Muda, Berprestasi, Bermanfaat dan Berdampak, siapa sih yang tidak mau?

Apakah kamu kenal Ruangguru? Kalau kamu sudah kenal Ruangguru pasti sudah tahu dong orang di balik suksesnya Ruangguru yang sekarang sudah memiliki lebih dari 1000 karyawan dan user pengguna lebih dari 5 juta pengguna.

Ya, salah satu orang dibalik kesuksesan Ruangguru adalah Adamas Belva Syah Devara, Co Founder dan CEO Ruangguru. Umurnya masih muda, 28 tahun sebagaimana yang tertulis di akun instagramnya. Akun instagramnya menjadi salah satu inspirasi bagi anak muda zaman sekarang. Terbukti dari jumlah followernya yakni 105.000 follower.

Pada umurnya yang sekarang Belva, begitulah nama panggilannya, telah meraih banyak prestasi baik secara lokal dan internasional. Indonesia wajib berbangga memiliki pemuda luar biasa seperti Belva ini. Pada saat kuliah S1, Belva menjadi orang Indonesia pertama yang mendapatkan beasiswa di NTU pada program double degree yangmana setiap tahunnya hanya 30 orang yang mendapatkan beasiswa ini dari seluruh dunia.

Belva lulus dari NTU dengan gelar dari jurusan komputer dan bisnis sebagai lulusan terbaik. Prestasi Belva berikutnya adalah menjadi orang pertama yang masuk program gelar ganda di Harvard University dan Stanford University, dua universitas paling bergengsi di dunia dengan beasiswa penuh. Wow sekali bukan? Siapa sih yang tidak ingin sukses seperti belva.

Nah, di awal tahun 2019 ini yakni pada tanggal 2 Januari 2019 Belva membocorkan kunci sukses yang selama ini ia gunakan untuk membuka gerbang kesuksesannya. Apa sajakah itu?

1. Jangan Takut Bermimpi Besar dan ‘Gila’

Harvard University

Harvard University via http://www.instagram.com

Ketika kecil kita sering bermimpi yang aneh-aneh namun ketika sudah dewasa impian kita tak sebesar ketika kita kecil. Entah karena sudah terbenturkan dengan realitas yang ada atau selainnya. Padahal untuk menjadi sukses seperti CEO Ruangguru ini diperlukan keberanian untuk bermimpi besar dan gila. Gila dalam artian orang menganggap impian itu terlalu susah dicapai.

Advertisement

Banyak orang takut terlebih dahulu dan memenjarakan potensi dirinya hanya dengan pikirannya. Bukan kompetensinya yg membatasi prestasi, tapi mimpinya yg terlalu sempit.

-Adamas Belva Syah Devara-

Semakin orang lain menganggap impianmu itu terlalu ‘gila’ untuk dicapai justru impian itu semakin worth it  untuk dikejar.

Advertisement

Jangan urusi perkataan orang yang meremehkan impianmu.

“Butuh orang yang agak ‘gila’ untuk mencapai hasil yang ‘gila’ pula.”

2. Usaha Gila

3 Universitas Bergengsi Dunia

3 Universitas Bergengsi Dunia via http://www.instagram.com

Belva mengisahkan bahwa dahulu ketika SMA, dia adalah angkatan pertama dengan jumlah siswa 30 orang seangkatan. Belum ada ceritanya alumni dari SMA-nya yang masuk perguruan tinggi negeri apalagi masuk NTU Singapura yang notabene terkenal kampusnya para pemenang olimpiade sains.

Terlebih Belva ini ingin masuk jurusan tersulit dengan gelar ganda.  Namun, karena terobsesi dengan impiannya itu. Semenjak bangun tidur hingga tidur lagi ia selalu belajar secara mandiri. Bahkan sebelum tidur materi yang akan dipelajari esok hari sudah ditata di dekat bantal agar keesokan harinya tidak terdistraksi dengan yang lain.

Dari usahanya itu maka jadilah ia orang Indonesia pertama yang mendapat beasiswa double degree di NTU.

Begitu juga ketika Belva akan apply S2. Belva bertekad bahwa ia hanya akan melamar ke Harvard University dan Stanford University, selain kedua universitas tersebut ia tidak mau dengan hanya 2 tahun pengalaman kerja. Ketika ia mengutarakan keinginannya pada bossnya.

Sang bosnya hanya tersenyum dan mengatakan, “Keajaiban Kalau sampai diterima.” Usaha gila pun Belva lakukan hingga hasilnya mengejutkan. Bukan hanya diterima di Harvard atau Stanford namun diterima keduanya. Ia kembali menjadi orang Indonesia pertama yang masuk program gelar ganda di dua universitas bergengsi di dunia dengan beasiswa penuh.

Maka bila impianmu besar dan gila butuh usaha yang gila dengan teriring doa pada setiap langkahnya.

3. Hindari Pelanggaran terhadap Mimpi Sekecil Apapun

Pelanggaran seperti apa maksudnya?

“Pelanggaran yang dimaksud adalah melakukan kebiasan buruk yang kecil namun berulang.”

Setiap orang rasanya memiliki kebiasaan-kebiasaan kecil yang buruk yang bisa menjauhkan orang tersebut dengan mimpinya. Kita sudah tahu bahwa melakukan hal tersebut tidak baik alias menjauhkan kita dari target tapi tetap dilakukan juga.

Pelanggaran terhadap mimpi ini bisa ditandai cirinya. Cirinya biasanya kalimat-kalimat yang diakhiri dengan “Cuma sekali ini kok”. Kita melakukan ini karena kita menganggap efek negatifnya kecil dan tidak terlihat efek sebenarnya pada akhirnya nanti.

Contoh pelanggaran mimpi:

“Aku nyontek temen aja deh cuma sekali ini kok.
“Lagi tidak ada boss, aku main youtube dulu aja pas kerja. 1 video aja.”
“Aku bohong dikit tidak apa-apa lah ya sama teman/pasangan, sepele kok.”

Ketika pelanggaran tersebut dilakukan berulang maka akan menjadi kebiasaan buruk yang membuat pada akhirnya impian kita tidak tercapai. Misalnya tadinya tidak belajar hari ini, jadi lebih biasa untuk tidak belajar seminggu. Tadinya korupsi waktu saat kerja lama kelamaan bisa korupsi uang. Wah mengerikan ya ternyata dampaknya.

Jadi kegagalan itu bukan tiba-tiba gagal gitu aja. Pasti ada penyebabnya. Kalau menurut Belva ,

“Kegagalan terjadi karena akumulasi pelanggaran terhadap mimpi yang terjadi berulang sehingga lama-lama menjadi seperti efek bola salju. Ini menjadi pertanda bahwa mimpimu tidak akan kesampaian.”

4. Berdoa

Doa bisa diibaratkan sebagai bahan bakar penggerak sebuah mesin kehidupan. Bila tak ada doa maka mesin kehidupan akan berhenti. Begitu pula ketika mengingkan kesuksesan dan terwujudnya impian maka berdoa haruslah selalu dipinta pada setiap saat. 

5. Serahkan Hasil Akhir pada Tuhan

Bila keempat cara di atas sudah dipraktekkan maka berserah pada Tuhan adalah langkah pamungkas. Serahkan semuanya pada Tuhan. Tuhan selalu memberikan hasil yang terbaik untuk setiap hamba-Nya.

Itulah 5 kunci sukses dari CEO Ruangguru. Semoga bisa diterapkan. Menentukan mimpi gila itu mudah, yang susah adalah menghindari pelanggaran kecil terhadap mimpi. Akhirnya terwujudnya sebuah impian itu tergantung konsistensi.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya