Semenjak meledaknya Korean Wave atau Hallyu di awal tahun 2000-an, lagu-lagu Korea mulai banyak diputar, baik di radio maupun televisi. Sekarang, industri hiburan Korea menawarkan begitu banyak girlband dan boyband, drama, dan film untuk memuaskan para K-Poppers di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Nah, bagi para audiophile, tentunya sudah tahu dong bahwa musik asal negeri gingseng yang bisa dinikmati bukan sekedar musik-musik yang identik dengan idol dan popular culture-nya. Dunia musik Korea Selatan menawarkan pilihan genre dan subgenre yang cukup avid, dan bisa bikin kamu terpukau dengan keragaman tersebut. Salah satu ranah musik Korea yang sayang untuk dilewatkan adalah dunia musik indie-nya.

Sedikit tersembunyi, agak sulit dicari, tetapi memukau. Mungkin itu yang bisa gue katakan tentang musik indie Korea. Meskipun tidak begitu sering muncul di televisi atau dikenal oleh publik yang lebih luas, para musisi indie di Korea tetap mampu menghasilkan karya-karya yang menarik, menyentuh, dan, sometimes, mindblowing.

Nah, berhubung topik kali ini adalah musik indie Korea, dan gue lagi sedikit kesepian (curhat colongan deh), gue mau bagikan pilihan musik indie Korea yang cocok buat didengerin oleh kamu-kamu yang, well, mungkin sama-sama merasa sedikit kesepian.

Check this out!

1. Morrie – Merry Go Round

Morrie – Merry Go Round via https://i.ytimg.com

Dirilis pada tahun 2016, Merry Go Round merupakan salah satu single dari Morrie. Meskipun namanya jarang terdengar, karya-karyanya worth listening, dan salah satunya adalah lagu ini. Petikan gitar akustik mewarnai lagu ini dari awal sampai akhir. Pola petikannya terasa cepat, tapi suara Morrie yang lembut justru menciptakan nuansa santai. Gaya bernyanyinya yang terdengar seperti sedang berbisik, terutama pada bait-bait awal, membangun suasana sejuk pada lagu bergenre folk ini. Bagian chorus-nya yang berbunyi "Get off merry go round. Get off this merry go round", seolah menggambarkan seseorang yang ingin keluar dari "komidi putar"-nya dan kembali ke realita. Mungkin komidi putarnya adalah analogi mimpinya dan mimpinya mungkin saja adalah sosok impiannya.

Lagu ini ternyata sudah ada klip videonya. Seperti judulnya, videonya menampilkan wahan Merry Go Round alias komidi putar. Skema warna, nuansa, dan putaran wahana komidi putar yang dicerminkan melengkapi nuansa syahdu nan menyentuh dari lagu ini. Kalau penasaran dengan lagu dan klip videonya, coba deh kunjungi halaman video YouTube-nya di sini.

2. Saevom – Ripply (feat. Seokman Cheon)

Saevom – Ripply (feat. Seokman Cheon) via https://goo.gl

Advertisement

Masih bergenre folk, lagu yang satu ini cocok untuk kamu yang lagi merindukan momen-momen kehangatan dulu yang maybe, mulai menghilang atau meredup. Dirilis pada tahun 2016, Ripply (atau Rekindle) merupakan trek keenam dari EP Our Autumn. Karakter vokal Seokman pas dengan aransemen dan tema lagunya. Petikan gitarnya lembut dan memberikan nuansa "sejuk". Temponya pun santai sehingga pendengar bisa larut dalam imaji yang dibangun oleh aransemen lagu.

Kalau mencoba menebak ceritanya, mungkin kalian menduga bahwa lagu ini bercerita tentang seorang cowok yang merindukan mantan kekasihnya, atau merindukan seseorang yang dia sayangi. Well, mirip-mirip sih. Lagu ini sebetulnya bercerita tentang seorang cowok (atau seseorang deh) yang akan putus dengan kekasihnya. Sambil mencoba menjalani "detik-detik terakhir" bersama sang kekasih, si cowok ini semacam remnisicing momen-momen kebersamaannya dulu dan berharap bahwa si kekasihnya nggak akan meninggalkan dia. Duh, jadi kebawa sedih 'kan.

Buat kalian yang ingin dengar lagunya, bisa kunjungi video YouTube-nya di sini.

3. O.When – Today

O.When – Today via https://i2.wp.com

Namanya mungkin belum banyak dikenal di kalangan penggemar K-Pop Indonesia, tetapi O.When ternyata sudah merilis beberapa album dan single, bahkan soundtrack drama. Dia juga pernah tampil di beberapa acara dari stasiun TV di Korea, seperti Arirang dan MBC. Lagu Today merupakan trek kedua dari album When I Begin yang dirilis tahun 2016 kemarin. Kalau dibandingkan dengan penyanyi Indonesia, karakter vokalnya mungkin mirip-mirip karakter vokal Isti dari Payung Teduh. Hanya saja, genre yang diusungnya berbeda.

Lagu bergenre slow rock ini akan mencoba menghanyutkan kamu dalam iringan akord blok piano dan alunan vokal yang haunting, terutama pada bagian chorus. Di balik lagu ini, ada cerita tentang kesedihan dan kebingungan seseorang yang merasa kesepian dan lelah ketika menjalani fase kehidupan yang baru. Aransemennya sederhana, tetapi justru dari kesederhanaan itu lah lagu ini dapat "jiwa"-nya. Temponya pelan, cocok untuk kamu yang ingin menikmati kesendirian di tengah keramaian kota di malam hari. Buat yang ingin dengar lagunya dan liat klip videonya, bisa cek video YouTube-nya di sini.

4. Hyukoh – I Have No Hometown

Hyukoh – I Have No Hometown via http://is4.mzstatic.com

Buat yang suka dengar Spotify, mungkin sudah pernah dengar lagu-lagu Hyukoh. Ya, band indie yang dibentuk pada tahun 2014 ini memang sudah cukup banyak dikenal, terutama dengan salah satu single-nya yang cukup catchy, Wi Ing Wi Ing. Lagu berjudul I Have No Hometown ini merupakan salah satu lagu dari album 20. Nah, di rekomendasi sebelumnya, gue menawarkan lagu dengan nuansa yang santai dan tenang. Untuk I Have No Hometown, nuansa yang diberikan berbeda. Mengusung genre indie rock, di lagu ini kalian bisa dengar sentuhan shoegaze.

Lagu ini dibuka dengan guitar strumming yang dibalas dengan bait pertama. Mengikuti progres lagu, kita bisa dengar iringan gitar yang menggema dan overlapping khas shoegaze. Liriknya ditulis dalam Bahasa Inggris dan bercerita tentang seseorang yang merasa kosong dan kesepian ketika menjalani kehidupan barunya, dan di momen tersebut dia terkenang akan masa kecil dan kampung halamannya. Nah, kalian yang mungkin lagi merantau untuk kerja atau kuliah dan mengalami hal yang sama, mungkin cocok buat dengerin lagu ini untuk setidaknya menghibur diri dengan alunan shoegaze a la indie Korea.

Buat yang ingin dengar lagunya, coba liat video YouTube-nya di sini.

5. ideadead – Ariel

ideadead – Ariel via https://i1.sndcdn.com

Dirilis pada akhir tahun 2016, Ariel pada awalnya dibawakan oleh band The Black Skirts, band indie yang mengisi soundtrack berjudul Wait More untuk drama Another Oh Hae Young. Nah, versi ideadead ini merupakan music cover dari The Black Skirts dan menawarkan nuasana yang berbeda, lebih menyejukkan dan melankolis.

Lagu ini diawali oleh petikan gitar akustik yang sepintas mengingatkan gue dengan lagu Bimbang-nya Melly Goeslaw. Intro lagu dilanjutkan oleh bait yang dibawakan dengan gaya bernyanyi yang santai, seperti mengajak ngobrol si "my baby" yang disebutkan dalam lirik. Lagu ini menceritakan tentang seseorang yang mencoba menjelaskan alasan mengapa dia masih ingin berada di dekat pujaan hatinya, tetapi ternyata orang ini sudah nggak bersama si kekasihnya sehingga dia ingin tidur yang panjang dan bermimpi untuk kembali ke momen-momen kebersamaannya dulu. Bagian paling haunting dari lagu ini adalah bait terakhir yang merupakan repetisi kalimat "My baby's going away, far away now".

Kalau ingin dengar lagunya, bisa kunjungi song page-nya di Soundcloud.

6. Emergency9 – Falling Star

Emergency9 – Falling Star via http://e-cdn-images.deezer.com

Lagu bergenre folk ini dirilis pada akhir tahun 2016. Falling Star menawarkan aransemen gitar akustik yang sederhana nan ringan dan nuansa teduh yang menurut gue punya semacam sentuhan lagu anak-anak (tiba-tiba gue ingat waktu kecil, nyokap suka main gitar sambil nyanyi lagu-lagu anak). Karakter vokal yang manis dipadukan dengan petikan gitar jadi kombinasi yang pas.

Mungkin sambil dengar lagu ini, kalian bisa coba lihat langit malam dan nikmatin suasana. Alunan musik yang lembut bakalan jadi teman yang pas buat kalian yang mungkin lagi ngerasa kesepian di malam hari dan merindukan seseorang atau suasana tertentu. Buat yang ingin dengar lagunya, coba lihat video YouTube-nya di sini.

Nah, semoga pilihan lagu yang ditawarkan bisa menemani kamu yang lagi kesepian. Tapi ingat, jadi larut dalam kesepian dan kesedihan! Tetap semangat ya!