Tak dapat dipungkiri mendaki gunung belakangan ini terkadang dijadikan sebagai ajang unjuk diri. Pengaruh media sosial sepertinya menjadi faktor utama alasan olahraga ekstrim ini kian diminati kalangan anak muda. Bahkan ada beberapa gunung yang memang di peruntukkan khusus pemula yang ingin memulai berkecimpung di dunia pendakian.

Hampir semua pendaki pasti tahu tentang Gunung Gede. Gunung Gede masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango ini memang identik dengan gunung untuk para pendaki pemula. Alasannya tentu saja karena jalur yang bersahabat dan diharapkan tidak membuat “kaget” para pendaki-pendaki muda. 

Buat kamu yang tertarik untuk mendaki, jangan lupa untuk memasukkan Gunung Gede ke dalam daftar list gunung yang harus kamu daki tahun ini. Berikut fakta-fakta yang harus kamu ketahui sebelum memutuskan mendaki Gunung Gede:

 

1. Gunung Gede memiliki tiga jalur pendakian yang harus dilalui dengan penuh kehati-hatian

Jalur pendakian

Jalur pendakian via http://www.jalanpendaki.com

Berada di wilayah Kabupaten Bogor, Sukabumi dan Cianjur, Gunung Gede memiliki tiga jalur yang dapat dijadikan sebagai pintu masuk pendakian: yakni Jalur Cibodas, Jalur Gunung Putri di Cipanas dan Jalur Selabintana di Sukabumi.

2. Menerapkan sistem booking online, akan memudahkanmu dalam proses sebelum ataupun sesudah pendakian

Kantor TNGGP untuk penukaran simaksi

Kantor TNGGP untuk penukaran simaksi via http://saungmeer2.blogspot.co.id

Buat pendaki yang ingin mengunjungi gunung ini wajib melakukan booking online yang dilakukan H-30 sebelum pendakian. Pendaki diwajibkan mengisi formulir pendaftaran dengan melampirkan surat keterangan sehat untuk bisa ditukarkan dengan Simaksi (Surat Izin Memasuki Kawasan Konservasi).

Memang terkesan rumit, namun hal ini sebenarnya bertujuan untuk mencegah adanya pendaki ilegal serta memudahkan petugas dalam memantau pendaki jika terjadi hal hal yang tidak diinginkan.

3. Penutupan jalur pendakian dilakukan secara rutin dalam setahun, demi keseimbangan ekosistem lingkungan

Penutupan jalur pendakian

Penutupan jalur pendakian via http://info-gedepangrango.blogspot.co.id

Pihak taman nasional sepertinya tidak mau mengambil risiko, demi memulihkan kawasan konservasi dari kerusakan, pihak TNGGP menutup kegiatan pendakian selama tiga bulan dari periode Januari hingga Maret serta pada bulan Agustus.

 

4. Nasi Uduk akan mudah dijumpai oleh pendaki saat mendaki di akhir pekan. Wah, kabar bagus nih!

Tukang Nasi Uduk di Alun-alun Suryakencana

Tukang Nasi Uduk di Alun-alun Suryakencana via http://petualangbijak.blogspot.co.id

Uniknya dari gunung ini adalah akan banyak dijumpai warga sekitar yang menjajakan dagangannya. Nasi uduk dan gorengan jadi andalan menu utama. Jika pendaki biasanya memerlukan waktu sekitar 6 hingga 7 jam untuk mencapai Puncak Gede, berbeda dengan mereka yang hanya membutuhkan waktu tiga jam. Alun-alun Suryakencana adalah tempat di mana kamu akan banyak menjumpai mereka. Dan rasakan sensasi nasi uduk di atas ketinggian 2.750 mdpl.

5. Jalur Cibodas, surganya jalur pendakian bagi siapa saja yang menginjakkan kaki di sana

jembatan beton di jalur Cibodas

jembatan beton di jalur Cibodas via https://achyar89.wordpress.com

Selain kedua jalur pendakian lainnya, jalur Cibodas termasuk jalur yang banyak memiliki “bonus” pendakian. Sumber mata air yang berlimpah, jalur berbatu yang disusun rapi memudahkan pendaki jika memilih jalur ini.

Pendaki juga akan melewati bebrapa objek wisata seperti Telaga Biru dan Shelter Air Panas. Belum lagi jika mencapai Pos Kandang Badak, pendaki akan menjumpai warung warung dadakan, Musholla dan toilet di pos ini. Cukup lengkap bukan fasilitas yang disediakan di jalur ini.

6. Selabintana, jalur terpanjang dan yang paling melelahkan. Untuk itu, persiapan mental dan fisikmu harus maksimal!

Hutan Jalur Selabintana

Hutan Jalur Selabintana via http://www.setapakkecil.com

Dimulai dari ketinggian 960 mdpl, tak heran jika jalur ini termasuk yang panjang dan paling sulit di antara kedua jalur pendakian gunung gede lainnya. Selain membutuhkan waktu yang lebih lama, akses kendaran umum menuju ke basecamp pendakian juga sulit dan jauh. Belum lagi serangan pacet saat memasuki hutan menjadi hal yang cukup merepotkan bagi pendaki.

7. Kamu akan menemui hamparan padang Edelweiss di Alun-alun Suryakencana yang sangat indah. Tapi, please jangan kotori dengan sampah!

Alun-alun Suryakencana

Alun-alun Suryakencana via http://marischkaprudence.blogspot.co.id

Setelah bersusah payah dengan banyaknya tanjakan yang melelahkan, pendaki akan dimanjakan dengan hamparan padang Edelweiss di Alun-Alun Suryakencana. Tak heran jika tempat ini mendapat julukan surganya Edelweiss, sebab di sejauh mata memandang, pendaki hanya akan menemukan hamparan Edelweiss. Sebagai pendaki yang baik, dilarang keras untuk memetik bunga ini.

 

8. Yang terbaru, pelarangan membawa botol air minum kemasan dan tisu basah dalam kawasan pendakian

Ilustrasi sampah AMDK

Ilustrasi sampah AMDK via http://blog.reservasi.com

Pelarangan ini tentu bukan tanpa sebab. Tingginya sampah botol dan tisu basah di gunung menyebabkan pihak taman nasional bertindak tegas. Tak tanggung-tanggung, pihaknya mengeluarkan kebijakan untuk tidak membawa AMDK (Air Minum Dalam Kemasan) dan tisu basah yang mulai berlaku tahun 2017. Alasannya tentu untuk mengurangi jumlah sampah yang kian memprihatinkan di kawasan gunung gede.

Berminat mendaki Gunung Gede? Harap bersabar, ya. Pasalnya saat ini gunung yang menjadi favorit para pendaki ini masih dalam masa pemulihan ekosistem. Pendakian masih ditutup dan akan dibuka kembali pada bulan April 2017 mendatang.