6 Kesalahan Mengatur Keuangan yang Wajib Dihindari Biar Tetap Cuan Meski Hobi Jajan

Di usia produktif, mempunyai pekerjaan yang tetap dengan penghasilan yang bisa memenuhi kebutuhan hidup menjadi dambaan bagi setiap orang. Mengatur pemasukan dan pengeluaran bukanlah menjadi hal yang mudah dilakukan. Hal itu terjadi karena dalam diri manusia terkandang timbul sikap konsumtif hingga akhirnya belanja atau jajan dijadikan sebagai hobi yang wajib dilakukan setelah gaji atau pendapatan berada di genggaman. Dewi R.D. Amelia, CFP, IFP, QWP yang merupakan ahli Financial Investment Practitioner dalam Webinar bersama ALAMI dengan tema Tetap Cuan Meski Sering Jajan, Emang Bisa?

Pada Senin, 11 Juli 2022 kemarin mengatakan bahwa pengelolaan keuangan itu penting untuk mencapai tujuan keuangan. Upaya yang bisa dilakukan adalah menunda kesenangan yang bisa kita dapatkan dalam hari ini untuk kesenangan di masa yang akan datang. Dalam praktiknya, banyak sekali kendala berupa kesalahan-kesalahan dalam mengatur keuangan karena selalu mengedepankan nafsu belanja atau jajan hingga akhirnya cuan atau sisa pendapatan hanya menjadi angan-angan semata. Berikut ini adalah penjelasannya. Kita simak bersama yuk, Sobat Hipwee.

Advertisement

1. Tidak punya self control yang baik dan menjadikan belanja sebagai pelarian

Photo by Michael Morse from Pexels

Photo by Michael Morse from Pexels via https://www.pexels.com

Belanja merupakan aktivitas yang menyenangkan. Selain untuk memenuhi kebutuhan, belanja juga sering dianggap sebagai kegiatan untuk menghilangkan penat. Jika itu dilakukan teratur baik waktu, tempat, dan biaya yang dikeluarkan tidak akan menjadi masalah. Tapi, jika belanja dianggap sebagai pelarian itu akan menimbulkan masalah di kemudian hari. Pentingnya mempunyai self control atau bentuk pengendalian emosi dalam berbelanja menjadi hal yang wajib diperhatikan agar keuangan tetap terkendali.

2. Tidak pernah melakukan budgeting keuangan

Photo by Karolina Grabowska from Pexels

Photo by Karolina Grabowska from Pexels via https://www.pexels.com

Budgeting merupakan langkah atau upaya untuk membuat rencana keuangan. Melakukan budgeting keuangan atau merencanakan anggaran pengeluaran penting dilakukan bagi siapa pun yang mengharapkan kestabilan ekonomi. Jangan sampai ceroboh dalam berbelanja tanpa membedakan mana kewajiban, kebutuhan, dan keinginan.

Advertisement

3. Menganggap pay later, pinjaman online, atau kartu kredit sebagai teman

Photo by Energepiccom from Pexels

Photo by Energepiccom from Pexels via https://www.pexels.com

Di zaman sekarang ini, belanja tidak hanya dilakukan secara tatap muka antara penjual dan pembeli. Canggihnya teknologi yang menyediakan aplikasi-aplikasi belanja secara online sangat memudahkan penggunanya untuk berbelanja di mana pun berada. Adanya fitur paylater yang sering diartikan beli dulu bayar nanti menjadi tawaran yang menarik bagi siapa pun yang menginginkan barang tertentu namun belum sanggup membayar.

Hal serupa yang menjadi daya tarik lainnya adalah maraknya pinjaman online dengan syarat mudah sehingga meningkatkan gaya konsumtif masyarakat. Penggunaan kartu kredit juga menjadi hal yang mengkhawatirkan jika tidak ada kontrol dan hanya mengedepankan keinginan dan gengsi semata. Adanya paylater, pinjaman online, maupun kartu kredit bukanlah menjadi teman yang baik di kala susah melanda. Lebih baik menabung sedikit demi sedikit guna mencapai keuangan yang baik di masa depan.

4. Bermudah-mudah dalam berhutang

Photo by Karolina Grabowska from Pexels

Photo by Karolina Grabowska from Pexels via https://www.pexels.com

Berhutang memang tidak dilarang baik secara agama maupun negara. Hutang bisa berupa uang maupun benda. Jika berhutang dilakukan karena terjadi sesuatu yang mendesak atau membutuhkan modal usaha sah-sah saja dilakukan dengan sistem perjanjian yang disepakati oleh kedua belah pihak. Namun, jika berhutang sering dilakukan hanya karena menuruti hawa nafsu untuk memiliki benda tertentu atau untuk bermewah-mewahan sebaiknya segera hentikan. Ingat, hutang itu wajib dilunasi. Jika dilanggar, akan ada pertanggungjawaban nanti tidak hanya di dunia, tapi juga di akhirat.

Advertisement

5. Berinvestasi hanya modal ikut-ikutan

Photo by Alexander Mils from Pexels

Photo by Alexander Mils from Pexels via https://www.pexels.com

Menambah pengetahuan tentang investasi penting dilakukan bagi siapa saja yang hendak melakukan aktivitas penanaman uang atau modal dengan tujuan memperoleh keuntungan. Hal keliru yang sering dilakukan adalah berinvestasi hanya modal ikut-ikutan saja tanpa memperhatikan kemampuan individu dalam hal penghasilan, waktu, dan pemilihan jenis investasi. Di Indonesia sudah tersedia pilihan investasi melalui fintech-fintech populer yang menawarkan berbagai keuntungan untuk para kreditur atau funder (pemberi pembiayaan) dan debitur atau beneficiary (penerima pembiayaan). Salah satu yang bisa menjadi pilihan yang tepat bagi para pelaku investasi adalah hadirnya platform ALAMI.

6. Tidak memperhatikan pagar syariah dalam bermuamalah

Photo by Rodnae Productions from Pexels

Photo by Rodnae Productions from Pexels via https://www.pexels.com

Keputusan setiap orang untuk berani berhijrah secara finansial perlu diperhatiakan aspek-aspeknya. Ada beberapa poin penting dalam menerapkan hijrah finansial untuk berinvestasi. Diantaranya adalah ketahui dulu jenis bisnis sebelum berinvestasi dan memperhatikan pagar syariah dalam bermuamalah.

ALAMI sendiri mempunyai brand fintech syariah dengan slogan #HijrahFinasial yang sudah hadir di 482 kota dalam 34 provinsi dan telah mengantongi izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yaitu POJK Nomor 77/POJK.01/2016. Tak hanya itu, ALAMI juga mendapat legalitas dari MUI berdasarkan Fatwa DSN-MUI No. 117/DSN-MUI/II/2018 dengan salah satu produk unggulan investasi syariah yaitu Peer-To-Peer Lending atau biasa dikenal dengan P2P Lending.

Dalam perkembangannya, ALAMI telah mempunyai pendana lebih dari 100.000 dan telah terdaftar secara resmi di platform ALAMI. Proyek UMKM yang telah didanai juga tak main-main. Sudah lebih dari 10.000 jenis usaha dengan jumlah penyalur pendanaan lebih dari 2,82 triliun rupiah. Sebagai fintech syariah, ALAMI selalu konsisten mengedepankan komitmen syariah dengan tujuan untuk bisa memajukan sosial ekonomi di Indonesia.

Jadi, jangan ragu untuk segera berinvestasi di ALAMI. Dapat untungnya dapat juga keberkahannya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

"Jangan Bosan Jadi Orang Baik".

CLOSE