I Love Lucy and she loves me, 
We're as happy as two can be, 
sometimes we quarrel but then again...
How we love making up again...

"I Love Lucy - Theme Song"
Desi Arnaz

Siapa sih yang enggak tahu serial tahun 50an ini?

I Love Lucy adalah serial terkenal asal Amerika Serikat yang tayang pertama kali pada tahun 1951 di stasiun TV CBS. Pada masa itu, yang memiliki pesawat televisi masih belum banyak, program televisi juga sedikit. Sehingga, ketika setiap kali ada I Love Lucy, tetanggamu pasti nimbrung, ikutan nonton I Love Lucy.

Serial televisi yang meraih 5 penghargaan Emmys ini mempunyai alur cerita yang mudah dicerna dan selera humor yang tinggi sehingga dari masa itu hingga sekarang, I Love Lucy adalah serial yang paling digemari oleh seluruh masyarakat Amerika Serikat, baik yang tua maupun yang muda. Bahkan versi berwarnanya pun digemari, ketika episode-episode pilihan seperti Lucy Visits Grauman'sLucy's Italian Movie, dan Job Switching, dibuat berwarna dan tayang di CBS mulai tahun 2007 hingga sekarang.

Sebenarnya, apa sih keunikan I Love Lucy?

Berikut 10 fakta-fakta unik I Love Lucy:

1. Pemeran Utama ‘I Love Lucy’ itu suami-istri

Desi & Lucille via http://clv.h-cdn.co

Karakter utama serial 'I Love Lucy', Lucy Ricardo (née Lucille Esmeralda McGillicuddy) dan Ricky Ricardo diperankan oleh suami-istri Lucille Ball dan Desi Arnaz.

Tidak tahu siapa mereka? Tidak apa. Biar kujelaskan di sini.

Desi Arnaz adalah aktor/musisi asal Kuba yang migrasi ke Amerika Serikat dan tinggal di sana hingga maut menjemput. Dia memulai karirnya di Broadway dengan pertunjukan Too Many Girls.

Advertisement

Kepindahannya ke Amerika Serikat agak pahit. Saat Revolusi Kuba, ayahnya yang walikota kota Santiago diturunkan paksa, hartanya diambil pemerintah revolusi dan dipenjara. Meskipun akhirnya keluar berkat pamannya Alberto de Acha, pria bernama lengkap Desiderio Alberto Arnaz y de Acha, III ini akhirnya kabur ke Amerika Serikat bersama seluruh keluarganya, dan memulai kehidupan baru di Miami, Florida.

Desi sendiri terkenal dengan lagunya yang berjudul Babalu, di mana dia melantunkan lagu tersebut sambil menabuh conga drum yang pada akhirnya menjadi signature song Desi. Di serial I Love Lucy, dia juga menyanyikan banyak lagu seperti Cuban Pete, The Lady in Red, dan lain sebagainya.

Lucille Ball adalah salah satu aktris komedian wanita pertama yang meraih sukses. Memulai karir sejak 1920an, Lucille terkenal dengan berbagai film seperti Chatterbox, Her Husband's Affairs, The Long, Long Trailer, dan Too Many Girls, di mana ia bersanding dengan suaminya Desi Arnaz. Lucille juga bermain banyak di film televisi (FTV) maupun serial-serial televisi, namun namanya lebih dikenal sebagai Lucy Ricardo, karakter utama I Love Lucy.

Desi Arnaz dan Lucille Ball memang pasangan serasi baik di serial televisi maupun dunia nyata. Namun nyatanya, Desi dan Lucille bercerai di tahun 1960 lantaran Desi sering main cewek dan terlalu sering meneggak alkohol. Meski sempat bersitegang karena alasan di atas, namun pada akhirnya, meski mereka sudah menikah dengan orang lain, mereka akhirnya tetap berteman hingga akhir hayat mereka.

Desi dan Lucille melahirkan dua anak, yakni Lucie Désirée Arnaz dan Desi Arnaz, Jr. (nama lengkap: Desiderio Alberto Arnaz IV).

2. ‘Lucy’ dan ‘Ethel’ juga berteman di dunia nyata

Lucy & Ethel = Lucy & Vivian via http://clv.h-cdn.co

Lucille Ball dan Vivian Vance, sejak pertemuan pertama mereka di set I Love Lucy hingga maut merenggut nyawa mereka, berteman dengan baik, sebaik Lucy Ricardo dan Ethel Mertz.

Menurut Vivian, mereka berteman layaknya saudari, baik ketika mereka berantem ataupun berdamai.

Bahkan ketika serial I Love Lucy berakhir, Vivian dan Lucille tetap beradu akting di serial komedi The Lucy Show dan Here's Lucy.

Lucille mengakui, bahwa dia tidak pernah mau membintangi serial televisi lagi tanpa Vivian, meski akhirnya serial komedi 'Life with Lucy' yang kembali dibintangi Lucille rilis di tahun 1985 tanpa Vivian. Vivian sendiri terakhir muncul di film televisi Lucy Calls the President bersama Lucille di tahun 1979 sebelum akhirnya meninggal karena stroke dan kanker tulang.

Patut dicamkan, bahwa tadinya sifat Lucille agak kaku terhadap Vivian di hari-hari pertama syuting, karena pada dasarnya, di Hollywood jaman 50an, harus ada satu cewek 'cantik' dan cewek 'jelek', dan Lucille tidak terlalu menerima ide produser serial I Love Lucy merekrut Vivian, karena mereka sama-sama cantik meskipun Vivian lebih tua dari Lucille, sekalipun Vivian diberikan baju yang agak murahan tidak sebagus Lucille karena memang begitu perannya. Tapi tentu saja, sikap Vivian yang bersahabat dan profesional membuat Lucille mampu mengikat tali persahabatan dengan Vivian.

3. Dahulu, I Love Lucy adalah serial radio.

Lagi siaran radio via https://upload.wikimedia.org

Dulu, sebelum ada I Love Lucy di televisi, ada serial radio namanya 'My Favorite Husband', cikal bakal serial I Love Lucy yang melegenda.

Serial radio yang ditayangkan CBS Radio ini juga bercerita tentang dua suami istri yang tinggal bersama dan 'menyukainya'. Suami istri yang dimaksud, Liz and George Cooper, diperankan oleh Lucille Ball dan Richard Denning.

Di serial itu, nama 'Cooper' sendiri dipakai dari episode 26. Sebelumnya, serial ini memakai nama 'Cugat', namun demi menghindari kebingungan pemirsa radio saat itu karena diperkirakan ada keterkaitan dengan pemain musik Xavier Cugat, maka nama 'Cooper' dipakai menggantikan 'Cugat'.

124 episode kemudian, pada tahun 1950, Lucille ditawari memerankan serial televisi yang diadaptasi dari serial radio ini, namun Lucille tidak mau jika tidak mengikutsertakan suaminya, Desi Arnaz.

Serial televisi yang dimaksud adalah 'I Love Lucy'.

4. ‘Little Ricky’ sudah terkenal sebelum lahiran.

Little Ricky via http://clv.h-cdn.co

Ketika Lucille lagi menghamili Desi Arnaz Jr., di serial I Love Lucy, Lucy Ricardo juga sedang hamil, di mana akhirnya melahirkan anak bernama Ricky Ricardo Jr. yang sering dipanggil 'Little Ricky' selama serial tersebut berlangsung.

Kehamilan Lucille dengan Desi Arnaz Jr. adalah salah satu kehamilan yang paling diliput, karena pada saat itu, serial I Love Lucy sedang hit-hitnya, maka ketika Lucy is Enceinte tayang perdana, Lucille Ball langsung disebut sebagai wanita hamil pertama yang memerankan wanita hamil oleh berbagai media cetak saat itu.

Ketika Desi mengabarkan salah satu penulis script serial I Love Lucy, Jess Oppenheimer, bahwa Lucy melahirkan anak lelaki, persis seperti yang terjadi di serial tersebut pada episode Lucy Goes to the Hospital, Jess mengakui di memoirnya bahwa ia merasa seperti Tuhan setelah mendengar kabar tersebut.

"Lucy followed your script. Ain't she something?" – Desi Arnaz

"Terrific! That makes me the greatest writer in the world!" – Jess Oppenheimer

Uniknya, Desi Arnaz Jr. tidak pernah muncul di serial tersebut, bahkan tidak pernah memerankan Little Ricky sepanjang hidupnya! Pemeran asli Little Ricky pada saat itu adalah Richard Keith, yang kini menjabat sebagai direktur eksekutif sebuah ballet company ternama di Amerika Serikat.

5. Keserasian Fred dan Ethel Mertz hanya terjadi di TV.

Siapa bilang pasangan TV bisa serasi seperti Teuku Wisnu-Shirleen Sungkar?

Buktinya, pemeran Fred dan Ethel Mertz, teman baik, tetangga sekaligus tuan tanah Lucy dan Ricky; William Fraley dan Vivian Vance, tidak pernah akur sampai akhir hayat mereka.

Salah satu alasan mengapa mereka tidak akur adalah, Vivian merasa William itu lebih pantas jadi ayahnya ketimbang suaminya, lantaran jarak usia mereka terlampau jauh 22 tahun. Mendengar hal tersebut, William mengakui sangat tersinggung.

Meski mereka bisa berlaku profesional di depan kamera, berakting mesra dan sebagainya, mereka cukup sering cekcok di studio.

Tadinya duo pasutri Mertz mau dibuat spin-offnya, namun Vivian menolak beradu akting lagi dengan William.

Tidak hanya itu saja. Menurut Vivian, duo Mertz akan terasa hambar tanpa duo Ricardo. Namun hal ini rupanya memperuncing permusuhan Vivian Vance dan William Frawley.

6. William Frawley itu pemabuk!

William Frawley via http://media.gettyimages.com

Ketika William Frawley dipilih memainkan Fred Mertz, tuan tanah, sahabat sekaligus tetangga Lucy dan Ricky Ricardo dan suami Ethel Mertz, pihak eksekutif CBS kurang yakin akan pilihan tersebut.

Alasan mereka sederhana: William itu pemabuk dan wataknya kurang stabil.

Mengetahui hal tersebut, Desi Arnaz yang juga salah satu produser serial I Love Lucy, mengultimatum William: Jika ia datang terlambat, datang dalam keadaan mabuk, lupa bagiannya dalam skrip atau tidak dapat berakting karena alasan apapun kecuali sakit, ia akan ditendang dari serial tersebut.

Pada akhirnya, William sendiri datang tidak pernah terlambat maupun datang dalam keadaan mabuk. Dia juga sudah menhafal bagiannya sebelum datang ke studio. Dan hasilnya jelas: perannya awet sampai serial tersebut selesai.

7. Desilu Productions, pemilik sah I Love Lucy

Desilu Playhouse via http://www.wearenotmartha.com

Desilu Productions, studio di balik serial I Love Lucy, lahir tahun 1950.

Tadinya Desilu hanya bakal fokus ke serial I Love Lucy saja, namun pada akhirnya Desilu berkembang dengan ratusan serial lainnya, yakni The Dick van Dyke Show, The Twilight Zone, I Spy, Star Trek, Meet McGraw, The Untouchables, dan lain sebagainya.

Desilu juga punya studio sendiri, lokasinya di Cahunega Boulevard di Hollywood. Sekarang lokasinya dinamakan Red Studios Hollywood. Saat Desilu berjaya, hampir semua serial buatan Desilu dishoot di studio ini. Salah satunya I Love Lucy.

Ketika masih suami istri, baik Desi maupun Lucille memiliki saham kepemilikan di Desilu. Ketika bercerai, saham kepemilikan Desi dibeli oleh Lucille sehingga Lucille sendiri menjadi pemilik Desilu Productions sampai production house tersebut dijual ke Paramount Television di tahun 70an.

Lucille Ball sendiri mendirikan Lucille Ball Productions yang di kemudian hari menjadi pemilik hak serial komedi Here's Lucy dan Life with Lucy.

8. Episode paling ikonik? Banyak!

Mukanya itu lho via http://static.hypable.com

Selama masa tayangnya, I Love Lucy menghadirkan sejumlah episode-episode ikonik yang layak ditonton segala usia. Beberapa diantaranya:

Lucy Does a TV Commercial: Lucy menyabotase pemeran iklan ketika Ricky tampil sebagai pembawa acara televisi. Di iklan tersebut, Lucy harus mengiklankan betapa enaknya health tonic Vitametavegamin yang mengandung vitamin dari daging dan sayuran dengan 23% alkohol. Bisa dibayangkan betapa mabuknya Lucy setelah berkali-kali meminum health tonic tersebut.

Job Switching: Lucy dan Ethel menggantikan suami mereka bekerja. Mereka bekerja di perusahaan permen membungkus cokelat. Kelihatannya gampang, namun karena conveyor belt yang membawa cokelat tersebut berjalan makin lama makin cepat, Lucy dan Ethel sempat tertinggal, dan in order to keep up with the conveyor belt, mereka melakukan segala cara, mulai dari memasukkan cokelat ke dalam mulut, topi, hingga bra mereka.

Lucy and Superman: Ketika Little Ricky berulangtahun, Lucy dan Ricky berinisiatif mengundang pemeran Superman, George Reeves untuk datang ke pesta ultah Ricky sebagai Superman, yang merupakan superhero favorit Little Ricky. Tadinya George enggak mau, sehingga Lucy berinisiatif memakai kostum Superman buatannya sebagai dan muncul sebagai hadiah ultah Little Ricky. Namun akhirnya George datang sebagai Superman dan memberikan kejutan teristimewa kepada Little Ricky. Gawatnya, Lucy terperangkap di luar apartemen hingga pesta berakhir sehingga George sebagai Superman harus menyelamatkan Lucy. Bisa dibayangkan betapa marahnya Ricky ketika tahu.

Ricky: "Lucy… In all of the fifteen years we've been married…"

George/Superman: "You mean to tell me that you've been married to her for fifteen years?"

Ricky: "Yeah, fifteen years."

George/Superman: "And they call me 'Superman'!"

-Secuplik bagian akhir episode 'Lucy and Superman'-

Lucy is Enceinte: Ketika Lucy tahu dia hamil, dia mencari banyak cara agar Ricky tahu Lucy hamil. Namun siapa sangka akhirnya Lucy 'membeberkan' kabar tersebut di klub tempat Ricky bekerja sebagai bandleader setelah sejumlah cara gagal. Memang jalur ceritanya terkesan simpel, namun pada saat itu, Lucille Ball yang memerankan Lucy lagi hamil. Bisa dibayangkan reaksi publik ketika tahu 'keterikatan' ini.

Lucy Goes to the Hospital: 'Keterikatan' dari Lucy is Enceinte berlanjut di episode-episode berikutnya, salah satunya episode ini, di mana Lucy melahirkan di rumah sakit dan Ricky harus bolak-balik dari klubnya ke rumah sakit agar tidak melewatkan kelahiran anak pertamanya. Episode ini adalah salah satu episode dengan jumlah tontonan terbanyak di Amerika karena Lucille Ball sendiri melahirkan anaknya, Desi Arnaz Jr., dua belas jam sebelum episode tersebut disiarkan di TV.

9. The Lucy-Desi Comedy Hour: format baru I Love Lucy.

The Lucy-Desi Comedy Hour Title Card via https://upload.wikimedia.org

Desi Arnaz selaku produser I Love Lucy mengganti format serial dari 30-menit per minggu menjadi sejam di tahun 1957, sekaligus mengganti namanya menjadi The Lucy-Desi Comedy Hour demi menyajikan suasana baru dan segar kepada penonton agar tidak jenuh dengan format yang 'itu-itu' saja. Bisa dibayangkan betapa pusingnya pihak eksekutif CBS selaku penyiar I Love Lucy.

Presiden CBS William Pailey mengakui, jika bukan karena kesehatan Desi yang terus-terusan menurun pada saat itu, dia kepikiran untuk menuntut Desilu ke pengadilan.

Format baru The Lucy-Desi Comedy Hour lebih befokus kepada interaksi Lucy dengan bintang tamu selebritis seperti Ann Sothern, Tallulah Blankhead, Danny Thomas, dan lain sebagainya, meski sepanjang jalur cerita masih sejalan dengan serial I Love Lucy. Di cerita ini juga, Ricky kini memiliki klub sendiri setelah membeli klub Tropicana di mana ia bermain selama belasan tahun, dan menamainya 'The Babalu Club'.

Meski sukses, format ini berjalan hanya 3 musim saja. Dan episodenya juga sedikit. 5 episode di 2 musim pertama, dan 3 episode di musim ke-3, yang juga musim terakhir serial tersebut. Konon katanya, tadinya Desi mau 10 episode per musim, namun harus dipotong banyak lantaran biaya produksi yang tinggi.

10. Disponsori Rokok dan Mobil

Call for Philip Morris…. via https://i.ytimg.com

"Call for Philip Morris…"

Siapa sih yang enggak tahu perusahaan rokok ini?

Perusahaan rokok pemilik merek Marlboro, Dji Sam Soe 234 dan U Mild di Indonesia ini rupanya sempat menjadi sponsor serial I Love Lucy selama masa siar mereka. Bahkan, Lucille Ball dan Desi Arnaz berkesempatan untuk menjadi bintang iklan rokok tersebut.

Memang sponsornya bukan Philip Morris saja sih, namun sponsorship dari Philip Morris rupanya lebih dikenal dari sponsor-sponsor lainnya.

Setelah I Love Lucy diganti jadi The Lucy-Desi Comedy Hour, Philip Morris digantikan Ford Motor Company sebagai sponsor acara tersebut.

11. Warisan Lucy dan Ricky di Jamestown

Lucille Ball lahir di Jamestown. Itulah alasan mengapa Lucille Ball Desi Arnaz Museum & Center for Comedy didirikan di kota Jamestown, New York.

Di dalam museum ini, terdapat banyak sekali memoribilia yang dipajang di museum yang didedikasikan kepada pasangan komedian Hollywood paling bergengsi itu. Bahkan kamu bisa liat seluruh set panggung 'I Love Lucy' langsung dengan mata kepalamu sendiri, yakni set apartemen kecil Lucy-Ricky, set Tropicana club, dan set Beverly Palm Hotel, di mana Ricky, Lucy, Fred dan Ethel singgah selama di Hollywood.

Lucy-Desi Center for Comedy juga menyewakan set Tropicana Room untuk acara-acara pribadi seperti pernikahan, baby shower, hingga pesta sweet 17.

Museum ini juga sering menyelenggarakan festival tahunan Lucille Ball Comedy Fest. Festival yang diselenggarakan sejak Agustus 2012 ini diisi dengan stand-up comedian menunjukkan keahlian mereka, eksibisi semua memoribilia I Love Lucy dan Lucille Ball, hingga hometown tour, di mana ada tur khusus jalan-jalan mengitari daerah Jamestown, dengan rumah masa kecil Lucille, replika Desilu Studios dan makam keluarga Lucille Ball sebagai atraksi utamanya. Festival ini diisi berbagai komedian kelas atas seperti Ray Romano, Jay Leno, Ellen DeGeneres, dan mendiang Joan Rivers.

Rencananya, tahun 2017 nanti, Lucy-Desi Center for Comedy akan berekspansi, menjadi bagian dari National Comedy Center, sebuah muesum khusus komedi didedikasikan untuk Lucille Ball. Saat ini museum tersebut sedang dalam pembangunan. Nantinya, museum ini tidak hanya menampung memoribilia Lucille Ball saja, tetapi juga memoribilia komedian veteran lainnya.

Jika Amerika Serikat terkenal dengan I Love Lucy, Indonesia terkenal dengan Warkop DKI. Bedanya adalah, jika di sana sampai ada museum untuk seluruh memoribilia dari masa-masa kejayaan serial I Love Lucy itu, mengapa Indonesia belum ada yang seperti itu? Mengapa tidak ada museum yang mengajak kita bereksplorasi dunia Dono Kasino Indro, sama halnya dengan museum Lucy ini?

Di masa yang akan datang, mungkin di kota Jakarta, jika pemerintah atau pihak pemilik semua lisensi Warkop DKI berkenan, akan ada museum yang menampung semua memoribilia para komedian sekaligus sarana explorasi warisan komedi Dono Kasino Indro.

Sampai tiba saatnya, biarkan aku bernyanyi: Cos' I Love Lucy and Lucy… Loves Me….