1. Segera 'Cari Masalah'

Cari masalah? Mau 'tamat' kok cari-cari masalah sih mba? Hehehe.... Sabar dulu mas bro. Cari masalah di sini bukan maksudnya mencari keribuatan, mencari masalah di sini adalah mencari masalah yang akan kamu angkat dalam penelitianmu nanti. Buat kamu yang masih mengatakan bahwa mencari masalah itu susah, segera buang jauh-jauh pandanganmu itu. Sebenarnya, mencari masalah itu mudah.  Caranya adalah perbanyaklah membaca jurnal-jurnal penelitian, terutama penelitian terbaru, juga meng-update berita-berita terbaru saat ini.  

Di zaman yang serba canggih ini, kedua hal tersebut bisa kamu dapatkan dengan mudah, apalagi buat kamu yang sangat setia dengan smartphone kamu. Dengan banyak membaca jurnal dan berita, dijamin, banyak masalah baru yang akan kamu temui, hal ini dapaat menjadi tameng kamu dalam membuat judul penelitian, terutama bila masalah tersebut sedang menjadi fenomena yang sedang marak dibahas saat ini dan jarang diangkat dalam penelitian-penelitian sebelumnya.  

Bonusnya, pengetahuanmu akan bertambah luas, dan otak kamu pun jadi terlatih untuk berpikir ilmiah dan kritis guys.  So, tunggu apalagi guys, segera perbanyaklah membaca jurnal dan berita ya guys.

2. Percaya Diri

Tips yang kedua ini memang sangat dibutuhkan buat segala aspek kehidupan kita. Tanpa adanya rasa percaya diri, kamu juga tidak akan maju-maju dalam membuat penelitian, alhasil, kamu sendiri jadi bosan dan proposalmu terabaikan. Tidak semua orang punya rasa percaya diri, namun, hal ini dapat dibangun, baik sama kamu sendiri maupun oleh orang lain.  

Biasanya nih, ketika kamu sudah mendapatkan judul yang tepat alias yang sudah di-ACC sama si Dosen, tiba-tiba muncul macam-macam keraguan dalam diri kamu, apakah kamu mampu menyelesaikan penelitian ini karena kamu merasa otak kamu pas-pasan, ditambah lagi, masalah yang kamu angkat adalah masalah yang langka dan sangakt jarang diangkat dalam penelitian-penelitian sebelumnya atau kamu sudah duluan takut dengan responden yang akan kamu temui nantinya.  

Memang terkadang, kita perlu mengukur dan menyadari seberapa besar kemampuan kita. Namun, tidak ada salahnya jika kita mencoba sedikit keluar dari kemampuan kita bukan? Dari situlah, dibutuhkan keberanian kita. Buat kamu yang masih ragu-ragu dan takut. Segera buanglah semua perasaan itu, berpikirlah positif, percuma dong guys, kamu nge-follow twitter om Mario Teguh, pasang quote motivasi tiap hari di statusmu, tapi kamu sendiri tidak bisa mengimplementasikannya dalam diri kamu sendiri.  

Ingatlah, semua manusia diciptakan sama, dan berpikirlah, jika orang lain bisa, mengapa kamu tidak bisa. So, percaya dirilah guys.

3. Segera 'Cek TKP'

TKP disini bukan TKP pembunuhan atau TKP-nya OVJ ya guys, hehehe. Tapi, TKP disini adalah tempat penelitian yang akan kamu teliti.  idak sedikit orang yang mengabaikan TKP dalam penelitiannya, belum ditinjau TKP-nya, eh kamu malah dengan percaya dirinya membuat suatu permohonan penelitian ke TKP.  Padahal, tidak semua orang mau dijadikan objek  penelitian.  Alhasil, kamu sendiri pun jadi gigit jari dan menyesal kemudian.  

Karena itu, ketika sudah menetapkan judul yang pas, segeralah periksa tempat penelitian yang akan kamu teliti, mulai dari aksesnya dan tentu saja yang akan diteliti. Apakah mereka sudah setuju jika tempat mereka dijadikan penelitian sama kamu. Jika tidak, jangan patah semangat guys. Teruslah mencari tempat yang pas buat penelitianmu, guys.  Manfaatkanlah si 'mbah' Google untuk mencari akses ke tempat penelitian kamu, guys.

4. Buat Komitmen

called to commitment

called to commitment via http://propheticvoicetoday.org

Kalau kamu mau cepat selesainya, yah buatlah komitmen. Misalnya, buat kamu yang suka jalan-jalan, buatlah komitmen untuk mengerjakan proposal dahulu baru jalan-jalan. Buat yang pacaran, buatlah komitmen untuk lebih mengedepankan dahulu proposal baru pacaran. Yang jones juga, buatlah komitmen untuk melupakan dulu kegalauan sementara karena ga dapat-dapat pasangan, dengan menyelesaikan proposal. 

Dan masih banyak lagi nih guys, komitmen-komitmen dari tiap-tiap orang, tergantung dari kepribadian masing-masing. Kalau kamu mau, buatlah jadwal tersendiri untuk penyelesaian proposalmu. Dengan jadwal ini, kamu sendiri pun jadi termotivasi untuk menyelesaikan proposal dengan baik dan cepat. Intinya, lupakanlah dulu kesenangan-kesenangan yang ada. Toh, semuanya akan kamu jalani dan ada waktunya sendiri.  

Ingat, waktu adalah uang, dan kata pepatah 'bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian', harus kamu pegang erat-erat guys

5. Jangan Menyerah

tips semangat

tips semangat via http://majalahouch.com

Mungkin kamu juga akan bosan mendengar kata yang satu ini. Namun, kata ini bisa jadi obat yang manjur buat kamu dalam menyelesaikan proposal. Banyak tantangan yang akan kamu temui dalam menyusun proposal. Mulai dari dosen yang seenak jidat mencorat-coret tulisan kita, sehingga proposal kita harus direvisi berkali-kali, hingga responden yang kayak 'lumba-lumba', kadang muncul kadang enggak.  

Hal ini memang bikin kamu sakit hati. Sedih, sudah pasti. Namun, terlalu larut dalam kesedihan juga tidak baik guys. Kamu pun jadi kehilangan motivasi dan malas-malasan. Terkadang, dosen memang terlihat seenak jidat dan maunya selalu benar sendiri guys. Namun, semua yang kita lihat itu belum tentu benar guys. Terkadang, dosen melakukan semua itu untuk mengukur kesabaran dan seberapa besar keseriusan kita dalam meneliti.  

So, berpikir positif aja guys.  Untuk responden yang kayak 'lumba-lumba', memang terkadang bikin kita kesal. Namun sekali lagi saya mengatakan, jangan menyerah bila mendapat responden seperti ini. Seperti yang sudah dikatakan sebelumnya, carilah akses dari respondenmu di 'mbah' Google yang selalu setia menjawab pertanyaanmu.

Yang paling penting adalah, usahakan untuk memiliki semua kontak respondenmu, mulai dari nomor handphone, kontak BBM, e-mail, LINE dan Facebook (kalau ada) kontak pacarnya atau bininya  bila perlu (modus). Sehingga, jika sewaktu-waktu kamu kehilangan kontak, kamu pun bisa menghubunginya di kontak yang lainnya guys. Intinya, jangan menyerah ya guys.

6. Hindari hal-hal ini

Ada banyak hal yang dapat menghambat pengerjaan proposal kita, baik dari dalam diri kita sendiri maupun dari luar. Nah, berikut ini ada beberapa hal yang paling sering dialami sama kebanyakan orang dalam menyelesaikan proposal.

Misalnya nih, hal yang pertama, proposalmu sudah hampir tuntas, dan jadwal ujian masih lama, kamu pun jadi menganggap remeh dan menunda-nunda merevisi proposalmu. Jadwal ujian memang jadi pegangan, namun itu bukan berarti kamu harus menunda-nunda. Karena waktu adalah uang, dan  kamu pun tidak tahu akan hal-hal yang terjadi sesudahnya, sedialah payung sebelum hujan, toh, lebih cepat lebih baik bukan.  

Yang kedua adalah, pengaruh teman, misalkan nih, kamu sudah bab 3 dan temanmu baru bab 1, gara-gara ini kamu pun jadi mengabaikan proposalmu, karena kamu pikir, masih ada yang lebih lambat dari kamu, sehingga jadwal ujiannya pun diundur. Hal ini memang terlihat sepele, namun justru mindset yang seperti ini yang bahaya guys.  

Yang ketiga adalah smartphone.  Tidak bisa dipungkiri, bahwa benda yang satu ini bisa jadi sahabat dan bisa jadi racun guys.  Dengan smartphone, kamu bisa mengakses berbagai macam hal di bumi ini, namun, hal ini jangan membuat kita terbuai, jangan sampai karena keasyikan main smartphone, kamu jadi lupa daratan. Karena itu, bijaklah dalam dalam menggunakan teknologi yang satu ini guys, jika kamu sendiri tidak mau 'terjebak'.  

Dan yang terakhir adalah rasa malas. Ya, kalau penyakit yang satu ini memang tidak bisa dihindari lagi guys, serajin-rajinnya manusia, juga pasti ada rasa malasnya guys. Ya bolehlah kita bermalas-malasan sejenak alias berehat, karena terlalu fokus juga tidak baik bukan. Namun, kita jangan samapai terlena dengan hal yang satu ini. Jika rasa malamu sudah keasyikan tinggal di diri kamu, usirlah segera!  

Karena itu motivasi buat diri sendiri itu perlu, misalkan, ingatlah orangtua kamu yang sudah susah payah banting tulang buat menyekolahkan kamu, masa cuma disuruh belajar dan mengerjakan tugas kuliah yang tidak seberapa itu, kamu malas. Masih banyak hal-hal negatif yang harus kamu hindari dari keberhasilan menyusun proposal, namun hal-hal ini yang paling sering terjadi.

7. Berdoa

Kalau kamu umat beragama, kamu pasti gak bakalan lupa sama hal yang satu ini guys. Sepintar-pintarnya kamu, serajin-rajinnya kamu dan sebandel-bandelnya kamu. Kamu juga jangan sampai melewatkan hal ini guys.  Karena do'a juga bisa jadi motivasi tersendiri buat kamu. Pikiran kamu jadi tenang, kamu pun bisa lebih berpikir positif dan terbuka. Juga, jangan lupa berusaha guys, percuma dong kamu do'a terus menerus tanpa ada usahanya. Kalau sudah begini, yakinlah bahwa kamu dapat menyelesaikan proposalmu tepat waktu. So, jangan lupa berdoa ya guys.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya