Bukankah dalam setiap hubungan selalu bersinggungan dengan kata cinta, sayang, rindu, lelah dan macam-macam perasaan yang kita representasikan dengan sebuah kata yang maknanya luar biasa. Maka kadang kata-kata itu bisa dilebarkan menjadi bermcama-macam frasa, berubah bentuk jadi drama, puisi, prosa, lagu dan segala hal sendu nan syahdu.

Rindu pun punya tempat khusus dalam semua hubungan di dunia ini. Dimasukkan dalam salah satu hal penting yang selalu dipikirkan saat kita dipisahkan jarak atau waktu. Namun bagiku, tak layak rasanya menjadi hanya sebagi rumah untuk pulang ketika rindu.

Rindu benar-benar harus dituntaskan, tapi kita memang berperan sama-sama saling menggenapkan, bukan yang satu berperan sebagai rumah yang menunggu sang penjelajah untuk terus datang.

1. Pulang tak selamanya jadi kata valid untuk menuntaskan rindu

Kalau dalam sebuah hubungan, salah satu pihak jadi rumah dan pihak lain jadi penjelajah, rasanya itu adalah hal yang tidak adil. Bukankah pada sisi rumah ia hanya bisa menunggu si penjelajah pulang, mendengarkan petualangan apa yang sudah dia tambahkan di halaman buku kehidupan, tanpa pernah tau keadaan dan ikut serta dalam petualangan.

Advertisement

Dulu saat benar-benar jatuh cinta yang membabi buta, aku juga pernah ada diposisi ingin jadi rumah, menggenapkan semua petualangan dan menyediakan tempat ternyaman untuk pulang, tapi sekarang mungkin saatnya aku gunakan sedikit realita bahwa aku juga berhak jadi sang penjelajah, punya petualangan bukan cuma menunggumu pulang.

Aku malah takut kau tak hanya menganggapku "rumah" tapi juga toko 24 jam yang bisa kau datangi kapan saja tanpa perlu lebih dulu bertanya bagaimana keadaanku.

2. Pulang dan rumah adalah dua hal tak terpisahkan

Pulang dan rumah

Pulang dan rumah via https://www.boredpanda.com

Jadi rumah mungkin memang istilah paling menyenangkan bagi kita, atau lebih tepatnya aku bagi seseorang yang teramat sangat kita cintai, tapi seiring berjalannya waktu, cinta yang sedikit demi sedikit sudah mengenal realita membuatku berpikir. Bukankah bisa saja seseorang punya dua atau lebih rumah, bisa saja aku memang rumah utama tapi kau punya rumah singgah yang kau sembunyikan di sana.

Advertisement

Maka bagiku saat ini lebih baik jadi sesama penjelajah yang punya satu tujuan serupa, berjalan dan saling menguatkan, karena musim tak selamanya hangat seperti layaknya musim semi, akan datang musim dingin yang menggigilkan tubuhmu, musim panas yang membakar hatuimu atau musim gugur yang pelan-pelan menggugurkan hal indah tentangmu.

3. Jadilah sepasang penjelajah yang gagah

sepasang penjelajah

sepasang penjelajah via https://id.pinterest.com

Jika dalam hubungan kita membagi porsi antara penjelajah dan rumah, maka akan ada banyak sekali perjuangan bagi sebelah pihak, sementara pihak lain kelihatan bebas mengejar mimpinya, lalu pulang ketika lelah atau tubuhnya mulai berdarah-darah. Bisa jadi nanti luka dan lelahnya terobati namun ia akan kembali pergi setelah sembuh dan tak lagi lemah.

Kanapa tidak memilih menjadi dua pejuang tangguh saja, saling menguatkan, saling mneggenapkan, berjalan kearah tujuan yang sudah disepakati. Mungkin diperjalanan nanti tidak selalu hangat seperti musim semi, bisa jadi akan ada musim dingin yang membekukan hatimu, musim panas yang membakar egomu atau musim gugur yang mengurangi cintamu, namun kia harus tetap jadi dua pejuang tangguh yang salin g berpegangan erat, melewati musim agar sampai di tujuan akhir

4. Jangan berpisah hanya karena berbeda arah

Jangan berpisah

Jangan berpisah via https://id.pinterest.com

Di sepanjang perjalanan yang tak bisa kita ukur dengan satuan waktu ini, mungkin kita akan melalui banyak jalanan berliku, jalanan mendaki, menurun atau persimpangan. Sekuat apapun rasa di hati kita, dua orang pejuang tangguh yang sudah berusaha membagi porsi dan saling membahagiakan, kadang tiba-tiba kita akan bertemu persimpangan yang memicu perdebatan.

Jangan pernah berpisaha hanya karena berbeda arah, lihat lagi ke belakang, sudah berapa banyak yang kita lewati, kenapa tidak menjadikan komunikasi sebagai jalan tengah agar kita bisa menemukan arah mana yang akan kita jalani.

Genggaman tangan itu mungkin akan terasa hambar, tapi ingat dan coba lagi merenung tentang awal yang lebih sulit dari ini. Jangan pernah menghilang dan berpikir hanya dari satu sisi saja.

5. Rindu tak akan pernah punah, kita yang harus terus berusaha tanpa pasrah

Rindu tak akan pernah punah

Rindu tak akan pernah punah via https://id.pinterest.com

Jika kau pikir perjalanan ini mudah, kau pasti salah. Sepanjang perjalanan hubungan kita, rindu tak akan pernah punah. Maka tetaplah jadi dua pejuang tangguh yang saling menguatkan. Karena rindu adalah satuan dari jarak dan waktu saat sepasang pejuang menjalani hubungan.

Jangan pernah leamh karena rindu, jangan pernah memilih pulang setelah berdarah-darah untuk jadi bagian yang diobati lukanya, tapi berdua jadilah penguat yang tangguh satu sama lain. Jangan hanya jadi penikmat, tapi berperanlah dalam cerita cinta kita.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya