9 Kegiatan Positif Saat Libur Sekolah: Bikin Anak Tetap Aktif, Kreatif, dan Nggak Cuma Main Gadget

Bingung mau ngapain aja selama anak libur sekolah? Kamu bisa lakukan beberapa kegiatan ini

Libur sekolah memang jadi momen yang paling ditunggu anak-anak. Setelah berbulan-bulan berkutat dengan pelajaran, tugas, ulangan, dan rutinitas bangun pagi, akhirnya mereka punya waktu untuk bernapas lebih lega. Tapi di sisi lain, orang tua juga sering bingung mencari kegiatan positif saat libur sekolah supaya anak nggak hanya rebahan, main gadget seharian, atau tidur terlalu larut.

Padahal, liburan bisa jadi kesempatan emas untuk mengembangkan keterampilan baru, mempererat hubungan keluarga, sekaligus membuat anak belajar hal-hal yang mungkin tidak selalu didapatkan di sekolah. Kuncinya, pilih aktivitas yang menyenangkan, sesuai usia, dan nggak bikin mereka seolah lagi mengikuti pelajaran sekolah.

Nah, berikut 9 ide kegiatan positif saat libur sekolah yang bisa dicoba agar liburan anak tetap seru, sehat, dan bermakna.

1. Ajak Anak Berkebun

Berkebun bikin anak aktif dan melatih kesabaran mereka.

Berkebun nggak harus punya halaman luas. Anak bisa menanam cabai, tomat, kangkung, daun bawang, lidah buaya, atau tanaman hias kecil di pot, dan semua itu bisa dilakukan di rumah. Sebagai permulaan, kamu bisa beli paket menanam untuk anak-anak atau pemula di online shop. Kemudian, kamu bisa ajarkan anak cara memasukkan tanah ke dalam pot hingga menanam bibit tanaman.

Aktivitas ini mengajarkan anak tentang kesabaran, tanggung jawab, dan proses pertumbuhan makhluk hidup. Dengan kata lain, manfaatnya bukan hanya fisik, tapi juga emosional. Anak belajar merawat sesuatu setiap hari, mulai dari menyiram, memberi pupuk, hingga menunggu tanaman tumbuh.

Nggak cuma itu, berkebun juga bisa membuat anak lebih dekat dengan alam dan tidak terus-terusan berada di dalam rumah.

2. Belajar Memasak Menu Sederhana

Contoh cooking class event yang bisa diikuti oleh anak anak, nih. | Photo: instagram.com/favobakes

Mengajak anak memasak bisa jadi pengalaman yang seru dan penuh manfaat. Mulailah dari menu sederhana seperti sandwich, pancake, puding, salad buah, telur gulung, atau nasi kepal. Anak bisa belajar mengenal bahan makanan, menghitung takaran, mencuci bahan, dan memahami proses memasak dengan cara yang menyenangkan.

Kegiatan ini penting karena melatih kemandirian anak. Mereka jadi tahu bahwa makanan nggak muncul begitu saja di meja, melainkan butuh proses dan usaha. Selain itu, anak juga biasanya lebih semangat menyantap makanan yang ia coba buat sendiri.

Meskipun begitu, orang tua tentu tetap perlu mendampingi, terutama saat menggunakan pisau, kompor, atau alat elektronik lainnya.

Nah, kalau masak di rumah sedikit membosankan, kamu bisa coba ikut cooking class with kids yang biasanya diadakan oleh sebuah rumah makan/cafe, jasa kelas baking, dan sebagainya. Tentunya untuk mengikuti event memasak di luar, kamu harus merogoh kocek ratusan ribu per anak.

Advertisements

3. Membuat Kerajinan Tangan dari Barang Bekas

mengerjakan DIY bareng anak-anak ternyata sangat menyenangkan, lho!

Barang bekas seperti kardus, botol plastik, gulungan tisu, stik es krim, atau koran lama bisa disulap menjadi karya yang lucu dan bermanfaat. Anak bisa membuat tempat pensil, miniatur rumah, mobil-mobilan, celengan, atau hiasan kamar dengan mengikuti tutorial yang diajarkan oleh orang tuanya. Dengan begitu, selain melatih kesabaran dan fokus anak, kegiatan ini juga mampu meningkatkan kedekatan atau bonding antara anak dan orang tua.

Sebagai salah satu kegiatan positif saat libur sekolah, manfaat lain dari membuat kerajinan tangan juga mengajarkan anak tentang pentingnya daur ulang. Mereka belajar bahwa barang yang terlihat tidak berguna masih bisa punya nilai jika diolah dengan ide kreatif dan kekinian. Selain murah, aktivitas ini juga cocok untuk mengisi waktu siang hari di rumah.

4. Mengikuti Kelas Minat atau Workshop Anak

Contoh kelas workshop anak yang bisa diikuti nih | Photo: instagram.com/tmiiofficial/

Liburan bisa dimanfaatkan untuk mencoba kelas baru yang tidak sempat diikuti saat sekolah aktif. Misalnya kelas menggambar, menari, musik, hingga mempelajari budaya daerah tertentu. Nggak cuma menyenangkan, kelas seperti ini membantu anak mengenali minat dan bakatnya, begitu pula orang tua yang juga bisa mengetahui keahlian anak-anaknya.

Kelas Workshop sendiri kini sudah jauh lebih modern dengan pengaturan jadwal yang lebih fleksibel dan teratur, sehingga memudahkan anak mengikuti sesi sesuai waktunya. Namun, pastikan kelas yang dipilih tidak terlalu padat seperti jadwal sekolah, ya. Sebab, tujuan utama mengikuti kelas workshop anak adalah memberi pengalaman baru, bukan membuat anak merasa liburannya berubah jadi beban tambahan.

5. Mengunjungi Museum, Kebun Binatang, atau Tempat Edukasi

Ajak anak ke kebun binatang untuk mengenal langsung nama-nama hewan dan wujudnya

Liburan tidak harus selalu ke mal. Museum, kebun binatang, taman sains, planetarium, akuarium, atau tempat edukasi lokal bisa menjadi pilihan yang jauh lebih bermakna buat anak-anak, apalagi ketika rasa penasaran mereka sedang tinggi-tingginya. Anak pun bisa belajar sejarah, sains, hewan, budaya, atau lingkungan secara langsung.

Sebagai kegiatan positif saat libur sekolah, wisata edukasi membuat anak belajar tanpa merasa sedang belajar. Pengalaman melihat benda asli, hewan hidup, atau simulasi sains biasanya lebih membekas daripada hanya membaca dari buku. Agar manfaatnya maksimal, orang tua bisa mengajak anak berdiskusi ringan setelah pulang atau memberikan edukasi sembari jalan-jalan.

Misalnya saat di kebun binatang, anak-anak melihat Jerapah. Kamu bisa memberikan informasi bahwa jerapah merupakan hewan herbivora yang memakan rumput.

Namun jika tiket masuk ke kebun binatang dirasa agak mahal dan kamu ingin berhemat, coba ajak anak ke pasar hewan untuk melihat beberapa hewan secara gratis. Biasanya di pasar hewan, banyak pedagang memperjualbelikan burung merpati, hamster, kelinci, dan aneka ikan hias. Pulangnya bisa beli ikan hias dengan harga yang terjangkau.

6. Piknik di Taman

Piknik di taman itu gratis, tapi harus siap membawa bekal yang cukup, ya.

Piknik di taman bisa jadi pilihan liburan yang santai tapi menyenangkan buat anak, karena mereka bisa menikmati udara segar, bergerak bebas, melihat tanaman, bermain di area terbuka, atau sekadar makan bekal bersama keluarga di atas tikar. Kegiatan seperti ini tentunya membantu anak lebih dekat dengan alam dan memberi jeda dari rutinitas sekolah maupun layar gadget.

Kalau tempat tinggalmu dekat dengan taman kota atau taman yang memang memiliki akses publik memadai, ajaklah anak bermain bola, meniup gelembung sabun, membaca buku di bawah pohon, atau mengamati serangga dan burung. Kegiatan sederhana seperti ini bisa melatih rasa ingin tahu, kemampuan observasi, dan kreativitas anak tanpa harus terasa seperti belajar formal layaknya di sekolah.

Sebagai kegiatan positif saat libur sekolah, piknik di taman juga bagus untuk mempererat hubungan keluarga. Orang tua bisa mengobrol lebih santai dengan anak, mendengarkan cerita mereka, atau bermain bersama tanpa distraksi pekerjaan rumah. Suasana taman yang terbuka biasanya membuat anak lebih rileks dan mudah mengekspresikan diri.

7. Bermain Board Game atau Puzzle

Main puzzle begini juga seru banget, lho!

Board game dan puzzle bukan sekadar permainan pengisi waktu, melainkan aktivitas bermanfaat yang mampu melatih logika, kesabaran, strategi, kerja sama, dan sportivitas, bahkan memori anak. Untuk memainkan salah satunya, kamu bisa membeli mainan edukasi anak ini di online shop atau toy store terdekat. Kemudian bikin permainan lebih seru dan menyenangkan. Misalnya saja, barang siapa yang kalah maka akan mendapatkan hukuman berupa membereskan ruang tamu atau menyiram tanaman.

Namun kamu juga bisa memilih permainan sesuai dengan usia anak-anak, seperti ular tangga, monopoli anak, kartu memori, puzzle gambar, lego, atau permainan edukatif lainnya.

Kegiatan ini cocok dipilih dan bisa dilakukan bersama keluarga tanpa harus keluar rumah. Anak belajar menang dengan rendah hati dan kalah tanpa marah berlebihan. Untuk anak yang sulit fokus, puzzle juga bisa membantu melatih konsentrasi secara bertahap, lho!

8. Membuat Jurnal Liburan

Journaling sama anak bisa dilakukan sejak dia duduk di bangku SD kelas 4-6

Berbeda dengan proses journaling orang dewasa, jurnal liburan anak-anak bisa berisi tulisan, gambar, foto, tiket tempat wisata, daun kering, atau cerita singkat tentang kegiatan mereka setiap hari. Aktivitas ini melatih kemampuan menulis, mengingat, dan mengekspresikan perasaan serta belajar menyusun cerita secara runtut.

Sebagai orang tua, kamu bisa masukkan ini ke dalam kegiatan positif saat libur sekolah dengan tujuan agar anak memiliki memori libur mereka sendiri. Di akhir liburan, jurnal ini bisa menjadi kenang-kenangan yang manis, bahkan bisa ditunjukkan kepada guru.

Perlu dicatat bahwa dalam kegiatan ini orang tua tidak perlu menilai benar-salah tulisannya, cukup beri apresiasi agar anak percaya diri menuangkan pikirannya.

9. Memancing Bersama

Saatnya mancing mania mantap, bersama anak!

Memancing bersama adalah aktivitas liburan yang sederhana tapi punya banyak manfaat untuk anak, karena mereka tidak hanya duduk menunggu ikan, tapi juga belajar mengenal alat pancing, umpan, jenis ikan, aturan keselamatan di sekitar air, dan pentingnya menjaga ketenangan. Kegiatan ini bisa dilakukan di kolam pemancingan keluarga, danau wisata yang aman, atau tempat khusus anak yang sudah menyediakan fasilitas memancing.

Selain melatih kesabaran dan fokus, kegiatan memancing juga memberi pelajaran pada anak bahwa tidak semua hal bisa didapat secara instan. Mereka harus menunggu, memperhatikan gerakan pelampung, dan mengendalikan emosi saat ikan belum juga didapat. Ini sangat baik untuk melatih regulasi emosi, terutama bagi anak yang terbiasa dengan hiburan cepat dari gadget.

Sebagai kegiatan positif saat libur sekolah, memancing bersama juga bisa mempererat hubungan antara anak dan orang tua. Selama menunggu ikan, orang tua bisa mengobrol santai, bercerita, atau mengajarkan hal-hal kecil tentang alam. Anak juga bisa belajar empati terhadap makhluk hidup, misalnya dengan memahami cara memegang ikan dengan hati-hati atau melepas kembali ikan kecil ke kolam jika diperlukan.

Bagaimana, semuanya tampak menyenangkan, bukan? Liburan sekolah seharusnya menjadi waktu yang menyenangkan sekaligus bermanfaat untuk anak. Dengan memilih kegiatan positif saat libur sekolah, orang tua bisa membantu anak tetap aktif, kreatif, sehat, dan belajar banyak hal baru tanpa tekanan akademik. Tidak semua kegiatan harus mahal atau dilakukan di luar rumah, seperti membaca, memasak, berkebun, membuat kerajinan, sampai membantu pekerjaan rumah pun bisa memberi manfaat besar jika dilakukan dengan cara yang menyenangkan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Seorang Content Writer SEO dan Content Creator yang suka belajar hal-hal baru, terutama tentang transformasi dunia digital agar bermanfaat dan memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan yang relevan saat ini.

Editor

Seorang Content Writer SEO dan Content Creator yang suka belajar hal-hal baru, terutama tentang transformasi dunia digital agar bermanfaat dan memberikan solusi atas permasalahan-permasalahan yang relevan saat ini.