Sebagai pendidik, dosen juga punya keluhan terhadap anak didiknya. Namun, para dosen ini sering menyembunyikan keluhannya dan lebih memilih curhat ke sesama dosen. Sayangnya, kebanyakan mahasiswa kurang peka bahwa dosennya mengeluhkan beberapa hal padanya. Apa aja sih keluhan dosen yang jarang diketahui mahasiswa? Delapan poin berikut adalah beberapa di antaranya. Yuk kita pahami dan coba kita hindari!

1. Mahasiswa Telat

Memang sih menerima kuliah itu hak mahasiswa. Terserah masing-masing individu mau masuk kelas tepat waktu atau nggak. Toh, yang menanggung resikonya juga mahasiswa itu sendiri. Tapi, saatnya kamu menyadari bahwa keterlambatanmu juga berpengaruh pada kondisi kelas.

Advertisement

Hal inilah yang paling mengganggu konsentrasi dosen dan juga teman-teman sekelasmu. Ketika mereka lagi serius-seriusnya presentasi, tiba-tiba kamu ketuk pintu atau nyelonong masuk kelas. Itu sangat mengganggu guys.. So, jangan hanya memikirkan hakmu sendiri ya, pahami juga hak dosen dan teman-temanmu lainnya yang ingin belajar tepat waktu.

2. Mahasiswa Tidak Siap Presentasi

Mahasiswa tidak siap presentasi via http://www.wovgo.com

Tugas presentasi kelompok bukan hal asing bagi mahasiswa. Sayangnya, ketidakasingan tugas tersebut justru disepelekan oleh sebagian mahasiswa. Ada aja mahasiswa yang mengulur-ulur waktu presentasinya dengan berbagai alasan. Laptop eror, nunggu makalah dan file PPT yang dibawa teman lainnya, hingga alasan proyektor dan LCD rusak.

Padahal, ini alasan yang nggak masuk akal di era teknologi yang udah maju. Namanya tugas kelompok, setiap orang harusnya pegang masing-masing kopian file makalah dan PPT. Lihat tuh, dosenmu mulai malas menyimak presentasimu. Itu karena kesalahanmu sendiri.

3. Mahasiswa Tidur, Main Gadget, dan Bicara Sendiri, Tapi Diam Begitu Diberi Pertanyaan.

Mahasiswa terlelap dan main gadget via http://tango.image.com

Advertisement

Ketika dosen berbusa-busa menerangkan teori dan metode penelitian, mahasiswa di belakang asyik terlelap, upload foto di Instagram, serta gosipin pacar temannya. Eh, begitu ditegur dan diberi pertanyaan, mereka hanya bisa diam sambil senyum-senyum tak berdosa. Sekali lagi, menerima kuliah memang hak mahasiswa. Terserah mahasiswa mau mendengarkan atau tidak.

Yang perlu diingat, segala aktifitasmu di kelas berpengaruh juga pada seisi kelas, termasuk ketika kamu tidur, main gadget, atau ngerumpi sendiri. Wajarlah kebiasaan burukmu dikeluhkan para dosen. Apalagi, kalau kamu suka menggerutu di belakang dosen. Sudah dipastikan dosen akan mengeluh padamu.

4. Ini Tulisan atau Prasasti?

Tulisan atau prasasti? via http://3.bp.blogspot.com

Meskipun teknologi serba canggih, sebagian Bapak/ Ibu dosen sering memberi tugas yang mengharuskan mahasiswanya menulis tangan. Tugas semacam ini adalah salah satu upaya dosen menghindarkan mahasiswa dari praktek copas. Tapi, dasarnya mahasiswa terdiri dari berbagai makhluk kreatif, ada yang tulisannya serapi font komputer, ada juga yang tulisannya mirip prasasti tak terbaca.

Ya, tulisan tangan yang hanya bisa dibaca pembuatnya. Gimana tugasmu diberi nilai A kalau untuk membacanya aja dosen perlu menguras seluruh waktu dan tenaganya? Ayolah anak kampus, belajar nulis tangan lagi yah sama adek-adek PAUD! Minimal, minta temanmu membaca tulisan tanganmu. Kalau temanmu garuk-garuk kepala dan hanya mengerutkan keningnya, berarti kamu berbakat menjadi penulis prasasti. Waspadalah!

5. Mahasiswa Protes Nilai

Protes nilai via https://cdns.klimg.com

Nilai ibarat agama baru bagi mahasiswa. Semua dilakukan untuk mendapat nilai A berbinar di KHS. Sayangnya, mahasiswa sering nggak sadar kalau usahanya ternyata tak seberapa. Mahasiswa merasa jadi makhluk paling tersiksa setelah mengerjakan tugas hingga larut malam, begadang sampai pagi menjelang, menguras habis isi kocek sebulan, hingga riwa-riwi pulau seberang untuk menyelesaikan tugas yang hanya dihargai nilai B. Si mahasiswa pun marah-marah, protes mengapa nilainya B, C, atau D dan E. Bahkan, sampai menuduh dosen pilih kasih dan kongkalikong dengan sejumlah mahasiswa kesayangan.

Mahasiswa sering nggak sadar kalau ilmu dan pengetahuannya sebatas di permukaan. Mahasiswa juga sering lupa ketika mereka nyontek atau curang. Padahal, Bapak/Ibu dosen mempertimbangkan matang-matang.

6. Dosen Baik Itu yang Nggak Pernah Masuk Tapi Ngasih Nilai A. Dosen Nyebelin Itu Kalau Sering Masuk Tapi Kasih Nilai Standar

Kriteria dosen baik via http://www.forgic.com

Hayooo… kriteria dosen baik dan nyebelin menurutmu persis kalimat di atas kan? Selera boleh aja. Tapi, kriteriamu itu hanya akan melukai dosen-dosen rajin yang datang kelas tepat waktu, menjaga ujian secara ketat agar mahasiswanya tidak curang, serta memberi nilai seobjektif mungkin agar mahasiswa termotivasi belajar. Bukannya membeda-bedakan dosen satu dengan lainnya.

Faktanya memang begitu. Mahasiswa lebih suka libur dan nggak dapat tugas tapi dapat nilai A di KHS. Kalau tiap hari masuk dan mendapat tugas tapi masih dapat nilai B di KHS, buat apa? Hello… memangnya kamu kuliah hanya untuk ngejar nilai A? Mari kita renungkan!

7. Mahasiswa Tak Punya Sopan Santun

SMS yang nggak sopan via http://uniqpost.com

Attitude adalah hal krusial bagi dosen. Sayangnya, mahasiswa nggak sadar kalau attitude mereka juga bagian dari aspek penilaian. Bukan hanya penilaian formal yang dimasukkan dalam KHS, tapi juga penilaian interpersonal yang diigat dosen kepada mahasiswanya.

Kalau sampai sekarang kamu suka celometan, berbicara dengan bahasa kasar, SMS disingkat-singkat, misuh-misuh dan melontarkan sumpah serapah kepada dosen… jangan heran nilai di KHS-mu tiba-tiba E meskipun hasil ujianmu memuaskan. Jangan heran juga jika tiba-tiba dosen bersikap bad-mood di depanmu. So, bersikaplah sopan meskipun dosenmu menampilkan kesan santai dan easy-going. Bagaimana pun, mereka adalah sosok yang membagikan ilmunya padamu. Hormatilah jika kamu ingin ilmumu barokah.

8. Mahasiswa Hobi Adu Domba Pendapat Dosen

Kata ibu ini begini pak! via https://img.okezone.com

Kamu mungkin sering nggak sadar mengucapkan kalimat ini pada salah satu dosen, “Tidak begitu bu… kata ibu ini begini.. kata bapak ini juga begini…”. Of course niatmu itu memang baik. Kamu bermaksud mengatakan pendapat dosen A tidak tepat, dengan menunjukkan penjelasan dari dosen B dan C. Jika caramu berdalih kepada dosen semacam ini, secara nggak langsung kamu udah mengadu domba pendapat dosen-dosen di kampusmu. Bagi sebagian dosen it’s okay.

Tapi hati-hati dengan mereka yang menempatkan attitude di atas segalanya. Sebab caramu beropini nggak etis banget untuk disampaikan pada Bapak/ Ibu dosen. Mereka pun jadi mengeluhkan sikapmu.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya