu berpikir negatif dalam beberapa hal. Contoh nyatanya yaitu untuk tujuan meredam emosi. Jika kamu sedang dalam kondisi emosi yang meluap-luap, cobalah untuk menahannya sejenak dengan memikirkan konsekuensi yang akan kamu dan orang sekitarmu dapat ketika emosi itu benar-benar terealisasi.

Advertisement

Hal yang berlebihan tentulah tidak baik. Kemungkinan-kemungkinan yang akan kamu dapatkan hanyalah keburukan yang menjauhkanmu dari dunia sosial.

3. Rasional dan Memaafkan.

tips agar lebih  mudah memaafkan kesalahan orang lain

tips agar lebih mudah memaafkan kesalahan orang lain via https://www.google.com

Pikiranmu yang sudah kalut, menuntun otakmu berpikir irasional. Ketika hal itu terjadi, maka dirimu akan berusaha mencari objek atas kesalahan yang menjadi akar emosimu. Jika tidak menyalahkan diri sendiri, orang lain di sekitar akan menjadi tanggungan kosong dari imajinasi irasionalmu itu.

Energi negatif dari setan yang berbisik untuk mendidihkan otakmu lantas membuat pikiran menjadi buta. Ketika hal itu terjadi, cobalah untuk diam sejenak, membiarkan detik membawamu pada pikiran yang lebih cerah dan maafkan dirimu atau masalah yang menghampirimu.

4. Diam, Dengarkan!

seperti diam padahal berpikir

seperti diam padahal berpikir via https://katunda.wordpress.com

Alihkan perhatian utamamu pada ketenangan. Diam adalah langkah yang cocok untuk membiarkan otakmu berperan aktif menentukan hal yang baik atau buruk. Dengarkan sekitar, cari sesuatu yang dapat membuatmu memikirkan yang lain.

Semisal, mendengarkan semilir angin menyapu daun-daun kering atau mendengarkan orang lain sebagai teman komunikasi agar dirimu tidak berkutat pada masalahmu sendiri.

5. Mendekat pada Tuhan

gambar anak berdoa

gambar anak berdoa via https://seputarduniaanak.net

Cara terakhir ini berhubungan dengan energi spiritual yang dapat secara permanen membuatmu menjadi manusia yang tahu diri meluapkan emosi. Ingat pada kesabaran, kasih sayang dan kuasa Tuhan agar dapat senantiasa berkaca pada diri sendiri.

Ingat juga bahwa manusia yang sedang ditimpa masalah tidak hanya dirimu seorang. Bahkan banyak manusia lain yang sedang mengalami masalah lebih berat dan tidak mengeluh.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya