Sebuah perhelatan akbar telah usai digelar di Indonesia, Asian Para Games 2018. Ajang olahraga para difabel terbesar di Asia ini telah sukses melahirkan inspirasi-inspirasi baru. Asian Para Games 2018 diselenggarakan pada  6-13 Oktober 2018 dengan 18 cabang olahraga dan 2,762 atlet yang bertanding.

Banyak hal yang menjadi daya tarik sekaligus inspirasi dari ajang tersebut. 

1. Para Suporter

Suporter unik asal Thailand

Suporter unik asal Thailand via https://asiangames.antaranews.com

Para suporter ini tidak hanya dari Indonesia saja, tapi dari beberapa negara lain juga datang untuk mendukung atlet kebanggaan mereka. Tidak hanya datang dan melihat, namun juga menggunakan atribut khas dari negara asalnya. Salah satu suporter yang setia setiap saat adalah pendukung unik dari Thailand.

Advertisement

Suporter ini unik karena memakai bermacam-macam aksesoris dan tak lupa bendera negara Thailand yang selalu diayunkan saat sang atlet sedang berlaga. Tidak hanya itu, suporter tersebut berhasil menarik perhatian suporter Indonesia, disaat tertentu banyak yang meminta foto bersama dengan suporter tersebut.

Hal menarik lainnya adalah ketika atlet Indonesia bermain, sang suporter asal Thailand ini tidak segan memberi dukungan dan meneriakan "INDONESIA", sehingga membuat para suporter Indonesia juga kagum.

2. Para Atlet

Para atletik

Para atletik via https://www.instagram.com

Para atlet inilah yang menjadi salah satu sumber inspirasi dalam ajang Asian Para Games 2018. Para Atlet tersebut berhasil membuat decak kagum bagi siapa pun yang melihat. Profesionalistas dan kegigihan mereka benar-benar ditampilkan disetiap cabang olahraga.

Advertisement

Di lapangan bisa jadi mereka musuh, namun dibalik itu semua para atlet tersebut saling mendukung satu sama lain dan membuktikan kekurangan bukan sebuah alasan untuk menyerah. Disamping itu, dalam cabang olahraga tertentu, beradu fisik atau kursi roda adalah hal biasa, dan jika ada yang terjatuh akan saling membantu meskipun mereka adalah lawan. Hal ini biasa terlihat di cabang olahraga basket kursi roda.

3. Cabang Olahraga

Para Badminton

Para Badminton via https://www.instagram.com

Cabang olahraga yang dipertandingkan sejumlah 18, namun dari cabang-cabang tersebut masih dikelompokan dalam beberapa kategori. Salah satunya adalah badminton, cabang olahraga tersebut memiliki kategori sebagai berikut;
1. WH 1 (wheelchair 1) yaitu pemain dengan tingkat disabilitas tidak memiliki kesempurnaan pada kedua kaki atau batang butuh sehingga memerlukan kursi roda. .
2. WH2 yaitu pemain dengan tingkat disabilitas tidak memiliki kesempurnaan pada salah satu kaki/minimal batang tubuh namun masih memerlukan kursi roda. .
3. SL 3 (standing lower 3) yaitu pemain dengan tingkat disabilitas pada kaki yang tidak atau kurang memiliki keseimbangan/berlari dalam bermain.
4. SL 4 yaitu pemain dengan tingkat berlari atau bermain lebih baik dari SL 3.
5. SU 5 (standing upper 5) yaitu pemain dengan tingkat disabilitas pada anggota tubuh bagian tangan.
6. SS 6 ( Short Stature) yaitu pemain dengan tingkat disabilitas pada tinggi tubuh atau kerdil yang biasanya disebabkan kelainan genetika.

4. Air Mata

Wheelchair Basketball

Wheelchair Basketball via https://www.instagram.com

Air mata sudah bisa dipastikan akan menghiasi ajang tersebut. Bagaimana tidak, disaaat-saat tertentu para atlet ini melakukan hal yang bisa membuat suasana menjadi haru biru. Salah satunya ketika pertandingan terakhir basket kursi roda, ternyata para atlet sudah menyiapkan spanduk yang bertuliskan "Terima Kasih Indonesia Atas Dukungannya" sembari memberi hormat dan lambaian tangan kepada para penonton dan suporter. Sontak para penonton dan suporter berteriak dan bertepuk tangan sangat kencang.

5. Dukungan

Sitting volley ball

Sitting volley ball via https://www.instagram.com

Dukungan terus mengalir dari para suporter meskipun skor terlampau jauh dan susah untuk dikejar. Tidak ada kata yang saling menjatuhkan, yang ada hanya kata semangat dan dukungan serta canda tawa seolah mereka bermain sangat lepas dan tetap profesional.

Tidak ada yang sempurna di dunia ini. Semua orang terlahir dengan kekurangan masing-masing, yang membedakan adalah segi pandang. Bagaimana segi pandang kita melihat kekurangang tersebut, akan dijadikan sebuah beban atau malah digunakan sebagai cabuk untuk diri menjadi bermanfaat dan lebih baik.

Dari ajang ini, kita bisa belajar bahwa kekurangan bukan sebagai penghalang, tapi sebagai salah satu penyemangat diri.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya