Kalau reinkarnasi memang ada, belum tentu 1 dari beberapa kehidupan yang akan saya jalani memberikan tiket gratis jalan-jalan ke UK. Bahkan, belum tentu 1 dari beberapa kehidupan yang saya jalani, saya akan ber-selfie di London Bridge. London mulai menjadi hype sebagai destinasi jalan-jalan warga Indonesia, ditandai dengan banyaknya barang-barang bertemakan London.

Mulai dari tas bergambar bus tingkat dua merah itu, baju-baju bertuliskan London, ataupun botol minum yang bergambar kotak telpon merah khas London, bikin makin sering mimpi ingin ke London. Yuk, lihat 7 daftar yang tak ingin dilewatkan oleh si pemimpi ingin ke London ini!

1. Masuk ke dalam Big Ben

Big Ben

Big Ben via http://www.bbc.com

Belum ke London kalau nggak berfoto dengan Big Ben, mungkin itu alasannya ia dijadikan landmark kota ini, makanya selfie dengan Big Ben wajib dilakukan. Namun, ada yang lebih saya inginkan dibanding itu. Masuk kedalam Big Ben. Tidak ada yang lebih baik menurut saya daripada melihat dari jarak dekat.

Advertisement

Bagaimana mesin-mesin yang sudah puluhan tahun bekerja. Sebesar apa sebenarnya bell yang suara sampai sudut kota London itu, dan koin-koin yang ditumpuk untuk menyeimbangkan si Big Ben ini. Saya juga tak ingin melewatkan saat The Keeper of the Great Clock memanjat jarum-jarum jam super besar ini. Bahkan ada yang menceritakan bahwa ada tawanan di dalam jam ini. Charles Bradlaugh seorang Atheis yang baru terpilih menjadi anggota parlemen yang menolak bersumpah atas nama Bibble pada tahun 1880 dijebloskan kepenjara dan dikurung didalam Big Ben.

Ada 334 anak tangga yang harus dinaiki, dan saya tidak keberatan.

2. Naik ke The Eye

Bianglala raksasa yang ternyata menjadi bianglala nomor empat tertingggi di dunia ini tak boleh dilewatkan. Pada hari cerah jarak pandang sampai 40 km, yang artinya sampai sudut-sudut kota London pokoknya kamus sudah pernah lihat deh, walaupun belum pernah menginjakkan kaki langsung. Jadi tahu kan alasan kenapa namanya dibuat The Eye? Satu kali putaran durasinya 30 menit, yang artinya hanya satu: Puas!

Advertisement

Kalau dihitung ada 33 kapsul atau tempat duduk di bianglala ini, namun, ternyata hanya ada 32. Kok bisa begitu ya? Rupanya si pembuat melompatkan nomor 13, jadi dari kapsul bernomor 12 langsung deh ke 14. Kalau begini sih hanya ada dua kemungkinan, yaitu antara si pembuat yang phobia dengan nomor misteri 13 atau menjaga kenyamanan pengunjung yang mungkin punya phobia ini.

Kalau sudah sampai di The Eye ini sayang rasanya kalau tidak lihat-lihat sekeliling. Bianglala ini terletak di kawasan South Bank yang sekitarannya penuh dengan turis ataupun lokal, bahkan kabarnya kawasan ini bisa sampai dipenuhi ribuan manusia saat weekend, lho. Di sini, jika menyusuri sungai Thames yang romantis kita akan sampai di Tower Bridge. Lalu ada juga Queen Elizabeth Hall, yang menampilkan pertunjukan musik jazz, dan tarian klasik. Nah di bawah Hall ini ada namanya Undercroft, yaitu tempat main skateboard-nya anak-anak muda London, dinding-dinding juga dipenuhi cat dan tulisan-tulisan yang swag abis nih!

3. Ke Istana Sang Ratu

Menjadi seorang Putri pasti pernah menjadi impian setiap gadis, termasuk saya. Tentu saja perjalanan ke Inggris tidak lengkap jika tidak singgah ke rumah sang Ratu. Yah, walaupun mustahil bertemu paling tidak pernah menginjakkan kaki di rumah Ratu. Yang paling menarik sebenarnya adalah melihat pergantian Boby atau pengawal istana ini, bukan hanya menarik tapi tentunya instagaramable.

Buckingham Palace ternyata diberi nama oleh Ratu Victoria saat setelah dirinya dinobatkan menjadi penguasa negeri ini. Dan ternyata Istana ini dibeli dari Amerika Serikat tahun 1761 dengan harga 32.784 dollar AS oleh George III. Dari sejak didirikan sampai sekarang malangnya istana ini telah diserang bom sebanyak 9 kali. Keluarga Kerajaan juga tak luput dari teror.

Di samping itu, layaknya istana yang ada benak kita, Buckingham Palace sangat indah, tapi kebanggan istana ini adalah Grand Ballroom-nya, dan acara pertama yang pernah dirayakan di tempat yaitu perayaan menandai akhir perang Krimea pada tahun 1856. Kebayang bagaimana mereka berdansa dengan gaun kembang bukan main khas jaman victoria.

4. Tanda Tangan De Gea


Once I loved a boy who love MU so much, and i said " One day we will be in Old Trafford and i will search for De Gea and ask for his signature on… A ball." And he said "No. What Ball? Too expensive. Use my handkerchief"


Wah, De Gea wajib terus ada di Manchester United sampai saya ke Old Trafford. Stadion ini mempunyai kapasitas 75.635 kursi, dengan 4 tribun yang dinamai dengan 4 pelatih paling sukses klub bola ini. Saya ingin duduk di tribun Sir Alex Ferguson yang berhasil membawa MU menjuarai 13 gelar juara liga.

Jika sudah memiliki tiket masuk, maka kita akan diiajak berkeliling dari tribun ke tribun, diajak ke Ruang Press Conference, ke ruang ganti pemain, kemudian kita diatur dalam barisan seolah-olah kitalah pemain MU yang bersiap untuk keluar ke lapangan., dan berakhir di merchandise shop dan kita akan mendapat sertifikat.

5. Jalan-Jalan Ala Potterhead

Sebagai Potterhead (penggermar Harry Potter) yang nge-bolang ke tanah air Harry Potter dan kawan-kawannya, berkunjung kesemua tempat syuting film ini adalah wajib. Pertama Saya akan ke Stasiun King Cross Peron 9 3/4 yang tentu saja muggle tidak akan bisa melewatinya, namun sekarang pihak stasiun telah membuat replika troli yang seolah-olah setengahnya masuk ke dinding, di sini kita bisa berfoto lengkap dengan syal dan tongkat.

Diagon Alley yang ternyata ada di Borough market. Ternyata untuk kesana kita akan melewati Charing Cross yaitu kawasan penjual buku yang khusus menjual buku-buku tentang sihir, dan hal-hal gaib. Karena hal ini banyak yang percaya inilah alasan J.K Rowling memutuskan untuk menggunakan tempat ini sebagai jalan masuk ke Diagon Alley

Dan terakhir adalah Warner Bros Studio Tour, menyaksikan secara langsung proses pembuatan film-film Harry Potter di studio aslinya di London. Di sini, kita juga bisa melihat berbagai properti dan set asli yang dipergunakan selama syuting film Harry Potter.

6. Taj Mahal di Inggris?

Brighton Pavilion sangat mirip dengan Taj Mahal yang ada di India. Tapi Bangunan yang satu ini bukan sebagai tanda cinta, lho. Brighton Pavilion digunakan sebagai rumah peristirahatan saat musim panas Raja George IV yang diberi sentuhan arsitektur India dengan alasan ia sangat menghargai negara bekas jajahannya ini, yang menyumbangkan kekayaan besar melalui East India Company.

Sekarang bangunan ini berganti nama menjadi Brighton Dome Concert Hall, yang berisi studio teater, museum lab, gereja, Youth Center, dan juga menampilkan musik dan tari-tarian. Merasakan vibe India di Inggris? Mana boleh dilewatkan!

7. Bunga Sakura di London?

thewallpaper.co

thewallpaper.co via http://thewallpaper.co

Kamu gak percaya ada Sakura di London? Itu makanya Kew Gardens tidak boleh dilewatkan. Pohon bunga sakura pertama di London ditanam di antara Palm House dan Kuil Raja Williams di awal tahun 1900an. Sakura- sakura ini akan mekar antara bulan Maret- April, tapi yang menarik mereka juga punya aplikasinya di IoS untuk informasi kapan bunga bunga ini mekar sepenuhnya, puas-puasin deh foto bareng si pink dari Jepang ini.

Didalam Kew Garden ini kita juga bisa ke rumah kaca dan Chokushi Mon. Chokushi Mon sendiri adalah kebun yang berisi tanaman-tanaman yang dibawa langsung dari Jepang setelah konferensi persahabatan Inggris dan Jepang. Gerbang masuknya sangat indah, mirip kuil-kuil di Jepang.

Kalau haus? Tenang kita bisa mampir di paviliun restoran dan mencoba nge-teh cantik ala-ala bangsawan Inggris.

Nah, itu dia daftar 7 hal yang gak akan saya lewatkan kalau sampai di Inggris.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya