Hal-hal yang Perlu Kamu Ketahui Ketika Lingkunganmu Terasa Tidak Cocok Bagi Dirimu

Masalah adaptasi ataukah memang berbeda keinginan?

Seringkali sebagai manusia kita tentu melakukan interaksi dan aktivitas-aktivitas sesuai dengan peran hidup masing-masing. Terutama dari berbagai orang-orang yang berbeda denganmu jelas menjadi yang utama dalam menjalani kehidupan sebagai makhluk sosial. Menjalani semuanya seperti seharusnya akan menyenangkan dengan berbagai aktivitas bersama-sama.

Lingkungan sosial juga memberikan pengaruh baik dan aura sisi positif maupun penyemangat diri dalam menjalani kehidupan sehari-harinya. Setiap orang tentunya mengharapkan lingkungan yang bersahabat demi pendorong rasa semangat dari bangun tidur sampai tidur kembali.

Namun jika lingkungan sekitar semakin dirasa tak sejalan atau tak cocok, bagaimanakah seharusnya? Ingin tetap menjalaninya? Meninggalkannya? Atau cuek saja? Tetapi lingkungan yang dijalani ini berjalan setiap hari dan pastinya akan terus berulang-ulang. Jika dirasa baik ya pasti akan menyenangkan namun jika terasa buruk? Atau setidaknya tidak sesuai seperti yang kamu inginkan? Perhatikan ini ya!

Advertisement

1. Mengertilah bahwa hidup tak sesuai dengan keinginan yang sudah direncanakan sehingga hanya bisa menjalankannya dengan bijak

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Kita hidup didunia memang merencanakan sesuatu mulai dari ingin bersekolah dimana, ingin berkuliah dimana, ingin bekerja dimana, mempunyai teman yang seperti apa ataupun melanjutkan hidup seperti apa.

Jelas sah-sah saja berencana bukan? tapi nyatanya kita harus menanggapinya secara bijak jika hidup agak meleset dan terdampar di lingkungan sekitar yang sebenarnya tak kamu inginkan.

Advertisement

Menanamkan mindset kesadaran bahwa harus siap dengan apapun itu penting. Karena memang semua kadang tak seperti yang Kita inginkan.

Kita hidup di dunia ini bukan soal menerima kenyamanan saja, namun kadangkala Kita harus berusaha membuat lingkungan sekitar menjadi nyaman.

2. Jadikan sebagai fasilitas untuk melatih mental kuatmu

Advertisement
Photo by Keira Burton from Pexels

Photo by Keira Burton from Pexels via https://www.pexels.com

Kadang kala jika semua baik-baik saja membuat diri agak terbuai dan kaget atas sesuatu tantangan. Jika mendapati lingkungan yang tak sesuai dengan keinginan, jangan merasa bahwa kamu tak bisa menghadapi dan menjalaninya.

Kamu harus kuat karena secara tidak langsung itu adalah fasilitas untuk melatih mental. Sesuatu yang buruk adakalanya jangan malah merobohkan mental yang berarti kamu kalah. Biasakanlah dengan adaptasi dan bawa perubahan dengan melihat dari sisi yang berbeda.

3. Kadang, kamu harus menyesuaikan diri dan bukan lingkungan yang harus menyesuaikan dirimu

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Menyesuaikan diri itu penting namun jangan salah! karena sejatinya diri sendiri yang harus menyesuaikan kepada lingkungan sekitar.

Karena menuntut orang lain dan lingkungan untuk menyesuaikan dirimu adalah bentuk keegoisan. Karena bisa saja masalah justru datangnya dari dirimu yang selalu menuntut lingkungan untuk menyesuaikan.

4. Semua yang kamu rasakan adalah penyesuaian yang memang membutuhkan waktu

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Penyesuaian itu butuh waktu, bagi semua orang yang pendiam, si aktif, si pengikut alur dan bahkan seseorang yang adaptif sekalipun.

Karena di suatu lingkungan manapun tentu muncul banyak hal-hal baru serta orang-orang baru yang mungkin Kamu belum pernah menghadapinya dan menemukan caranya.

Jadi mungkin saja semua yang kamu rasakan adalah proses penyesuaian yang memang sedang berlangsung.

5. Lingkungan dan dirimu hanya belum saling mengenal

Photo by EKATERINA BOLOVTSOVA from Pexels

Photo by EKATERINA BOLOVTSOVA from Pexels via https://www.pexels.com

Maksudnya? Penyesuaian antara dirimu dan lingkungan masih belum berjalan penuh. Ada baiknya selalu melakukan interaksi sesering mungkin dan semaksimal mungkin agar lebih hidup dan membuka satu sama lain. Tak kenal maka tak nyaman bukan? Jangan membenci dan menutup diri ya!

6. Resapi positifnya saja, jangan hanya negatifnya selalu

Photo by Anthony Shkraba from Pexels

Photo by Anthony Shkraba from Pexels via https://www.pexels.com

Setiap suatu lingkungan pasti ada saja yang menurutmu terasa negatif atau setidaknya mengganggu. Tapi faktanya tidak semuanya begitu kok, karena itu suatu kewajaran yang dimanapun baik dan buruk selalu bertemu.

Tugasmu hanya memilih sisi baik untuk memunculkan aura positif supaya tidak menimbulkan penat sehari-hari. Mencoba melihat sisi positif akan membuatmu mencegah dirimu untuk mendapat stigma buruk tentang lingkunganmu sendiri.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Bukan Penulis Tapi Si Kritis

CLOSE