Banyak cara yang bisa dilakukan buat membayar cicilan utang yang hingga tuntas. Namun, nggak semua cara tersebut bikin utang kamu beres dalam waktu singkat. Sebenarnya nih ada beberapa cara cepat melunasi utang yang dijamin gampang banget deh buat dilakuin.

Asalkan cara cepat melunasi utang tersebut dilakukan secara konsisten, cicilan-cicilanmu niscaya cepat lunas nggak pakai tersendat-sendat. Tentunya kamu kepengin kan lepas dari utang agar nggak membebani lagi pikiranmu?

Nggak usah berlama-lama lagi, begini cara cepat melunasi utang buat kamu yang pengin terhindar dari jeratan utang. Yuk, kita simak bareng-bareng yang udah dirangkum oleh MoneySmart.id berikut ini:

1. Hitung berapa besar cicilan utang yang kamu bayarkan

Kenapa dihitung lagi? Ya, walaupun udah tahu berapa banyak utang yang ditanggung, kamu mesti tahu sebenarnya berapa besar alokasi pengeluaran buat bayar cicilan tiap bulannya.

Advertisement

Ini penting agar kamu bisa mengukur seberapa mampunya buat membayar utang. Idealnya, alokasi pengeluaran buat bayar utang itu maksimal 30 persen dari gaji bulanan. Lebih dari itu adalah pertanda kalau keuangan kamu sedang nggak sehat.

Syukur-syukur, cicilan per bulannya kurang dari 30 persen. Itu berarti kamu masih mampu bayar cicilan hingga selesai. Lain cerita kalau lebih dari 30 persen. Nggak menutup kemungkinan kamu nantinya berpotensi gagal bayar utang-utangmu.

Nah, setelah mengetahui besaran cicilan utang yang mesti  kamu bayar, ikuti cara cepat melunasi utang berikut ini.

2. Prioritaskan pembayaran utang berbunga tinggi

Advertisement

Selanjutnya adalah mengurutkan utang dari yang memiliki bunga tertinggi hingga yang berbunga rendah. Dalam perhitungan besaran cicilan utang yang dibayarkan, kamu bisa sekalian bikin urutan utang-utang yang berbunga tinggi tersebut.

Cara cepat melunasi utang yang satu ini meminta kamu memprioritaskan pembayaran utang yang bunganya paling tinggi. Inilah yang dinamakan metode debt stacking.

Metode debt stacking adalah cara melunasi utang dengan mendahulukan pembayaran utang yang bunganya paling tinggi. Kenapa utang berbunga tinggi yang dibayar lebih dulu? Sebab bunga tinggi menjadi sebab utama dari bengkaknya utang yang ciptakan non-performing loan.

Sementara utang berbunga rendah, penumpukannya dalam jangka pendek masih bisa diantisipasi. Sampai di sini udah jelas kenapa mesti pakai metode debt stacking?

3. Kurangi beban bunga utang

Emangnya bisa bunga utang dikurangi? Bunga utang itu bisa dikurangi kok. Sayangnya, ini cuma berlaku buat beberapa utang aja. Seperti yang kamu tahu, utang itu bermacam-macam, dari utang kartu kredit, KTA, hingga KPR.

Buat kamu yang punya utang kartu kredit, gunakan balance transfer kartu kredit menjadi cara yang bisa diandalkan. Balance transfer kartu kredit adalah pemindahan tagihan kartu kredit bank satu ke kartu kredit bank lain. Dengan pakai cara cepat lunasi utang ini, pengguna kartu kredit yang awalnya bayar tagihan dengan bunga kartu kredit bank lama bisa bayar tagihan dengan bunga ringan dari kartu kredit bank baru.

Lain halnya kalau kamu punya utang dari pinjaman KTA atau KPR. Kamu bisa dapatkan keringanan bunga dengan melakukan penjadwalan kembali (rescheduling), persyaratan kembali (reconditioning), dan penataan kembali (restructuring).

Penjadwalan kembali (rescheduling) dimaksudkan buat mengubah jangka waktu pelunasan atau tenor dari yang tadinya 2 tahun menjadi 5 tahun. Tenor yang panjang bisa bikin cicilan jadi ringan. Kalau persyaratan kembali (reconditioning) ditujukan buat mengubah besaran bunga yang disesuaikan dengan kondisi debitur. Sementara penataan kembali (restructuring) mencakup semuanya dari rescheduling hingga reconditioning.

4. Ubah skema bujet pengeluaran

Agar utang cepat selesai, kamu juga harus melakukan cara cepat melunasi utang yang satu ini. Mengubah skema bujet pengeluaran bisa mendorong cepatnya pelunasan utang. Misalnya aja selama ini kamu pakai aturan budgeting 50/30/20 dalam mengalokasikan pengeluaran. Kalau seandainya diubah menjadi 40/50/10, dijamin deh utang bakal lunas.

Gimana nggak lunas? Sebesar 50 persen gajimu dialokasikan buat pembayaran tagihan. Sementara 40 persen buat pemenuhan kebutuhan pokok dan 10 persen buat ditabung atau diinvestasikan.

Dipikir-pikir, ini berarti kamu harus berhemat dan menyetop sementara pengeluaran-pengeluaran yang nggak terlalu penting. Namun, gimana pun juga dalam pelunasan utang, ada konsekuensi yang ditanggung dengan cara penghematan ini.

5. Cari penghasilan tambahan atau jual aset

Cari penghasilan

Cari penghasilan via https://www.shutterstock.com

Cara cepat melunasi utang ini juga bisa diandalkan. Mencari penghasilan tambahan gak bikin kamu harus korbankan beberapa pengeluaran yang biasanya rutin kamu penuhi. Namun, konsekuensinya adalah kamu mesti korbankan waktu semisal weekend.

Nah, andai aja kamu enggan ambil opsi cari penghasilan tambahan, kamu bisa menjual aset yang dimiliki buat melunasi utang. Sayangnya, opsi ini juga butuh kerelaan yang besar dari kamu. Soalnya kamu mesti korbankan aset yang udah kamu kumpulkan selama ini.

Itu tadi beberapa cara cepat melunasi utang. Cara-cara di atas bisa aja jadi percuma kalau nggak serius menjalankannya. Misalnya aja dijalankan cuma di awal, tapi semakin ke sini nggak diteruskan. Intinya adalah seberapa kuat niatan kamu dalam melunasi utang.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya