Teman adalah tempat berbagi suka dan duka. Teman sejati muncul ketika kita sedang senang maupun sedih. Teman sejati merasakan iri hati ketika kawannya mencapai kesuksesan, namun dia berjuang untuk mengalahkannya. Dia setia dalam duka, dan hadir dalam perayaan kesuksesan. Mencari teman sejati susahnya setengah mati, namun ketika menemukannya kita merasakan arti kehidupan. Banyak teman sejati yang akhirnya makan teman sendiri. Sedih memang, namun inilah hidup, inilah hukum dunia, inilah kenyataan !

1. Ketika dimakan teman

Kawan atau lawan via http://eblo.co.id

Mengapa ada teman yang makan teman ? Saya rasa hal ini mudah untuk dijawab. Pertanyaan yang sulit dijawab adalah : “Jika kita menjadi korban, apa yang akan kita lakukan ?

Saya tidak akan mencoba untuk menjawab pertanyaan di atas dengan tepat karena tiap-tiap orang mempunyai cara sendiri untuk mengatasinya. Yang saya bagikan di sini adalah pengalaman.

2. Wajar kalau kamu marah, kamu bukan malaikat

Marah ni via http://kaskus.co.id

Advertisement

Saya rasa, hal pertama yang muncul dalam pikiran kita adalah pertanyaan “mengapa ?” Kemudian berubah menjadi kebencian dan terakhir pembalasan. Kita sebagai korban, pada akhirnya berubah menjadi pelaku.

Mengapa kita bisa merasakan kebencian ? Satu jawaban yang pasti adalah karena kita masih manusia. Kita benci karena kepercayaan kita telah disalahgunakan untuk keuntungan pribadi. Ketika kita menaruh kepercayaan, berarti kita telah menyerahkan diri kita, hidup kita, dan harapan kita kepadanya. Dan ketika air susu dibalas dengan air tuba, kemarahan kita meledak ! Jika emosi negatif ini dibiarkan menetap, penyakit – penyakit juga akan menetap dalam diri kita, mulai dari hipertensi atau darah tinggi, kanker, dan penyakit jantung. Kebencian membuat pikiran kita tidak tenang. Dan pikiran ini baru muncul ketika kita akan beristirahat. Tubuh memang lelah, namun pikiran akan terus berputar, waktu tidur akan berkurang. Dan pada akhirnya, kerugian bukan pada pelakunya, tetapi diri kita sendiri.

3. Ketika emosi positifmu berubah menjadi negatif

Tetaplah positif, meski syulit via http://provoke.online.com

Emosi negatif ini harus dibuang ! Bagaimanapun caranya ! Dan ini adalah tugas kamu, karena yang dapat membuang dari dalam dirimu adalah kamu sendiri.

Emosilah yang membuat kita menjadi manusia, integritaslah yang membedakan kita dari binatang, dan kemauanlah yang menentukan masa depan kita.

4. Pahamilah dia, atau hindari dia

Pahami dia atau hindari via http://kemonbaca.blogspot.com

Hal pertama yang saya lakukan untuk membuang emosi negatif ini adalah memahami alasannya melakukan perbuatan ini. Oke…lah, kita semua perlu uang untuk bisa hidup di dunia ini. Dengan uang kita bisa makan, minum, membeli pakaian, membeli mobil, memenuhi kebutuhan keluarga, dan lain-lainnya. Mungkin si pelaku membutuhkan semuanya itu. Hal itu wajar ! Berikutnya, bagaimana caranya ? Ooo… ada cara yang baik dan ada cara yang tidak baik. Cara baik ada imbalannya, demikian pula dengan cara yang tidak baik. Ada balasannya. Kita semua tahu keadilan Tuhan, waktu Tuhan, dan cara Tuhan. Ada yang langsung mendapatkan ganjarannya, ada yang ditimpakan kepada anak-cucunya, dan ada juga yang dibalas setelah naik ke hadirat Tuhan.

5. Serahkan kepadaNya, akan ditunjukkanNya teman yang tepat untukmu

Serahkan kepadaNya via http://masuksini.com

Menyerahkan permasalahan atau pembalasan kepada Tuhan membuat hidup kita lebih baik. Tapi jangan berharap emosi negatif ini akan hilang dalam kedipan mata. Kita masih hidup di dunia ini, bersikaplah realistis. Rasa benci, sakit, dan pembalasan masih akan menyertai perjalanan hidup kita ! Biasakanlah dengan hal itu ! Yang perlu kamu lakukan adalah menuliskan dalam hati kata-kata “Telah dimaafkan” dan memasukkan ke dalam arsip “Tidak mengingatnya kembali.” Bicara memang mudah, dan kamu benar ! Saya perlu waktu bertahun-tahun untuk menyelesaikan perkara ini ! Harganya memang mahal, namun pantas dibayar. Kalo gak mampu bayar lunas, di cicil saja. Toh, nanti akan lunas sendiri !

6. Kemana harus menyalurkan energi negatif ?

Langkah terberat via http://wowkeren.com

Menyalurkan energi negatif ke tempat semestinya. Dan ini adalah langkah terberat yang harus kamu lakukan. Ketika kita merasakan penghianatan, kita kehilangan rasa, semangat, dan arti hidup. Pikiran yang dulunya terbuka, pelan-pelan akan tertutup. Otak dan hati kita hanya dipenuhi dengan pembalasan dan pertanyaan. Jika kamu hendak melangkah, melangkahlah atau kamu akan jalan di tempat. Jika kamu malas melakukan sesuatu, lakukanlah apa yang kamu sukai. Jika kamu merasa perjalanan kamu masih jauh, mulailah untuk merangkak terlebih dulu. Apapun yang kamu rasakan bukanlah realita. Itu EMOSI kamu! Emosi itu ilusi, tidak nyata, namun bisa dirasakan ! Cukup sudah mengasihani diri sendiri !

7. Teman makan teman, waspadailah, atau kamu korban selanjutnya ?

Pelampiasan via http://pixabay.com

Tanpa teman hidup terasa hambar. Mempunyai teman berarti memberikan kemungkinan untuk dimakan. Namun teman sejati itu benar-benar ada ! Bisa teman sekantor, teman sepermainan, atau teman online. Mereka bisa berada di mana saja, mungkin saja di sebelah kamu, sekamar kamu, di facebook, di ym, jakarta, di indonesia, atau di malaysia. Yang perlu kamu lakukan adalah mencarinya. Jangan lupa untuk selalu membahagiakan dirimu ya.

Tanpa teman hidup terasa hambar. Mempunyai teman berarti memberikan kemungkinan untuk dimakan. Carilah teman yang tepat, ya… yang perlu kamu lakukan adalah terus mencarinya.