Merayakan perkara-perkara, adalah satu dari sekian banyak hal, yang menjadikan manusia merasa lebih hidup. Puncak seremonial yang dianggap paling esensial bagi banyak orang, yakni pernikahan. Pada proses itu, dua orang yang sebelumnya tidak benar-benar bersinggungan atau merasa penting satu sama lain, tiba-tiba mengikrarkan janji untuk bersatu secara penuh dan menyeluruh (membawa sepaket keluarganya) untuk melebur dalam satu kebahagiaan yang sama. Luar biasa bukan?

Untuk itu, sah-sah saja kalau perayaan pernikahan diimpikan oleh banyak orang, bahkan saat mereka masih di usia belasan. Beragam tipe manusia memunculkan banyak macam selera. Namun, tak jarang muara dari semua pernikahan impian itu adalah tak terlupakan. Bukan hanya bagi si mempelai atau keluarganya, melainkan oleh semua tamu undangan. Apakah kita tipe orang yang larut oleh selera kebanyakan? Atau tipe kreatif, yang berani membuat gebrakan dengan menghadirkan sesuatu yang beda?

Pilihan kedua akan sangat menarik jika kamu ingin membuat perayaan nikahmu benar-benar terkenang, nyaris tidak sanggup dilupakan oleh seorangpun yang hadir di sana.

1. Mengundang tamu terlalu banyak sama dengan 'cari mati'. Kenapa nggak kamu persempit dengan mengundang rekan serta saudara terdekat yang telah diseleksi saja?

Mengundang tamu

Mengundang tamu via https://i.pinimg.com

Cobalah berpikir terbuka untuk tidak menyelenggarakan perayaan nikah berdasar konsep lama sosial masyarakat. Pesta yang mengundang terlalu banyak tamu, jelas bukan pilihan. Buatlah daftar yang cukup ketat, kirimkan undangan untuk keluarga, kerabat, serta sahabat yang pasti hadir untuk hari bahagiamu.

Advertisement

Banyak tamu, seringkali membuat pesta kurang bisa dinikmati, karena kamu harus membagi perhatian ke banyak orang, tidak bisa benar-benar berbicara cukup lama dan membagi kisah bahagia kamu beserta pasangan. Dengan jumlah orang yang pas, maka prosesi itu akan lebih khidmat dan intim.

Perlu diingat, konsep tradisional seperti pelaminan, juga perlu dipikirkan kembali untuk dipakai. Sebab, nilai minus dengan menyewa dekorasi maksimal beserta pelaminan, ialah jarak komunikasi yang semakin melebar. Kamu akan kesulitan berbaur untuk mengobrol bersama para tamu undangan jika masih mempertahankan konsep pelaminan.

Sebaliknya, pesta minimalis tetapi elegan, seperti di taman belakang rumahmu, atau teras depan rumah. Disertai dekorasi cantik yang tidak berlebihan bisa menjadi pilihan yang begitu menarik. Bayangkan ada meja panjang, berjejer kursi-kursi mengelilinginya, di atas meja itu ada bunga-bunga cantik atau ornamen lain yang cukup spesial bagi kamu dan teman-teman.

Advertisement

Di sana kamu duduk bersebelahan dengan pasanganmu, menatap mata teman-teman kalian dan tertawa lepas bersama. Menyenangkan bukan?

2. Jangan cuma ikut-ikutan, desain undanganmu secara simpel namun seunik mungkin!

vintage invitation

vintage invitation via https://www.instagram.com

Vendor undangan memang seringkali dianggap paling remeh oleh kebanyakan orang. Sekalipun ada dana yang cukup bahkan lebih, orang-orang merasa tidak perlu menghabiskan anggaran di sektor ini. Biasanya anggapan terfavorit adalah tentang fungsi undangan yang hanya dipahami sebagai formalitas. "Ngapain buat undangan mahal-mahal dan bagus-bagus, toh nanti juga cuma dibaca sekali terus dibuang."

Wrong! Totally Wrong, karena bagus dan mahal tidak selalu bersandingan.

Lagipula, kamu tidak perlu berpikir harus membuat undangan bagus dan mahal. Ukuran bagus pun benar-benar masih relatif bergantung selera. Yang paling penting adalah undangan berkarakter yang hampir tidak pernah diterima orang. Dengan desain khusus yang mencerminkan tema besar acaramu nanti, semisal garden party. Kamu membuat undangan berbentuk khas, dari warna hijau yang mendominasi serta sentuhan dedaunan dan tali cokelat. Siapa tamu undangan yang tidak mau hadir ke acaramu?

Coba pikir seribu kali untuk memesan kartu undangan biasa saja, yang desainnya menjamur lalu bentuknya diikuti oleh jutaan pengantin lainnya. Kamu tentu tidak ingin dinilai main-main untuk mengundang bukan? Mulai sekarang kamu penting menyadari, bahwa undangan adalah hal pertama yang membuat orang tertarik, untuk hadir dan berbahagia di hari jadimu bersama pasangan.

Dengan mengirimi mereka kalimat manis di selembar kertas undangan berdesain cantik, pasti menggugah perasaan mereka untuk menjadi tamumu yang paling tidak sabar hadir. Kalau kamu berhasil mewujudkannya, maka selamat!!! Kamu sudah melewati dua poin untuk membuat hari nikahmu tak terlupakan.

3. Pilih souvenir yang jelas terpakai. Meski mungkin harganya murah, yang jelas tamu undangan akan salut karena berguna

tea souvenir

tea souvenir via http://teanco.com

Pernah mendapat gelas kecil yang bahkan tidak cukup menampung air minum? Atau pengupas buah yang sama sekali tak tajam? Bagaimana dengan kipas angin yang sudah rusak sebelum sempat kamu pakai? Lalu jangan sekali-sekali melupakan tumpukan pajangan yang tidak nyambung dengan dekorasi rumahmu.

Kemana kamu letakkan semua barang itu tadi? Sialnya semua barang itu adalah kenang-kenangan dari teman dekatmu saat mereka menikah. Tidak mungkin kamu buang begitu saja. Itulah dilema dari tamu undangan saat menerima beragam souvenir pernikahan yang nyaris tak berguna.

Jangan segan untuk memosisikan dirimu sendiri sebagai tamu, dan membayangkan jika menerima souvenir demikian, apakah kiranya masih bahagia? Padahal rata-rata tamu datang bukan dengan tangan kosong, mereka tak segan memberimu hadiah selain sebuah ucapan dan doa tulus. Lalu kamu menghargainya dengan barang-barang yang tidak sepadan, apakah wajar?

Untuk itu, sebagai sepasang pengantin yang tahu aturan, kamu agaknya perlu memerhatikan esensi pesta pernikahan lebih lanjut. Jangan sekali-kali memandang ini hanya acara formalitas semata, atau bahkan kamu menghadapinya seperti ladang bisnis dengan prinsip "mengeluarkan modal sekecil mungkin, untuk meraih untung besar."

Sangat tidak etis apabila kamu benar-benar melakukan perhitungan yang semengerikan itu, memberi undangan murahan, memilih souvenir tak penting asal murah untuk dibagi, menyediakan porsi minim dan pilihan menu tak menarik sebagai sajian bagi pestamu, hanya untuk merasa tidak rugi mengeluarkan modal.

Bukankah kita harus memuliakan tamu? Dan jika kamu setuju dengan gagasan kenyamanan, serta kebahagiaan tamu juga penting di hari bahagiamu, maka sebaiknya pilihkan souvenir terbaik dan jelas bermanfaat bagi mereka. Tidak harus mahal dan mewah, kamu hanya butuh lebih banyak kreativitas dan rasa kepekaan yang tinggi. Jangan hanya mau mengikuti arus masyarakat yang begitu-begitu saja, karena tidak semua tren itu pantas dipertahankan.

Sudah saatnya kamu merubah apa yang menjadi kebiasaan. Mulailah mencari barang yang kiranya disukai semua kalangan untuk kamu jadikan souvenir pernikahan. Sebagai contoh, kamu bisa memberi tamu undanganmu teh, atau kopi yang kamu bungkus menarik dalam kantong kain atau kertas.

Selain itu, kamu juga bisa memberikan sepaket bumbu dapur (garam, merica, gula) yang diletakkan dalam botol-botol kecil. Sudah tentu bermanfaat kan? Apalagi jika kamu berhasil meghadirkannya dalam cara yang berbeda, dengan packaging (kemasan) khusus. Itu akan membuat tamumu selalu mengingat pesta pernikahanmu sebagai yang terbaik.

4. Jangan cuma itu-itu saja, sajikan hidangan yang berbeda tanpa harus keluar banyak dana!

Setiap kali datang ke resepsi pernikahan, rasanya hampir selalu ditemukan menu nasi goreng, atau ayam saus Inggris yang jadi andalan semua layanan catering pesta. Sudah begitu kamu juga harus menutup mata, dari kenyataan kalau rasa makanan catering itu biasa saja, bahkan cenderung hambar.

Sebab pengolahan yang dilakukan dalam skala besar di waktu singkat menjadikan alasan logis kenapa rasa yang dihasilkan kurang maksimal. Sudah begitu kamu masih mau semua makanan itu disajikan oleh pihak catering saat perayaan nikahmu nanti?

Apa tidak ingin menimbang lagi?

Makanan itu sesuatu yang paling menonjol sekaligus penting buat tamu pestamu. Kalau tidak dipersiapkan dengan baik, kamu hanya akan memberi rasa kecewa pada mereka. Ada kalanya kamu memang harus benar-benar keluar arus kali ini.

Memang tidak berarti semua jasa layanan catering itu kurang baik, karena faktanya ada juga yang tetap bisa menghadirkan sajian dengan kenikmatan pas. Namun kebanyakan memiliki kekurangan sama di pengolahan dalam skala besar secara sekaligus, menghasilkan rasa yang asal.

Sebagai alternatif solusi, coba kamu akali dengan memesan beberapa menu favorit kamu di depot atau restoran. Dan ingat pesanlah dalam porsi maksimal 50, untuk menjaga konsistensi kualitas. Masih ingat rumus pengolahan dalam skala besar secara sekaligus bisa menghasilkan rasa asal? Hal itu juga menjangkiti depot atau restoran yang bahkan setiap hari menerima ratusan pesanan.

Selain itu kamu juga sangat boleh mengkreasikan menu, tidak perlu ikut menyajikan menu yang itu saja. Justru hal tersebut membuat orang-orang bosan dan gampang menilai tidak enak. Pelajari selera orang-orang yang kamu undang, itulah kenapa disarankan untuk mengundang orang-orang yang jelas kamu kenal dan mengenalmu. Bukan hanya untuk meningkatkan kuantitas jumlah tamu, agar jumlah amplop dan hadiah juga besar.

Dengan mengundang orang yang kamu kenal, maka akan lebih mudah pula memetakan selera mereka. Misalnya menyuguhkan pilihan menu berat yang jarang ada; nasi kuning sudah jelas enak, ditambah dengan nilai filosofis dan historis yang menguat di masyarakat Indonesia.

Siapa yang menolak nasi kuning? Bahkan untuk menikmatinya, kamu juga bisa mengajak tamu undanganmu bebas menentukan pilihan lauk, ada perkedel kentang, kering tempe, ayam goreng, ayam bumbu rica, bihun goreng, kering kentang, sambal hati ampela, tumis buncis wortel, kerupuk, bawang goreng..

Apa kamu sudah cukup menelan ludah dan menahan lapar? Apalagi tamu undanganmu nanti.

5. Buat pernikahanmu ini makin berkesan dengan dokumentasi tiada henti yang memanjakan tamu undangan. Eits, cukup manfaakan saudaramu untuk menjadi fotografer dadakan!

fotografi

fotografi via https://i.pinimg.com

Bergeserlah ke pimikiran dewasa yang tidak egois, dengan memiliki acara pernikahan yang membahagiakan semua pihak. Tidak perlulah kamu bergaya bak raja dan ratu semalam. Membiarkan sorot kamera hanya tertuju padamu.

Biarkan hari itu abadi bersama semua momen yang menyertainya. Untuk itu sewalah beberapa orang yang kamu yakini memiliki kemampuan fotografi. Tidak harus percaya pada fotografer handal yang biaya jasanya super mahal. Akan lebih hebat jika kamu memutuskan meminta tolong orang-orang yang kamu kenal, jadi kamu pun bisa berekspresi bebas dan tidak canggung di depan kamera.

Sementara itu, jangan lupakan keluarga dan semua tamu undanganmu. Mereka juga harus ada dalam potret hari besarmu. Oleh karena itu fokuslah dengan konsep foto candid atau human interests. Foto resmi di atas pelaminan atau di depan backdrop terlalu kuno bagi pengantin hebat sepertimu.

Percayalah, orang-orang dengan gaya pemikiran hebat nan sederhana, akan selalu terkenang bagaimanapun caranya. Itu artinya kamu membiarkan hari itu bergulir se natural mungkin, tidak perlu bergaya lebih atau terus-terusan melihat kamera sambil tersenyum.

Arahkan lebih banyak matamu pada semua yang hadir, biarkan para fotografer yang baik dan mencintai suasana hangat itu, mengarahkan lensa pada momen-momen bahagia itu. Memotretmu saat berbincang dengan kawan, menangkap posemu saat memeluk kedua orang tuamu, mengabadikan senyum tulusmu saat dikecup pasanganmu, dan banyak keindahan suasana lainnya.

Akhirnya saat album foto pernikahanmu jadi, kamu akan merasa lebih hidup dengan melihat pose-pose natural itu, alih – alih mengamati gaya berdiri berdampingan yang kaku. Begitu pula dengan para tamu yang menerima salinan foto tersebut, mereka akan secara cepat merasa terkoneksi pada peristiwa nikahmu, mengenangnya sebagai sesuatu yang indah dan membahagiakan.

What a wonderful!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya