Artikel ini memang nggak penting. Tapi setelah kamu baca sampai akhir, jangan salahkan Hipwee Community kalau isinya ternyata berguna :)

Seperti masih lekat di ingatan, kehadiran perempuan lain di dalam pernikahan atau yang biasa disebut pelakor memang cukup menyita perhatian. Belum lagi di sosial media, tempat di mana penyebaran informasi bisa secepat kilat, bahkan dalam hitungan detik. Kamu pun pasti sadar deh, fenomena macam ini juga sudah menjadi bagian dari kehidupan di dunia nyata. Mirisnya, mungkin orang-orang terdekatmu pun pernah menjadi korban atau 'tersangka' dari fenomena pelakor ini. Hayooo, bener nggak nih?

Tanpa memonjokkan salah satu pihak, kali ini Hipwee Community akan membahas tentang sebuah akun Instagram yang kontra terkadap kehadiran pelakor. Di dalamnya pun gamblang diposting foto-foto perempuan yang katanya merebut suami orang, agar ia terkena sanksi sosial. Kuncinya ada di kamu, mau pro atau kontra dengan akun Instagram @blacklist_pelakor ini!

1. Memiliki lebih dari 3.000 followers, akun @blacklist_pelakor mulai mendapatkan apresiasi publik lewat unggahan-unggahan kontroversialnya

@blacklist_pelakor

@blacklist_pelakor via https://www.instagram.com

Bukan bermaksud mempromosikan akun Instagram ini, Hipwee Community hanya mencoba membuka mata kalian bahwa fenomena pelakor sudah semakin menggegerkan dunia. Meski mungkin nggak semua rumah tangga rusak karena kehadiran pelakor, nyatanya akun ini tetap mendapatkan 'laporan' mengenai keberadaan pelakor tiap harinya. Hal ini bisa dibuktikan lewat DM (direct message) si korban ke admin. Hmm, apakah kamu tertarik juga?

2. Kasus-kasus yang diangkat berasal dari kisah nyata. Menyedihkan, kalau kamu mengikuti tiap postingannya dengan seksama

Layaknya seorang detektif, akun @blacklist_pelakor menerima jasa laporan setiap kali ada kasus pelakor dalam sebuah rumah tangga. Si admin seperti menyadari bahwa sanksi sosial lebih kejam di banding dikurung dalam jeruji besi selama bertahun-tahun. Untuk itu, setiap kali ada laporan masuk, si admin nggak sungkan untuk memasang foto pelakor beserta identitas lengkapnya! Wuih, kebayang nggak sih gimana malunya si pelakor? Ya tapi mau gimana, ini memang sudah risikonya :)

3. Meski berkali-kali akunnya mendapat perlawanan langsung dari 'pelakor', nyali admin seperti nggak akan pernah kendor!

Advertisement

Entah apa motifnya, yang jelas kita bisa menilai sendiri siapa yang berhak menerima hukumannya. Sebagai pengguna setia Instagram, kamu pasti paham kalau memposting segala sesuatunya tentu membutuhkan pertimbangan matang daripada ujung-ujungnya menimbulkan masalah baru. Mungkin salah satu kesalahan dari perempuan terduga pelakor ini pun sama, DIA KURANG HATI-HATI! Hehehe…

4. And guess what, akun ini juga punya testimoni dari si pelapor! Salut deh ah…

Melihat postingan ini, ingatkah kamu dengan kalimat, "jangan lihat siapa yang membantumu, tapi ingatlah selalu kebaikannya di dalam hatimu…"? Yup, testimoni dari pelapor yang diposting oleh si admin ini cukup mewakili kalimat tadi bukan? Padahal, kamu tahu sendiri kalau pergaulan di dunia maya itu fana dan jarang ada yang bisa bertahan lama. Tapi dalam hal ini, kita patut salut deh sama si admin!

5. Ternyata akun @blacklist_pelakor nggak sendirian. Nih, daftar 'teman-temannya' yang nggak kalah eksis!

Banyak gengnya :)

Banyak gengnya 🙂 via https://www.instagram.com

Saking banyaknya kasus pelakor hingga saat ini, akun-akun sejenis @blacklist_pelakor ini makin marak bermunculan. Tujuannya pun sama, yakni menumpas pelakor. Netizen seolah diajak memilih, akun mana yang kira-kira pas untuk melaporkan kasus kehadiran pelakor, tanpa rasa ragu karena identitas dijamin oleh si admin.

Advertisement

Lalu, dapat apa sih si admin kalau dia membantu para pelapor ini?

Nggak bisa dipastikan sih. Yang jelas, akun-akun semacam ini sama seperti @lambeturah dan kawan-kawannya yang akan melewati seleksi alam; siapa yang rutin posting, dia akan semakin terkenal dan banyak mendapat sorotan, termasuk dari media. Masuk akal bukan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya