Saya tahu dan kamu juga pasti tahu. Sekarang cari kerjaan sulit. Benar? Pasti. Saya sendiri ngalamin kok. Setidaknya itu hitungan sudah setahun kemaren. Pendaftaran gelombang kerja tetep gila-gilaan. Fakta nih, saya alumni UGM yang sudah lama tetep memantau bagaimana angka pendaftaran di website ECC UGM.

Dengan satu lowongan kerja saja, apalagi yang dibuka untuk semua jurusan, yang daftar minimal seratus orang. Setidaknya bisa mencapai 1000 pelamar kerja. Nggak percaya? Cek deh di website nya. Kamu bisa ngecek kok walaupun nggak login.

Artinya apa nih? Artinya, kalau kamu nggak mau nunggu lowongan kerja di perusahaan keren itu buka, kamu harus segera cari duit sendiri. Salah satunya jalan yaitu jualan online! Fakta lain yang tidak bisa kita bantah. Tapi nyatanya juga tidak bisa kita jalani begitu saja. Bukan karena tidak mau.

Tapi tidak tahu ilmunya. Buktinya lagi dari laporan Asisten Gubernur Bank Indonesia Dody Budi Waluyo yang kami kutip dari radioidola.com kalau produk UKM baru sampai angka 10-20% yang sudah memakai internet untuk jualan. Jadi belum maksimal. Namun sebagai tanda kalau masih terbuka lebar untuk kamu jualan online.

1. Riset Produk yang Lagi Tren

Tahunya dari mana? Coba cari dulu di marketplace seperti Tokopedia. Setiap marketplace dipastikan punya kategori produk unggulan. Artinya selalu ada produk yang lagi tren. Artinya banyak orang sedang mencari produk tersebut. Lalu Di Tokopedia ini sendiri kalau kamu scroll ke bawah maka kamu akan menemui kategori hot list. Saya coba cek untuk jilbab yang lagi tren.

Rating nya tinggi, banyak yang komentar, sudah terjual lebih dari seratus pcs. Nah, kalau kamu sendiri memilih produk-produk yang lagi tren di berbagai marketplace, maka produk itu memang bisa kamu cari tahu distributornya dan kamu beli untuk kamu jual lagi di tempat lain atau di toko online mu sendiri.

Advertisement

Jadi jangan kebalik. Jualan yang cuma kamu pengen aja. Padahal belum tentu sudah ada data yang valid untuk produk yang akan kamu jual kan? Nah, di marketplace ini sudah ada. Jadi tinggal kita manfaatkan saja.

2. Riset Produk yang Dibutuhkan Orang

Bedanya produk yang orang lagi pengen sama lagi butuh itu gimana sih? Bukannya bedainnya susah ya? Kalau sekarang emang agak susah ya. Soalnya benda yang tergolong keinginan sudah masuk dalam kategori kebutuhan. Misalnya adalah handphone. Nah, kategori termudah adalah dengan perbandingan harga.

Sama-sama jual sepatu, yang satu jual sepatu untuk orang butuh. Maka harganya murah. Sedangkan yang lain jual sepatu untuk orang lagi pengen makanya harganya mahal. Jadi riset dulu, karena kalau kamu beli barang untuk dijual lagi harganya sudah mahal ya kamu akan kesulitan nanti untuk bersaing harga dengan pesaingmu.

Advertisement

Nah, dapat untung sedikit dari jualan yang orang lain butuh itu nggak masalah. Kamu bisa belajar dari sini dulu. Jadi jangan buru-buru kamu pengen jualan barang yang pengen banget kamu jual apalagi kalau belum riset soal ini. Kamu perlu belajar bagaimana menangani pelanggan sebanyak yang kamu bisa. Jadi jual barang murah-murah nggak masalah. Kamu akan terlatih lho untuk nanganin banyak konsumen. Siap jualan yang orang lain butuhkan?

3. Gagal Itu Harus, Berhenti yang Jangan

Gagal itu harus! Benar deh. Ibaratnya, hampir tidak ada yang tidak gagal dalam jualan online. Bahkan kegagalan jualan online pun terjadi kalau kita tidak berkembang. Ibarat pohon nih, kalau dia nggak berkembang dia akan mati. Jadi pilihannya si pohon ini ingin terus berkembang atau mati, nah pilih yang mana?

Sayangnya kita bukan pohon. Jadi kita pun pasti mengalami gagal. Jualan dari untung cuma seribu rupiah sampai ratusan ribu harus kita coba terus. Yang penting jangan berhenti.

Karena kalau berhenti maka kita yang memutuskan untuk tidak melanjutkan jualan online lagi. Terus ngapain? Bekerja? Oke, kalau itu memang pilihanmu maka tidak ada paksakan. Tapi harus sadar ya, di masa depan kamu tidak menatap lagi ke dalam dunia jualan online. "Emang nggak boleh? Suka-suka gue dong!" Iya, bener, hanya sayang dengan waktumu.

Karena waktumu tidak akan kembali. Jika ingin coba, maka ambil tantangan untuk jualan online. Gagal lalu temukan cara untuk bangkit. Jangan berhenti. Pelari sekalipun dia akan terus melangkah walau lelah dan sudah tidak sanggup lagi untuk sampai ketujuan. Tidak jarang malah menyeret kaki. Gagal? Siapa takut!

4. Jadilah Murid yang Rajin Ya

Sudah riset produk, sudah siap untuk tidak berhti pas mencoba, nah kamu akan masuk dalam satu proses di mana kamu harus mencari seorang guru. Pengetahuan kita terbatas lho. Jangan heran kalau pas kamu jualan online pun kamu butuh guru. Apalagi pas kamu merasa sudah melakukan semuanya dan kamu belum juga berhasil. Dari pada berhenti mending cari guru yang tepat.

Tapi satu lagi nih mindset yang harus dijaga terus ya. Yaitu jadilah murid yang rajin. Guru hanyalah seorang guru tanpa murid yang rajin ya muridnya gak akan berhasil. Sudah banyak lho tutorial jualan online di internet, di Instagram, di Facebook, dan sudah banyak guru yang mau mengajarkannya untukmu.

Baik gratisan maupun berbayar. Tapi sekali lagi, kalau kamu tidak rajin untuk mendengarkan, menyimak, bertanya, dan bertindak setelah pelajaran dari guru jualan online mu itu, ya susah untuk bisa naik kelas. Jualan online mu nanti ya gitu-gitu aja.

5. Kenali 4P: Persisten, Patience, Practice dan Performa

Persisten, Patience, Practice dan Performa

Persisten, Patience, Practice dan Performa via https://unsplash.com

Terakhir buat kamu ya. Untuk membiasakan keempat hal diatas, kamu setidaknya harus punya 4P ini. Silahkan dibolak-balik yang mana aja yang pengen kamu lakuin, mau patience dulu, sabar dulu, sabar terus sambil jalanin jualan online nya, juga nggakpapa. Terus jangan lupa juga untuk terus meningkatkan performa.

Tambah ilmu jualanmu, mulai rekrut karyawan baru, mulai buat perencanaan baru untuk jualanmu agar lebih serius. Persisten ya juga jangan lupa. Ini mirip sama dengan mindset yang ketiga. Jadi kalau kamu jualan, kamu udah berhasil, nemu hasil yang membuatmu senang sambil senyum-senyum ya jangan berhenti mempertahankan.

Lalu juga practice. Latihan terus. Cari ilmu lagi, cari guru lagi dan latihan lagi. Semakin banyak berlatih semakin baik. Ikut seminar, ikut gathering, ikut acara meet up dengan para guru dan senior yang juga jualan online. Sekalian nanti kita bisa juga untuk menambah koneksi dan kenalan bahkan bisa jadi nanti kita dapat rekan jualan yang membantu kita untuk meraih lebih banyak penghasilan dari jualan online.

Bagimana? Siap menerima tantangan jualan online? Ayo, masih banyak kesempatan terbuka lebar.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya