Hubungan jarak jauh, katanya lebih menguji iman ketimbang hubungan yang dijalani dengan pasangan yang satu kota. Masalah yang dihadapi katanya tak sekadar menahan rindu, namun juga ketakutan-ketakutan jika pasangan kita melakukan hal-hal yang nantinya dapat merusak hubungan.

Sekarang saja sudah memasuki bulan-bulan akhir di 2018, namun pikiranmu masih terus saja dipenuhi dengan kekhawatiran yang tidak beralasan, so yesterday lah ya. Coba deh pahami hal-hal ini, supaya kamu nggak gampang galau dan curigaan lagi.

1. Sudah jadi resiko pasangan LDR kalau susah saling menghubungi. Kalau sudah begitu kamu kanya perlu bersabar lebih lagi

yang salah signalnya, bukan pacarmu ya

yang salah signalnya, bukan pacarmu ya via http://www.unsplash.com

Susah signal, ponsel yang kehabisan daya atau sekadar tiba-tiba eror hanyalah tiga dari sekian banyaknya masalah yang diakibatkan dari teknologi. Kalau masalah macam ini datang menimpa kamu dan pacarmu, yang bisa kamu lakukan hanya bersabar dan merapal doa, berharap bisa segera mendapat ataupun memberi kabar.

Jangan emosi, itu pun bukan kesalahanmu atau pacarmu. Karena secanggih apapun teknologi buatan manusia, pasti ada kekurangannya, ‘kan?

2. Atau ketika pacarmu tak kunjung memberi kabar, ingatlah bahwa kesibukannya tak hanya membalas chat dan mengangkat teleponmu saja

nggak perlu diteleponin terus lah ya

nggak perlu diteleponin terus lah ya via http://www.unsplash.com

Advertisement

Pacarmu terbilang lambat saat membalas chat ataupun malah susah ketika dihubungi? Seharusnya, itu tak lagi jadi masalah untukmu yang sudah sedewasa ini. Pacarmu yang susah ditanyai kabar atau jarang memberi perhatian ini bisa jadi sedang sibuk-sibuknya dengan tugas-tugas kuliahnya.

Kalau masih mudah marah hanya karena pesan yang tak kunjung dibalas, coba tekankan dalam hati sekalian pikiran, bahwa kalian berpisah sementara toh demi menggapai cita-cita. Justru patutnya kamu mendukung dan menyemangati, saat kekasihmu dilanda kesibukan tak bertepi, bukannya marah dan meminta pisah.

3. ‘Cemburu Tanda Cinta’ itu pepatah lama. Karena banyak curiga membuat hubunganmu banyak drama

jangan gampang cemburuan deh

jangan gampang cemburuan deh via http://www.unsplash.com

Kalau di otakmu masih terukir pepatah yang mengatakan ‘cemburu tanda cinta’ pertanda kamu perlu segera jalan-jalan dan menyegarkan pikiran. Tanda cinta 2018 bukan lagi ditunjukkan dengan cemburu dan curiga, karena bukannya pacarmu tambah sayang dan mengerti kalau cemburumu itu ungkapan cinta, justru ia malah jadi sebal dan jengkel. Hampir tiap hari kamu mencecarnya dengan pertanyaan dan ketidak percayaan, kalau begini, yakin pacarmu betah?

4. Biarlah pacarmu menikmati waktunya. Jikalau jodoh, kamulah pulang dari segala petualangnya

dia juga butuh waktu sendiri

dia juga butuh waktu sendiri via http://www.unsplash.com

Advertisement

‘Baru pacaran kok udah banyak ngatur. Gimana nanti kalau betulan menikah?’

Wih, serem nggak sih kalau mendengar komentar seperti itu? Komentar yang selalu ditujukan untuk seorang pengekang. Nah, biar kamu nggak mendapat predikat ‘pengekang bin posesif’ dari pacar ataupun orang-orang disekeliling kalian, kurang-kurangin deh kebiasaanmu yang tiap jam video call pacar cuma karena butuh bukti dia sedang ada dimana, jangan lagi deh melarang dia bertemu dengan teman-teman lawan jenisnya.

Sekalipun kamu adalah kekasih, kamu tidak pernah berhak untuk melarang dan memaksa pasanganmu untuk memberikan seluruh waktunya padamu. Sebab, pacarmu bukanlah bonekamu.

5. Tahu kok kalau LDR-an itu berat. Namun tak lantas kamu boleh minta ketemu kapan saja

jatah ketemu kamu pasti ada. tenang aja

jatah ketemu kamu pasti ada. tenang aja via http://www.unsplash.com

Paham kok kalau menahan rindu itu berat. Apalagi untuk kamu yang sudah berbulan-bulan tak jumpa – rasanya ingin menghalalkan berbagai cara supaya bisa bertemu segera. Sayangnya, hanya karena kamu sudah tak mampu menahan rindu, kamu juga tak bisa memaksa pacarmu bertemu. Bukan, bukan karena nanti ia akan menolak demi bertemu ‘yang lainnya’ itu semata-mata demi kebaikan masa depan kamu dan pacarmu juga, kok. Asal-asal dia menyetujui bertemu namun malah mengorbankan pekerjaannya, malah kacau setelahnya.

6. Sering menuduhkan hal buruk pada pacarmu justru bisa menjadikannya seperti apa yang kamu tuduhkan

mending mikirin yang baik-baik

mending mikirin yang baik-baik via http://www.unsplash.com

Kamu sering menuduh pacarmu dengan berbagai macam hal buruk? Misal, kamu yang berbeda kota dengan pacarmu ini sering menerka bila ia sedang bermesraan dengan orang lain karena pesanmu tak kunjung dibalasnya, kamu kemudian menudingnya berselingkuh, sementara yang dilakukannya adalah sebenar-benarnya sibuk bekerja.

Karena kesal, dia justru jadi benar selingkuh. Sedih kan, pacarmu yang orang baik-baik jadi berubah dan meninggalkanmu karena sikapmu sendiri yang tidak bisa menghargainya? Stop deh berpikiran buruk, nggak ada untungnya lho menuduh pacarmu, karena yang ada, malah akan melukai hatinya.

7. Hei, ketimbang menghabiskan waktumu untuk menunggu sebuah chat, mending nikmati waktumu ketika sendiri. Toh definisi bahagia tak selalu bersama pacar

bahagia tak melulu dengan pacar

bahagia tak melulu dengan pacar via http://www.unsplash.com

Saat pacarmu sibuk, saat kamu mulai dikuasai pikiran negatif tentangnya, mending kamu keluar dari rumah dan habiskan waktu untuk melakukan hal-hal yang lebih berfaedah dan menyenangkan. Menyelesaikan tugas, atau berkumpul dengan teman.

Saat pacarmu pulang nanti, kamu akan disibukkan dengan bermacam agenda kencan dan sulit meluangkan waktu untuk memiliki waktu sendirian atau dengan teman. Ingat ya, definisi bahagia itu beragam dan tak selalu dengan pacar.

Pacaran berbeda kota itu punya seninya sendiri. Nggak dengan rengekan atau tuduhan yang bermacam-macam supaya lebih diperhatikan. Justru yang lebih dibutuhkan dalam hubungan jarak jauh yang sebenarnya adalah pemakluman yang lebih besar, rasa percaya yang tidak ada habisnya, serta cinta yang lebih kuat dari keinginan untuk menang sendiri.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya