Kejadian Marshanda beberapa tahun silam memang susah untuk dilupakan, atau aku saja yang tidak bisa lupa. Hehe. Mohon maaf sedikit flash back tentang kehidupan artis ini. Pernah dia mengunggah tentang sakit hati lewat Youtube, kemudian melepas hijab, dirawat di RS dan didiagnosis mengidap bipolar disorder (correct me if I am wrong).

Bipolar, sejak kejadian tersebut beberapa orang yang memiliki kecenderungan memiliki penyakit yang sama atau pengasuh salah satu pengidap akan berterima kasih pada Marshanda. Ketika orang bertanya tentang suatu penyakit yang dia derita atau orang derita, dia akan berkata ‘itu lho contohnya Marshanda’. Orang akan berkata ‘oh, mirip Marshanda ya’. Tapi benarkah orang telah mengerti bipolar yang sesungguhnya.

Bipolar secara etimologi berasal dari kata bi yang artinya dua dan polar yang artinya kutub. Secara keseluruhan, bipolar memang berkaitan dengan penyakit mood yang berubah sangat cepat. Lantas apakah setiap orang yang memiliki mood berubah dikatakan bipolar. Tentu saja tidak, karena butuh observasi dan tentu diagnosis dari seorang dokter ketika seseorang mengidap bipolar. Namun, jika diperhatikan secara rinci terutama untuk seorang care giver (pengasuh), orang yang mengidap bipolar memiliki pattern yang sama.

Seorang penderita bipolar biasanya memiliki energy yang sangat besar sehingga dia bisa mengerjakan sesuatu dengan cepat, walaupun dia kekurangan tidur, energinya masih bersisa banyak. Biasanya mereka memiliki cara bicara yang tidak biasa, jika berada di fase manic maka mereka akan berbicara sangat cepat dan jika berada di fase depresi maka mereka akan menutup mulut mereka rapat dan hanya menangis.

Para penderita ini biasanya akan mengalami fase manic dan depresi dalam selang waktu tertentu. Fase depresi diisi dengan mengurung diri, meratapi nasib, dan biasanya memori akan flash back ke jaman masa di mana dia mengalami rasa sakit yang tidak bisa dilupakan. Sementara fase manic, penderita akan menggunakan energinya untuk hal-hal yang dia senangi, misalnya berbelanja atau berjalan-jalan tanpa menghitung budget yang dia miliki.

Seringnya mereka memiliki pikiran yang saling overlapping satu sama lain, berhalusinasi, dan mendengarkan suara-suara dari ‘orang yang mereka kenal’. Tak jarang dari mereka melakukan bunuh diri karena mendengar ajakan dari suara-suara tersebut dan tentunya diiringi dengan fase depresi yang membuat mereka melakukan hal ekstrem. Apa yang harus dilakukan sebagai seorang penderita bipolar?

1. Ke dokter, ya konsultasikan apapun yang dirasa kepada dokter yang Anda percaya

Jika Anda diwajibkan memakan obat, jangan pernah lupa atau sengaja untuk tidak memakan obat karena obat bisa menghambat aktivitas otak yang berlebihan sehingga Anda memiliki waktu yang cukup untuk beristirahat. Jika ada yang sembuh tanpa obat, percayalah tidak semua bisa sembuh tanpa obat. Ada orang-orang yang memang sulit menguasai dirinya sendiri. Jadi jangan menganggap enteng sebuah resep obat karena semua berdosis dan tidak sembarang dikeluarkan.

2. Hadapi kenyataan

Sebuah kalimat yang sedikit horror untuk manusia pada umumnya, menghadapi kenyataan. Bukan hal mudah menghadapi kenyataan kita punya masalah atau kita didiagnosis seorang dokter mengidap suatu penyakit. Pada orang penderita bipolar, mereka akan kambuh bipolar-nya ketika memiliki event pemantik yang tidak ingin dia hadapi.

Advertisement

Terkadang hal sepele jika dibiarkan akan bertambah besar bukan? Menerima kenyataan pahit kadang menjadi obat tersendiri untuk segala penyakit. Dari titik sana kita akan mulai bebenah diri (jika mau) dan memperbaiki apa yang salah sehingga tidak akan terjadi hal yang serupa atau mengulang pola kesalahan yang sama.

3. Cari hobi yang bisa menyalurkan energy berlebih yang dimiliki

Ludwig von Beethoven

Ludwig von Beethoven via https://www.emaze.com

Bipolar ini biasanya diidap oleh orang-orang jenius, bisa dikatakan ini adalah gift dan ujian secara bersamaan yang Tuhan berikan pada hamba-Nya. Jika dia mendapatkan saluran yang bagus, biasanya mereka akan sangat ‘hidup’ di sana. Salah satu contoh orang terkenal yang mengidap bipolar adalah Ludwig von Beethoven, dia menyajikan karya yang luar biasa lewat music dan karyanya masih dikenang sampai sekarang. Kalian bisa meng-googling orang terkenal lainnya.

Jangan lupa untuk tetap bersyukur dan dekat dengan Tuhan. Apapun yang diberikan Tuhan pada hamba-Nya tentu punya tujuan. Oleh karena itu, dekatkan diri pada Tuhan dan lebih banyak bersyukur atas nikmat yang sudah diberikan. Bukankah sampai saat ini kita lebih banyak mengeluh dibanding bersyukur?

4. Bergabung dengan komunitas

Advertisement

Jika membutuhkan komunitas bipolar, di facebook terdapat grup bipolar Indonesia. Grup ini dibuat agar penderita tidak merasa sendiri saat menghadapi hal yang tidak mengenakkan terkait bipolar. Kalian juga akan mendapati banyak teman di sana, selain media curhat biasanya di dalam grup ada psikolog, psikiater, dan care giver sendiri.

5. Percaya pada keluarga

Keluarga adalah salah satu tempat bertumbuh dan berkembang, tak jarang kita mendapat konflik dan luka dari salah satu member keluarga kita baik fisik atau psikis. Walaupun Anda berada di titik terluka, trauma, atau keadaan tak berbentuk sekali pun, keluarga menjadi salah satu wadah pertama yang akan siap menampung diri Anda sendiri apa adanya. Mulailah percaya bahwa Tuhan menyiptakan Anda tidak main-main dalam suatu keluarga, mulailah percaya pada keluarga Anda sendiri.

Jika kalian memiliki relasi, kerabat, atau anggota keluarga yang memiliki bipolar. Jangan lupa untuk selalu rutin ke dokter dan mengingatkan agar penderita bipolar memakan obat secara teratur. Walaupun berbeda, mereka bukan orang lain, mereka sedang melakukan perlindungan diri dari sesuatu yang menyakiti dirinya. Bantu mereka lebih baik dibanding mengatai mereka gila.

Semangat berjuang!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya