Bukan Sekadar Hidup Serumah, Menikah Juga Berarti Siap Berbagi dan Menanggung Beban Bersama

Menikah tak sekadar tinggal serumah

Setiap orang yang beranjak ke fase dewasa hidupnya pasti sebagian besar punya target punya pasangan dan menikah. Berbagai persiapan akan dilakukan demi bisa mewujudkan impiannya tersebut, misalnya saja mencari pasangan ideal, belajar mandiri, bekerja dan menghasilkan uang dan sebagainya. Oleh karena itu, beberapa hal berikut ini perlu dipahami setiap pasangan sebelum melangsungkan pernikahannya.

Advertisement

1. Siap menikah berarti siap hidup mandiri dan jauh dari orang tua

Mandiri setelah menikah

Mandiri setelah menikah via http://pexels.com

Begitu ijab dan kabul terucap, secara otomatis status kamun dan pasangan berubah. Kamu sudah harus siap menjalani bahtera rumah tangga berdua dan jauh dari campur tangan orangtua. Tanggung jawab besar sudah siap kamu pikul tanpa melibatkan orang tua lagi, baik dari segi pola hidup maupun finansial rumah tangga.

Jadi jangan sedikit-sedikit masih minta jajan sama orang tua ya, urusan bumbu dapur sudah harus dipersiapkan dari dompet sendiri.

Advertisement

2. Pernikahan juga berarti beban pasangan sama dengan bebanmu

Beban bersama

Beban bersama via http://pexels.com

Hal lain yang harus kamu persiapkan dalam rumah tangga kamu yaitu berbagi beban. Setelah menikah nanti kamu harus siap menanggung beban pasangan menjadi bebanmu juga. 

Jangan egois dan mementingkan diri sendiri lagi karena sekarang kamu dan pasangan adalah satu kesatuan yang tidak bisa di pisahkan.

3. Pernikahan juga berarti menyatukan dua keluarga jadi bukan saja tentang kita berdua

Advertisement
Bersatunya dua keluarga

Bersatunya dua keluarga via http://pexels.com

Menikah artinya bukan hanya dipersatukan dua insan menjadi satu, tetapi juga bersatunya dua keluarga besar. Makanya jangan ada kata-kata keluargamu atau keluargaku saja lagi dalam keluarga.

Kamu harus bisa memberi perhatian bukan pada keluargamu saja tetapi juga terhadap keluarga pasanganmu. 

4. Kamu dan pasangan sudah siap menghadapi dan menyelesaikan masalah rumah tangga berdua

Menyelesaikan konflik berdua

Menyelesaikan konflik berdua via https://pexels.com

Setelah menikah setiap pasangan pasti akan mengalami konflik dalam rumah tanggamu. Makanya sebelum memutuskan menerima lamaran dia kamu juga harus yakin sudah siap menghadapi konflik rumah tangga secara dewasa. Jangan sedikit masalah langsung lapor orangtua dan melibatkan mereka menyelesaikannya.

Kamu nggak mau kan rumah tanggamu hancur karena keluarga terlalu ikut campur?

5. Kamu sudah siap menerima segala kekurangan pasangan yang baru terungkap setelah pernikahan

Menerima kekurangan

Menerima kekurangan via http://pexels.com

Selama apapun kalian saling mengenal dan menjalin hibungan sebelum memutuskan menikah, pasti ada saja hal baru yang baru kamu ketahui setelah menikah. Kamu harus siap menerima kekurangan pasangan meskipun kamu baru mengetahuinya. Jika hal ini tidak bisa kamu lakukan maka tidak ada jaminan pernikahan kamu akan bertahan lama. Padahal tujuan kamu menikah dengannya sekali seumur hidup saja kan?

Makanya cobalah belajar menerima hal-hal kecil di atas jika kamu menginginkan pernikahanmu jauh dari masalah dan konflik berlebih. Jika semua hal tersebut sudah bisa kamu terima maka yakinlah rumah tangga kalian akan jauh dari pertikaian besar.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Panggil saja NH. Seorang wanita penikmat senja dan hujan. Seorang istri yang mencintai suaminya. Menulis adalah seni menikmati hidup agar kenanganmu abadi dalam aksara.

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE