Introspeksi itu penting lho! Dan kita butuh banget dengan hal itu. Untuk apa? Tentunya untuk kebaikan bersama entah itu untuk apa dan ke siapa. Kebaikan seperti apa yang membuat introspeksi menjadi sangat diperlukan? Oke, tak ada habisnya jika kita berbicara mengenai kebaikan karena berbuat baik itu tak ada batasan salah satunya introspeksi.

Introspeksi adalah salah satu bentuk penyadaran tindakan setelah apa yang kita perbuat entah baik atau buruk dan yang membuat introspeksi menjadi  langkah kebaikan yaitu kita dapat menyadari hal yang kita perbuat dan dengan sadarnya kita, kita akan lebih peka dengan tindakan-tindakan berikutnya intinya lebih ke pelajaran sih. Tak perlu dijelaskan ya tindakan apa lagi yang kita lakukan setelah introspeksi karena jika ada orang yang menyadari pentingnya introspeksi maka dia akan tau apa tindakan berikutnya. Introspeksi merupakan tolak ukur kedewasaan. Kenapa begitu? Iyalah, karena tanpa kedewasaan introspeksi tak akan terpikirkan. Pahamkan? Pastinya.

Maukah jika kita introspeksi secara global untuk Indonesia?

Teman-teman pasti tau masalah yang menerpa Indonesia tentang segala perbedaan yang notabene sebuah keanekaragaman unik yang dimiliki indonesia. Indonesia adalah negara yang mempunyai kekayaan luar biasa dari segi apapun, salah satunya keanekaragaman suku, ras, agama dan budaya. Dengan kekayaan tersebut pastinya kita bangga karena perbedaan yang begitu banyaknya kita dapat menyebut diri kita satu yaitu Indonesia. Sungguh ironis ketika perbedaan menjadi dasar perselisihan yang membuat kita terpecah belah. Marilah besama-sama kita tanggung masalah ini dan saling introspeksi secara global tak perlu saling menyalahkan dan membenarkan toh kalaupun nantinya kita hidup damai berdampingan kita pula yang bahagia! So, jangan pernah menganggap sebuah perbedaan menjadi pemecah belah.

Lantas, apa yang harus kita lakukan untuk hal itu? Banyak kok yang bisa kita lakukan untuk kebaikan, mulai dari yang pertama.

1. Mulailah introspeksi dari diri sendiri

Introspeksi diri sendiri via https://www.instagram.com

Sesuatu yang besar pasti berawal dari hal yang kecil! Benar kan? Nah, dari kalimat tersebut kita bisa berlogika bahwasanya jika kita memulai perdamaian berskala besar maka mulailah berdamai dengan dirimu sendiri. Berdamai dengan dirimu sendiri? Maksudnya? Manusia bukan mahkluk yang sempurna yang pasti tak luput dari dosa, manusia punya hati dan pikiran untuk berkolaborasi dalam berpikir sebelum bertindak, jika dari diri sendiri kita mampu menguasai dalam artian kita mengenal, memahami dan mengaplikasikan diri kita sesuai dengan lingkungan sekitar dan dipadukan dengan sikap toleransi yang tinggi maka dampak positif yang kita tanam melalui sikap yang baik secara pribadi dan toleransi akan menimbulkan timbal balik yang positif pula.

Ingat selalu berprasangka baik itu salah satu pemahaman diri sendiri lho! So, memulai kebaikan dari sendiri itu syarat utama untuk membangun kebaikan yang lebih besar. Jangan pernah meremehkan hal kecil itu kesalahan besar! Membangun dari diri sendiri untuk orang lain untuk perdamaian.

2. Jangan pernah lupa dengan identitas kita! Kita ini siapa?

identitas kita itu siapa? via https://www.instagram.com

Advertisement

Mengenai keanekaragaman, kita (Indonesia) terlampau kaya akan hal itu dari suku, ras, agama dan budaya. Suku, Suku adalah golongan sosial yang menjadi pembeda antar golongan sosial lainnya serta ciri-ciri yang paling mendasar dan umum yang berkaitan dengan asal usul, tempat asal, serta kebudayaannya. Nah penjabaran tentang suku kita dapat menilai ada berapa banyak suku yang ada di Indonesia? Kemudian ras, agama dan budaya.

Agama, agama di Indonesia hanya mengakui 5 kepercayaan walaupun pada dasarnya masih ada beberapa kepercayaan nenek moyang yang masih eksistensi melengkapi keanekaragaman di Indonesia. Animisme dan dinamisme 2 macam jenis kepercayaan yang masih menjadi tradisi leluhur dan dijaga sebagai kepercayaan dan budaya. Berjalannya waktu budaya semacam ini mulai terpinggirkan dimana teknologi yang berkembang yang membuat semua bentuk kebutuhan menjadi instan dan generasi penerus mulai terlena dengan kehidupan kebarat-baratan yang serba mudah dan liberal. Ketika budaya diakui negara lain banyak yang berontak tapi ketika itu stuck? Kalian kemana wahai generasi? Semudah itukah kalian melupakan siapa diri kalian sebenarnya. Mulailah akui identitas kalian secara jantan karena itu anugerah yang tiada tara.

3. STOP Rasis dan Sara

Stop rasis dan sara via https://www.instagram.com

Masih ingat dengan berita pembakaran masjid di Papua? Masih ingat dengan penghancuran gereja di Aceh? Penistaan agama? Intoleransi? Rasisme? Sara?

Masih teringat jelas beberapa kasus berbau rasis dan sara di Indonesia. Apakah mungkin sebuah perdamaian antar semua umat akan tercipta ketika kita masih menganggap sebuah perbedaan menjadi tembok penghalang, bukankah itu hanya memicu konflik? Lihat negara yang sedang konflik/perang karena rasis dan sara seperti Myanmar, Palestine, Syria dan banyak lagi. Negara yang terjadi konflik saja ingin berdamai agar bisa memulai kehidupan yang layak lantas kenapa kita masih bergelut dengan masalah yang sama? Kenapa kita masih berkata & bertindak yang memicu konflik? Kenapa kita masih menebar kebencian antar segala umat? Mari kita mulai dari diri sendiri menghormati hak antar segala umat dan saling toleransi. Jika itu suku, ras & agama maka jangan ada mayoritas dan minoritas, sebut saja Indonesia. Kita tutup tahun ini dengan perdamaian jika ada oknum pelaku rasis dan sara percayakan pada pihak yang berwajib karena kita hidup dengan UUD sebagai aturan negara. Salam damai untuk kita semua.

4. Bisakah kita percaya pada pemerintah sebagai pemikir, penegak dan pelayan rakyat?

Sistem Pemerintahan Indonesia via http://santrigaul.net

UUD itu apa? Yakin ada yang tidak tau apa itu UUD? Oke UUD adalah hukum dasar tertulis yang mengikat pemerintah, lembaga-lembaga negara, lembaga masyarakat, dan juga mengikat setiap warga negara Indonesia dimanapun mereka berada dan juga mengikat setiap penduduk yang berada di wilayah Negara Republik Indonesia. Nah dari arti UUD sudah jelas ya apa fungsinya.

Lantas siapa yang menjadi motor penggerak UUD itu sendiri tentunya pihak yang berwajib dari pemerintah, polisi, TNI, lembaga peradilan dan tentunya masyarakat. Masyarakat mempunyai peran penting dalam penegakan entah penegakan pengadilan ataupun perlindungan. Masyarakat mempunyai hak yang besar namun bukan berarti masyarakat bisa menjadi sebagai hakim menilai & menindak sebuah kesalahan entah itu antar masyarakat atau pun pemerintah maka dari itu kita sebagai masyarakat harus percaya dengan kinerja pemerintah dalam hal mengelola tata negara agar terjalin suatu perdamaian tanpa pemberontakan.

Boleh kita mengkritik asal jangan menebar kebencian dan junjung tinggi perdamaian.

5. Mari bersama mengakui bahwa kita adalah satu yaitu Indonesia

#untukmimpikita via https://www.instagram.com

Evaluasi penutupan tahun, perlu kita ketahui bahwa kembali mengingat masa lalu itu perlu karena dengan mengingat kita kembali di cambuk akan segala hal yang terjadi di masa lalu entah baik atau buruk dan tujuan utama mengingat adalah langkah untuk memperbaiki diri. Memulai dari diri sendiri untuk orang lain dan Indonesia, artikel ini bertujuan untuk kembali menyadarkan betapa pentingnya kedamaian antar sesama, saling percaya antar sesama dan kepercayaan kepada pemerintah.

2016 menjadi fase yang istimewa bagi seluruh bangsa Indonesia segala kejadian masih teringat jelas dari bencana hingga perang saudara yang berkecamuk mengatas namakan agama, suku dan ras. Mari kita mulai dari hal kecil kita mulai dari diri sendiri untuk semuanya agar nantinya tak ada sejarah kelam tentang sebuah perselisihan antar umat yang bermula dari perbedaan, anggaplah perbedaan yang ada menjadi sebuah keanekaragaman karena itu lebih dewasa.

Kita (Indonesia) ini amat kaya dengan segala perbedaan lantas apakah kita harus mengakui perbedaan tersebut? Pastinya, namun mengakui secara dewasa yaitu dengan menghargai antar perbedaan dan tetap menyebut diri kita ini satu yaitu Indonesia, satu yang terhimpun dari ribuat perbedaan dan satu yang bertujuan atas nama perbedaan serta toleransi