Dear Ekstrovert, Aku Bukan Antisosial tapi Tidak Semua Hal Harus Dilakukan Bersama Teman Kan?

introvert bukan antisosial

Buat kamu yang introvert, pernah nggak sih kalian mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan, khususnya dengan orang baru. Bahkan kadang seringkali dianggap sebagai orang yang pendiam hingga anti-sosial, hanya kerena jarang bergabung dalam kelompok pertemanan yang besar. 

Tulisan ini kubuat untuk menyuarakan beberapa hal tentang diriku (yang introvert) kepada mereka yang ekstrovert. Mungkin, teman-teman introvert yang lain juga pernah mengalami kondisi yang sama denganku. 

Advertisement

1. Meski terkesan sebagai anak rumahan, bukan berarti aku tak suka bepergian

anak rumahan

anak rumahan via http://pixabay.com

Banyak orang yang bilang padaku kalau aku adalah anak rumahan, jarang bepergian, betah menghabiskan waktu di dalam ruangan atau kamar. Eits… tapi bukan berarti aku tak pernah bepergian atau jalan-jalan ya!

Ada waktunya, aku butuh menghabiskan banyak waktu hanya di rumah, tidak ingin kemana-mana. Tapi, ada waktunya pula aku bersemangat untuk jalan-jalan, baik sendiri maupun dengan teman.  

Advertisement

Bagiku, terlalu sering berpergian apalagi ke tempat-tempat yang ramai, ditambah lagi pergi bersama orang-orang yang kurang nyaman, hanya akan membuatku kehabisan energi. Itulah sebabnya, aku lebih memilih berada di rumah daripada bepergian yang tidak sesuai dengan keinginanku. 

2. Diamku bukan berarti tak peduli, perhatianku tertuju tanpa basa-basi

perhatian

perhatian via http://pixabay.com

Hidup di tengah-tengah ekstrovert yang kurang respect dengan kepribadian introvert memang butuh perjuangan ya. Kadang mereka sering bilang ‚Äúkok kamu pendiam banget sih, ngomong dong, bla‚Ķbla‚Ķbla‚ÄĚ

Advertisement

Seseorang dengan kepribadian introvert ini, cenderung melakukan sesuatu seadanya tanpa basa-basi, termasuk dalam hal berbicara. Kalau ada topik yang dibicarakan, introvert bakal ngomong kok. Apalagi kalau ketemu lawan bicara yang klop, sisi ekstrovert dalam diri introvert bisa keluar. 

Untuk masalah perhatian, introvert juga cenderung nunjukin secara personal dan paling susah buat basa-basi. 

3. Mungkin aku terkesan pilih-pilih teman, tapi berteman dengan sedikit orang ternyata lebih nyaman

teman sejati

teman sejati via http://pixabay.com

Boleh dikatakan aku bukan orang yang pandai dalam mencari teman. Temanku dari tahun ke tahun ya hanya itu-itu saja. Kadang aku takjub melihat teman-temanku yang dengan mudah mendapat teman baru saat ada event. Sementara, untuk berkomunikasi dengan orang baru saja butuh waktu lama. Ada rasa canggung dan bingung mau memulai pembicaraan seperti apa. 

Itulah sebabnya, aku terkesan seperti tidak punya teman. Aku tidak membatasi diri siapapun yang ingin berteman denganku, akan tetapi pertemanan yang terjalin memang tidak berlangsung lama. Bisa dikatakan hanya sekedar kenal.

Sementara, yang benar-benar jadi sahabat dekat dalam jangka waktu lama, hanya 2-3 orang saja. Itupun aku jarang bertemu dengan sahabat-sahabatku. Tapi memang sih, aku tipe orang yang lebih nyaman dalam lingkup pertemanan yang kecil namun benar-benar berlaku sebagai sahabat baik. 

4. Kadang aku hanya butuh waktu sendiri, bukan karena aku membenci

sendiri

sendiri via http://pixabay.com

Dear ekstrovert, jika kamu menemukanku cuek padamu, tiba-tiba diam, tiba-tiba ingin sendiri dan tak mau diganggu, bukan berarti aku membencimu. Aku hanya butuh ruang dan waktu untuk sendiri dulu.

Aku butuh ketenangan untuk memperbaiki suasana hatiku. Jika mood-ku sudah membaik, aku yang akan memulai duluan menyapamu. Seringkali mereka banyak yang salah paham ketika aku mulai diam dan cuek. Memang sih hanya beberapa orang yang paham akan sifatku, ketika aku menarik diri dari lingkungan. 

Saat itu, aku sedang berada di titik terjenuh, punya masalah, lelah, dan sebagainya. Sehingga aku butuh waktu sendiri untuk mengembalikan energi. 

5. Prinsipku kalau dilakukan sendiri masih bisa, kenapa harus merepotkan orang lain?

bekerja sendiri

bekerja sendiri via http://pixabay.com

Orang yang berdua/bersama yang lain akan merasa takut atau bingung ketika melakukan sesuatu sendirian. Begitu sebaliknya, orang yang terbiasa sendiri akan sungkan ketika meminta bantuan.

Aku terbiasa melakukan segala sesuatu sendiri sebelum akhirnya meminta bantuan (jika memang apa aku tak sanggup melakukannya sendiri). Prinsipku: Jika masih bisa sendiri, mengapa harus meminta bantuan? Aku menghargai orang-orang yang menawarkan bantuan kepadaku, tetapi aku merasa terbebani saat orang lain membantuku. 

‚ÄúApakah aku bisa membalas kebaikan mereka?‚ÄĚ

Itulah sebabnya, sebelum meminta bantuan aku selalu mencobanya sendiri dulu. Bahkan, aku selalu mengandalkan Google untuk mencari info sesuatu, sebelum bertanya pada seseorang. Ya, karena sungkan meminta bantuan dan takut merepotkan. 

Untuk teman-temanku yang introvert, kuharap kalian tidak sakit hati jika ada sikapku yang membuat kalian tak nyaman. Dan terima kasih ya, karena kalian sudah bersabar berteman denganku yang kadang moody-an. 

Meskipun kita sering mengalami kesulitan dalam hal berkomunikasi, beradaptasi, bahkan menjalin hubungan, jangan merasa terintimidasi oleh lingkungan. Kita unik dan setiap diri kita punya perannya masing-masing. 

 

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

‚ÄĚ

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang full-freelancer penulis artikel website. Introvert. Pecinta drama Korea. Punya cara balikin mood dengan minum kopi hangat.

Editor

une femme libre

CLOSE