Di Indonesia, upacara bendera, seperti di negara-negara lainnya, selalu dilaksanakan pada hari-hari besar kenegaraan. Namun, bagi sebagian besar siswa sekolah di Indonesia, Upacara bendera juga identik dengan hari Senin, hari yang juga disebut sebagai hari paling menyebalkan sedunia. Hari dimana kamu dipaksa untuk move on dari liburan akhir pekan. Nggak heran, bukannya tertib saat upacara, mereka yang masih berada dalam euphoria santai akhir pekan malah sibuk ngobrolin gebetan yang semalem baru aja ketemuan. Kalau kamu termasuk salah satunya, mendingan stop deh berisik saat upacara.

Selain karena kamu bikin kesel temen-temen yang mencoba untuk khidmat dan guru BP yang berdiri di belakang barisan, sebenarnya banyak alasan dari diadakannya upacara bendera yang seharusnya bikin kamu sebagai peserta upacara lebih khusyuk dalam meresapi esensinya. 

 

1. Latihan disiplin

Anggep aja kalau bisa disiplin saat upacara berarti kamu bisa disiplin dimana aja nantinya

Anggep aja kalau bisa disiplin saat upacara berarti kamu bisa disiplin dimana aja nantinya via http://www.polres-sumenep.net

Tidak boleh terlambat, memakai seragam sesuai tata tertiblengkap beserta atributnya, tak ketinggalan topi sekolah yang harus dipakai adalah beberapa aturan yang tidak boleh ditanggalkan saat upacara. Belum lagi aturan tidak boleh berbicara selama upacara dan harus mengikuti komando pemimpin upacara. Aturan dibuat tentu bukan tanpa sebab dan bukan pula untuk dilanggar. Take it simple aja! Anggap aja upacara adalah salah satu sarana dimana kamu akhirnya bisa latihan disiplin. Kamu yang sehari-harinya susah banget diatur akhirnya menemukan motivasi untuk menjadi siswa yang lebih baik. 

2. Latihan sabar

Orang sabar disayang Tuhan

Orang sabar disayang Tuhan via http://smanic.sch.id

Sudah bukan rahasia kalau upacara di pagi hari adalah hal yang membosankan. Suasana hening saat upacara sukses bikin ngantuk. Terik matahari yang sedang naik pun mulai mengganggu walaupun kamu sudah pakai topi. Tapi sekali lagi, take it simple! Anggap saja kesabaran kamu sedang diuji. Kalau bosen dan mulai pengen ngobrol sama temen di sebelah please tahan! Kalau kamu berhasil menahan keinginan kamu untuk ngisengin temen di barisan depan juga berarti tingkat kesabaran kamu sudah berhasil naik satu level. Tantang dirimu untuk jadi pribadi yang lebih sabar!

3. Ajang silaturahim

barisan favorit, baris deket pohon

barisan favorit, baris deket pohon via http://omdidien.com

Belum tentu kamu berhasil lihat wajah si Cinta Dalam Hati dari kelas lain setiap hari, kan? Papasan di sekolah aja udah paling mending. Tapi seenggaknya ada harapan dimana kamu bisa ketemu dia walau cuma satu hari dalam seminggu. Kapan lagi kalau bukan hari Senin! Sudah jadi kebiasaan sebelum upacara kamu cari dulu di barisan mana si gebetan berada. Baru kemudian kamu tentukan posisi strategis dimana kamu harus baris demi bisa lihatin sosok gebetan kamu itu. Bukan cuma sama gebetan aja, sih. Upacara juga bisa jadi ajang silaturahim sama seluruh warga sekolah seperti guru dan para pegawai sekolah.

4. Menanamkan jiwa nasionalisme

Bawa bendera dengan hati-hati jangan sampai jatuh juga salah satu bentuk sederhana nasionalisme

Bawa bendera dengan hati-hati jangan sampai jatuh juga salah satu bentuk sederhana nasionalisme via http://tarakanita.or.id

Rasakan semangat nasionalisme-mu membara setiap kali bendera merah putih dikibarkan dan lagu Indonesia Raya dikumandangkan. Hormat kepada bendera dengan sepenuh hati, bukannya malah nutupin terik matahari pakai telapak tangan. Dulu, para pejuang kemerdekaan setengah mati ingin mengibarkan bendera merah putih di seluruh pelosok negeri. Sekarang ketika mengibarkan bendera bisa dilakukan dengan begitu tenang, mengapa kamu tidak mencoba bersyukur dan menikmatnya?

5. Mengingat dan menghormati jasa pahlawan

Ketika pengibaran bendera sudah tak sesulit dulu, bukankah sudah sepantasnya kita bersyukur

Ketika pengibaran bendera sudah tak sesulit dulu, bukankah sudah sepantasnya kita bersyukur via http://kompasiana.com

Untuk apa kamu pikir lagu mengheningkan cipta disenandungkan di setiap upacara ? Tentu saja untuk mendoakan dan mengenang jasa para pahlawan. Kamu mungkin lupa, bukan cuma mantan yang patut untuk dikenang. Jasa pahlawan lebih besar daripada jasa mantan yang cuma kasih kamu boneka dan kenangan. Jika masih sulit untuk meghayati lagu hening cipta, anggap saja kamu sedang bersyukur karena tidak harus lahir pada masa sebelum kemerdekaan dan ikut berperang seperti para pahlawan kemerdekaan.

 

Memang, upacara bendera bukan satu-satunya penentu rasa nasionalis kamu. Masih banyak hal lain yang bisa menunjukkan rasa nasionalisme kamu seperti misalnya berbuat baik dan taat aturan dimanapun, atau terlibat dalam proyek-proyek yang bertujuan memajukan infrastruktur dan ekonomi negara. Namun tetap saja, apa salahnya untuk sekedar meluangkan setengah jam dalam satu minggu kamu sebagai alarm atau pengingat bahwa kamu adalah putra-putri harapan bangsa yang sudah sepatutnya meneruskan perjuangan para pahlawan. Juga tak lupa sebagai rasa syukur bahwa berkat jasa mereka, para pahlawan, kamu kini bisa bersekolah dengan tenang di tanah yang dulu mereka perjuangkan. 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya