Negatif Covid-19, Tapi Positif Overthinking. Duh! Usir Dengan 9 Tips Ini!

Berikut ini adalah 9 tips yang mampu mengusir jauh-jauh rasa overthinking-mu!

Overthinking adalah berpikir tentang suatu hal secara berlebihan dan terus-menerus. Padahal, hal tersebut sudah berlalu atau bahkan belum terjadi. Terlebih saat malam hari, menjelang sebelum tidur, biasanya overthinking ini kerap kali datang menyapa.

Kalau kamu lagi berada dalam fase ini, chill saja. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Universitas Michigan, overthinking bisa dialami oleh siapa saja. Sebanyak 73% pria dan wanita berusia 25-35 tahun mengalami overthinking. Orang tua juga merasakan hal ini lho, sekitar 45% pria dan wanita berusia 45-55 tahun dilanda overthinking.

Jadi, jangan panik karena ternyata sebagian besar orang di dunia ini juga pernah mengalami apa yang disebut overthinking. Sobat overthinking biasanya sering banget menyesali kesalahan masa lalu. Kurang bisa menerima kejadian yang telah terjadi. Cemas tentang skenario di masa depan. Pikiran itu juga dibarengi dengan pertanyaan-pertanyaan seperti “bagaimana kalau”, “coba saja, kalau aku begini”, “apakah keputusan yang aku ambil sudah benar?” selalu saja berputar-putar di kepala. Tanpa adanya solusi yang jelas. Sebenarnya, overthinking merupakan hal yang wajar. Tetapi, overthinking bisa berbahaya lho jika dibiarkan terus-menerus.

Situasi negatif tertentu yang terus terulang dalam otak buat kita jadi malas melakukan apapun. Akhirnya, dapat menurunkan produktivitas dan kreativitas kita. Kebanyakan overthinking, tidak rasional dan tidak ada hasilnya. Hal ini, dapat membuat kita stress sehingga sulit untuk tidur nyenyak di malam hari. Kekurangan tidur menyebabkan kesulitan berkonsentrasi, mengingat, dan mengontrol emosi.

Overthinking juga dapat menganggu kesehatan fisik. Beberapa penyakit yang dapat ditimbulkan antara lain: sakit kepala, demam, nyeri dada, jantung berdebar, sesak napas, radang lambung, hingga tekanan darah tinggi. Pada kasus yang lebih parah, overthinking dapat meningkatkan risiko terkena penyakit diabetes, stroke, dan serangan jantung. Selain itu, overthinking juga dapat memicu gangguan psikologis seperti anxiety disorder, obsessive compulsive disorder (OCD), dan lain sebagainya.

Waduh ngeri banget, ya? Yuk, dari sekarang mulai dikurangi overthinking-nya. Memang sih, overthinking itu bermanfaat karena kita mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi di masa depan. Ibarat peribahasa adalah sedia payung, sebelum hujan. Tapi, ya nggak berlebihan juga overthinking-nya. Mengurangi overthinking merupakan hal yang cukup sulit. Meskipun sulit, bukan berarti tidak bisa kan? Berikut ini adalah 9 tips yang mampu mengusir jauh-jauh rasa overthinking-mu!

Advertisement

1. Berhenti khawatir tentang masa depan, karena kita nggak akan tahu apa yang terjadi nanti.

Foto oleh cottonbro dari Pexels

Foto oleh cottonbro dari Pexels via https://www.pexels.com

Masa depan itu dinamis dan mudah berubah. Kita tidak akan tahu apa yang terjadi esok hari. Jangan takut terhadap hal-hal yang belum tentu akan terjadi. Rasa takut itu kita sendiri yang ciptain, kok.

2. Belajar menerima kegagalan dalam hidup.

Foto oleh cottonbro dari Pexels

Foto oleh cottonbro dari Pexels via https://www.pexels.com

Namanya juga hidup, tidak melulu soal berhasil, pasti juga ada gagalnya. Itulah seni dalam hidup. Everything happens for a reason. Percaya, bahwa pasti ada maksud tertentu di balik setiap kegagalan.

Advertisement

Ubahlah kegagalan di masa lalu sebagai sarana untuk kita berkembang. Simpan yang baik untuk kita pelajari dan yang buruk jadikan pengalaman.

3. Mindfullness yaitu fokus terhadap hal yang sedang dilakukan tanpa adanya gangguan.

Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels

Foto oleh Karolina Grabowska dari Pexels via https://www.pexels.com

Pada saat melakukan sesuatu, nikmatilah dan biarkan kamu larut dalam kegiatan tersebut. Buat kegiatan itu lebih bermakna. Saat kamu berjalan keluar rumah, hirup udara dan cobalah perhatikan lingkungan sekitarmu. Mindfullness juga dapat dilakukan dengan meditasi. Pusatkan perhatian pada pernapasanmu selama 10 menit per hari.

4. Do good things, and good things will come to you.

Foto oleh Amina Filkins dari Pexels

Foto oleh Amina Filkins dari Pexels via https://www.pexels.com

Kamu pasti sudah tidak asing mendengar peribahasa “Apa yang kita tanam, itulah yang kita tuai”. Jadilah pribadi yang positif dan lakukan hal-hal yang positif. Maka, niscaya akan menghasilkan sesuatu yang baik pula.

5. Fokus terhadap hal-hal yang dapat kita kontrol.

Foto oleh Liza Summer dari Pexels

Foto oleh Liza Summer dari Pexels via https://www.pexels.com

Kita harus menyadari bahwa banyak hal yang terjadi di luar kendali kita. Kita nggak bisa mengatur omongan orang lain terhadap kita, mengubah keputusan orang lain, memaksa orang lain untuk menyukai kita. Namun, kita bisa mengontrol bagaimana cara kita bersikap, ekspektasi kita terhadap sesuatu dan memperbaiki kualitas diri kita.

6. Setiap overthinking melanda, coba tulislah semua ketakutan-ketakutan itu.

Foto oleh Samson Katt dari Pexels

Foto oleh Samson Katt dari Pexels via https://www.pexels.com

Tulislah sebenarnya apa saja hal yang kamu takutkan, mengapa kamu takut terhadap hal tersebut dan bagaimana cara menghadapi hal tersebut. Dengan cara melampiaskan masalah tersebut ke media lain misalnya dapat dalam bentuk tulisan, otak menjadi fresh. Hal ini dapat mengurangi kecemasan, stres dan tekanan mental.

7. Menyibukkan diri dengan melakukan hobi atau hal-hal yang kita senangi.

Photo by Karolina Grabowska on Pexels

Photo by Karolina Grabowska on Pexels via https://www.pexels.com

Mencari distraksi dengan melakukan hobi atau kegiatan baru yang kamu senangi, dapat mencari obat untuk rasa overthinking-mu lho. Misalnya memasak, berolahraga, membaca buku, menonton film, mempelajari hal baru, atau mengikuti organisasi dan lain sebagainya.

8. Kalau kamu sudah tidak bisa mengatasi overthinking-mu sendiri, segera minta bantuan orang lain.

Photo by Elly Fairytale on Pexels

Photo by Elly Fairytale on Pexels via https://www.pexels.com

Jangan ragu untuk bercerita ke orang terdekatmu tentang masalah apa yang sedang kamu hadapi. Ingat, tidak semua masalah harus kamu lewati sendirian. Mintalah pendapat mereka. Kamu juga bisa meminta bantuan kepada tenaga professional seperti psikiater.

9. Terakhir, Its Okay To Be Overthinking!

Foto oleh Liza Summer dari Pexels

Foto oleh Liza Summer dari Pexels via https://www.pexels.com

Overthinking ini seringkali menjadi masalah bagi sebagian besar orang, baik tua maupun muda. Terlebih di zaman yang semakin modern seperti sekarang ini, tak jarang kita dihadapkan oleh berbagai macam pilihan.

Seringkali, kita terlalu memikirkan secara berlebihan semua pilihan tersebut. Lalu, membandingkan pilihan kita dengan pilihan orang lain. Sedalam apapun kita memikirkan pilihan kita, pasti selalu saja ada pilihan lain yang terlihat lebih baik. Kemudian, kita menjadi overthinking.

Tidak apa-apa kok menjadi overthinking, karena itu hal yang wajar. Eits, tapi jangan terlalu lama ya! Kamu bisa kok mengurangi rasa overthinking dengan tips-tips yang sudah dijelaskan di atas. So, goodbye overthinking!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE