Adalah keinginan setiap wanita manapun, memiliki kekasih yang dapat mengerti dirinya, perhatian padanya, dan sanggup memahaminya dengan baik. Tidak karena apa pun. Bukan karena alasan apa pun. Namun itu semua akan berubah cerita, kalau sang kekasih, dalam kasus ini, cowok tidak betul-betul mencintainya. Ia hanya menyukai fisik si wanita. Mulai dari wajah, rambut, kulit, kesintalan payudara, kerampingan pinggulnya, kemontokan bokong, panjang kaki, dan lentik kuku-kuku.

Kalau fisik yang menjadi tujuan utama, maka jangan tanya lagi soal kesucian cinta! Pihak yang hanya menyayangi karena fisik? Isi otaknya tak akan ke mana-mana; hanya berputar di sekitar selangkangan!

Lewat pengalaman pribadiku, semoga kalian para kaum hawa bisa berhati-hati! Ini dia...

1. Dia lebay di sosial media! Bahkan, banyak cewek-cewek sexy yang ada di daftar following-nya

Pencitraan via https://pexels.com

Ya, beginilah strateginya tatkala akan menebar jala. Pertama mungkin ia bisa melakukan hal-hal seperti upload foto-foto pas lagi gym, atau share kata-kata bijak, atau bahkan bikin quotes-nya sendiri. Sok ngerasa sudah sukses, sok ngerasa berhak berpetuah, dan berharap orang-orang mempraktikkannya.

Ada pula foto-foto lain yang sok-sokan gaya. Sambil ngerokok, misalnya. Atau berpose dengan berbotol-botol minuman keras di sampingnya. Biar kelihatan cool, mungkin?

2. Kalau ngomong selalu tentang perubahan dan angan-angan, tapi sama sekali nggak ada praktiknya!

Partai kali ya via https://www.google.com

Advertisement

“Mari kita kobarkan semangat, membangun pribadi yang lebih baik, agar tercipta perdamaian dunia!”

Halah, mbelgedes! Sosok pria yang baik itu bukan yang hobi bicara, tapi dilihat dari tindakannya. Dia diam, tapi sejuta aksi serta pembuktian. Yang begini baru bisa disebut cowok sejati!

3. Rutin mencari teman kencan lewat aplikasi pencarian jodoh. Sesekali sih nggak apa-apa, tapi kalau keterusan? Amit-amit!

situs cari jodoh via https://www.google.com

Tahap kedua dari menebar jala adalah melakukan follow up terhadap umpan-umpan yang tadinya dilempar. Pasti ada satu, dua, atau lebih yang nyangkut. Era seperti ini, citra bisa dibentuk melalui sosial media. Dan jodoh pun bisa diperoleh darinya. Tapi, tahukah kalian wanita? Pria-pria yang isi otaknya hanya berpendar pada vagina dan payudara, lebih suka menemukan jodoh dengan cara-cara yang demikian.

4. Jika para mantannya ditanya soal dia, jawabannya kompak; mereka sama-sama membencinya!

mending nanya dulu via https://www.google.com

Wanita mana sih yang suka kalau yang dicintai hanya fisiknya? Wanita itu makhluk perasaan. Mereka lebih ingin dimengerti dan dipahami. Bukan dilucuti, lalu dinikmati. Maka inilah yang pasti akan para mantan teriakkan kepada si cowok berengsek itu. Hei, kamu yakin masih tertarik dengannya?

5. Sangat kekanak-kanakan dan malas bekerja. Yang ada dalam pikirannya cuma nongkrong, lalu ‘nodong’ ke orang tua

hari gini via https://www.google.com

Kelihatan banget nih, kalau orangnya males-malesan. Usia tua, namun terus mengedepankan upaya, itu lain soal. Tapi kalau usia tua yang hanya diisi dengan malas-malasan, menganggur, tinggal bareng orangtua, apalagi masih minta duit ke orangtua? Wah, pria macam begini kalau mencintai wanita kelihatan bangetlah motifnya.

6. Pandai merayu dan ogah mengenalkanmu ke orang tuanya. Bagi dia, kamu bukan siapa-siapa!

harus dicurigai ni via https://www.google.com

Kita jalanin dulu aja ya, Sayang. Ketemu sama orang tua mah nanti gampang!

Menjaga privasi itu, kalau dunia sudah tahu hubungan kalian berdua, lalu kalian berbiasa saja di sosial media. Kadang share pas foto bareng, kadang nggak. Kadang nge-tag, kadang nggak. Random aja.

Kalau yang disinyalir merahasiakan keberadaanmu itu, kalau misalnya mula-mula ia foto bareng kamu, nge-tag kamu, tapi beberapa hari kemudian itu semua dihapus. Nah, kamu wajib waspada kalau itu. Kali aja ia punya pemain cadangan!

7. Mengabarimu pun sekadarnya, kecuali kamu bilang, ‘Yang, di rumah lagi sepi nih…’

Ya, seperti di poin nomor 6 tadi. “Kali aja ia punya pemain cadangan!”

Namanya ada cadangan, otomatis ada yang lain 'kan ya? Sementara ia tak memiliki jurus kagebunshin agar bisa membelah diri menjadi banyak sekali, jadilah ia harus membagi waktu antara yang utama dengan yang cadangan. Sehingga si wanita akan merasa kalau si pria tak meluangkan waktu untuknya. Melainkan untuknya, sedikit. Untuk yang lainnya, seuprit. Untuk yang lainnya lagi, sejumput.

So, apakah salah satu ciri tadi ada di dalam diri cowokmu? Kalau iya, sebaiknya siapkan kuda-kuda lalu segera tinggalkan! Sekali lagi, ini cuma opini, ya…