Semua orang mungkin punya definisi sendiri soal ibu yang hebat itu seperti apa, begitu juga dengan saya. Ada yang berpendapat ibu yang di rumah dan menemani anaknya sepanjang waktu adalah ibu yang baik. Tapi ada juga yang berpendapat ibu bekerja yang saat pulang ke rumah masih mengerjakan pekerjaan domestik karena nggak punya asisten rumah tangga (ART) adalah ibu yang hebat. Semua orang memiliki pandangan yang berbeda.

1. Menjadi ibu itu memang sesuatu yang kodrati, alamiah

https://www.facebook.com/shenandona.wattimena/media_set?set=a.1099187160702.2014581.1257333796&type=3

https://www.facebook.com/shenandona.wattimena/media_set?set=a.1099187160702.2014581.1257333796&type=3 via https://www.facebook.com

Dalam membesarkan dan mendidik anak-anaknya , ada pilihan-pilihan yang terbentang oleh ibu saya. Semua pilihan pasti ada pertimbangannya, ada alasannya. Dan semua pilihan tentu ada konsekuensi yang harus diambil oleh ibu saya. Ketimbang merasa lebih baik dari yang lain sehingga sibuk nge-judge bahwa yang bukan pilihan kita adalah lebih buruk, seperti ibu saya misalnya beliau mengasuh ketiga anaknya dari kami masih kecil-kecil. Kenapa? Karena ayah saya meninggal pada saat kami masih kecil-kecil, pada waktu itu saya masih berumur 2 tahun sementara adik saya belum ada umur setahun, tetapi ibu saya tetap mengurusi kami bertiga hingga kami besar seperti sekarang ini.

2. Ibu adalah pahlawan yang sebenarnya

https://www.facebook.com/shenandona.wattimena/media_set?set=a.1099187160702.2014581.1257333796&type=3

https://www.facebook.com/shenandona.wattimena/media_set?set=a.1099187160702.2014581.1257333796&type=3 via https://www.facebook.com

Advertisement

Tidak jarang orang memandang sebelah mata kepadamu wahai ibuku. Tidak banyak yang mengetahui tangismu di malam yang kelam, tidak seorang pun bertanya apa yang engkau pinta dalam setiap doamu. Di senyummu ada arti sebuah kesabaran, di tatapan matamu ada doa yang menyejukkan hati kami, dari belaian kasih sayangmu ada doa untuk kebahagiaan kami dan di bawah telapak kakimu surga bersemayam. Engkaulah pahlawan kami, ibu.

3. Ibu adalah sosok perempuan yang tak pernah lelah

https://www.facebook.com/shenandona.wattimena/media_set?set=a.1099187160702.2014581.1257333796&type=3

https://www.facebook.com/shenandona.wattimena/media_set?set=a.1099187160702.2014581.1257333796&type=3 via https://www.facebook.com

Ibu tak pernah bosan, tak pernah berhenti, terus mencurahkan cintanya kepada sang buah hati. Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, ibu bersungguh-sungguh memberikan yang terbaik untuk saya. Saat saya masih kecil, ibu rela bangun di malam hari untuk mengganti popok bayinya yang basah dengan kencing saya, rela begadang saat balitanya sakit panas dan rewel tidak bisa tidur, mendampingi buah hati yang mulai aktif merangkak ke sana ke mari dengan penuh kasih sayang dan kelembutan serta mengajarkan anaknya untuk lancar berbicara. Hingga saya sebesar saat ini, ibu pun tetap menemani saya berpergian sampai keluar negeri, walau kaki ibu lelah tapi tetap saja ibu menemani saya berjalan mengelilingi negara itu.

4. Hidup akan sangat hampa bila tidak mendapatkan belaian ibu

https://www.facebook.com/shenandona.wattimena/media_set?set=a.1099187160702.2014581.1257333796&type=3

https://www.facebook.com/shenandona.wattimena/media_set?set=a.1099187160702.2014581.1257333796&type=3 via https://www.facebook.com

Ibu akan berusaha melakukan apapun untuk menyelamatkan dan melindungi anaknya. Apabila ada seorang ibu yang marah-marah kepada anaknya, mungkin hanya ungkapan kekecewaan sesaat, namun yakinlah, bahwa jauh di lubuk hatinya, ibu sangat sayang anaknya dan kemarahannya adalah nasehat untuk kebaikan yang belum kita pahami. Ibu selalu punya cara untuk menyenangi anaknya, seperti gambar yang saya tampilkan ini waktu tahun baru 2017. Pada saat itu saya tidak jadi pergi berkemah karna udara tidak baik, alhasil saya mendirikan tenda di dalam rumah dan bertenda dengan ibu saat tahun berganti hingga pagi menjelang.

5. Sudah selayaknya kita berbakti kepada Ibu

https://www.facebook.com/shenandona.wattimena/media_set?set=a.1099187160702.2014581.1257333796&type=3

https://www.facebook.com/shenandona.wattimena/media_set?set=a.1099187160702.2014581.1257333796&type=3 via https://www.facebook.com

Advertisement

Tidak ada anak yang berhasil menjalani hidupnya dengan mulus tanpa peran seorang ibu. Peran beliau lebih hebat dan lebih berani dibandingkan semua tokoh yang pernah kita kenal di dunia ini. Oleh karena itu, jika ada pertanyaan siapa pahlawan tanpa tanda jasa, maka jawaban saya sebenarnya adalah ibu, karena hanya beliau dengan segenap hidupnya berjuang agar anaknya bisa selamat terlahir ke dunia yang fana ini dan siap dengan segenap jiwa raganya berkorban untuk melindungi anaknya dari apapun yang dapat mencelakainya.

foto ini adalah salah satu penghargaan yang saya berikan untuk ibu, saya menyelesaikan S1 saya dalam waktu 3,5 tahun walau ibu tidak begitu tahu saya jurusan apa dan berapa bayaran kuliahnya karena saya kuliah sambil bekerja.

Saat itu, ibuku menjadi perwakilan dari orang tua wisudawan yang berpidato memberi sambutan di antara ratusan orang yang menghadiri wisuda pada waktu itu. Saya memang yang menuliskan naskah yang akan dibacakan di depan banyak halamannya, tetapi ibu tidak mengeluhkan dan terus membacakannya hingga akhir halaman dengan suaranya yang lantang.

6. Semoga kita pandai bersyukur, memberikan yang terbaik untuk ibu

https://www.facebook.com/shenandona.wattimena/media_set?set=a.1099187160702.2014581.1257333796&type=3

https://www.facebook.com/shenandona.wattimena/media_set?set=a.1099187160702.2014581.1257333796&type=3 via https://www.facebook.com

Meski kita sadar, jasa ibu tidak akan pernah dapat dibalas oleh anaknya, kenangan akan semua pengorbanannya kepada kita akan semakin terasa menyesakkan dada ketika ia telah pergi dari sisi kita untuk selamanya.

Maka dari itu, selagi ibu kita ada bahagiakanlah beliau dengan cara apapun semampu kita. Foto ini saat beberapa waktu lalu saya mengajak ibu saya pada malam minggu pergi berdua ke sebuah pusat kuliner d idaerah Jakarta Barat untuk menikmati beberapa menu yang lagi hits di luar sana, dengan iringan band di tempat itu.

7. Ibu juga teman piknikku

https://www.facebook.com/shenandona.wattimena/media_set?set=a.1099187160702.2014581.1257333796&type=3

https://www.facebook.com/shenandona.wattimena/media_set?set=a.1099187160702.2014581.1257333796&type=3 via https://www.facebook.com

Ibu juga sebagai teman piknikku, di mana di saat semua teman-temanku memilih untuk membawa pasangan yang belum resminya, tetapi saya lebih memilih ibu saya untuk di ajak pergi bersama teman- teman saya pada saat itu dan ibu pun senang.

Bukan seberapa jauh kita berpergian, tetapi dengan siapa kita berpergian dan menikmati perjalanan yang ada dan mensyukuri segala sesuatunya.

#CeritaKuBersamaIbuKu

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya