Perihal Menata Hati, Bukan Perkara Move On. Tapi Berdamai dengan Diri Sendiri yang Utama

berdamai dengan diri sendiri

Melepaskan tempat ternyaman pasti tidaklah mudah, membersihkan pikiran dari kenangan indah yang dulu terangkai hingga mampu menggoreskan luka di hati yang nggak tau seberapa dalamnya, cuma ada rasa sakit, sedih, patah dan pada akhirnya “yaudah, mau gimana lagi? Mungkin ini akhir cerita kita”.

Ingin segera berlalu perasaan luka ini hilang, membaca tips move on rasanya percuma jika ternyata aku belum mendalami diriku sendiri pasca patah hati terhebat itu, seperti melakukan hal-hal berikut  ini:

Advertisement

1. Memaafkan keadaan

Karena semua harus dimaafkan untuk ketenangan hati

Karena semua harus dimaafkan untuk ketenangan hati via http://www.pexel.com

Berbagai tips move on seperti tidak akan sepenuhnya mampu membantu jika aku belum mampu memaafkan keadaan, belum mampu menerima jika ini semua memang takdir Tuhan, mungkin tuhan menghancurkan rencanaku untuk menjaga kehancuran diriku dari rencanaku. Aku harus menyelesaikan luka batin diriku sendiri dengan memaafkan dia juga memaafkan diriku sendiri, tidak mudah memang mengikhlaskan segala hal yang sudah aku jaga dan bangun bersama berbalut janji-janji indah kala itu, tapi aku sadar, tak akan aku mampu pindah jika aku belum mampu berdamai dengan diriku sendiri.

2. Belajar dari hubungan sebelumnya

Cara terbaik adalah belajar dari masa lalu

Cara terbaik adalah belajar dari masa lalu via http://www.pexel.com

Setiap dalam hal hidup adalah pembelajaran entah itu baik atau buruk, senang atau sedih, semua punya cerita unik dan semua pasti ada hal yang mampu dipelajari begitu juga dengan sebuah hubungan. Dari hubungan kala itu aku belajar jika ego mampu menyakiti kita satu sama lain, belajar kalo kita juga perlu mengkritik satu sama lain untuk saling menginstropeksi, diri sendiri bukan hanya saling diam yang tiba-tiba menjadi bom waktu yang entah kapan itu akan meledak dan melukai satu diantara kita atau diri kita masing-masing, dan belajar bahwa tidak ada pasangan yang sempurna tapi yang ada hanya saling menyempurnakan bukan pada kesempurnaan yang kita lihat dari pasangan lain tapi kesempurnaan pada kebahagian kita satu sama lain.

Advertisement

3. Berjanji menjadi diri lebih baik

Aku memilih menjadi lebih baik

Aku memilih menjadi lebih baik via http://www.pexel.com

Aku juga harus berjanji pada diriku sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik, karena mengakhiri hubungan bukan harus mengakhiri diri kita sendiri kan? Saat pemulihan luka aku ternyata perlu banyak memberikan apresiasi pada diriku sendiri untuk meningkatkan rasa percaya diriku. Menyadari jika aku menjadi lebih baik maka yang terbaik juga akan datang dengan sendirinya diwaktu yang tepat, dengan menjadi lebih baik bukan hanya aku lebih menghargai diriku sendiri tetapi juga menghargai orang-orang yang selalu ada untuk dukungan dan selalu menyayangiku, aku tak akan mengecewakan mereka.

4. Melakukan apa yang dari dulu nggak bisa dilakukan

Kebabasan yang hakiki

Kebabasan yang hakiki via http://www.pexel.com

Memiliki hubungan sadar atau tidak sadar kadang juga membatasi diri sendiri, banyak hal dulu ingin aku lakukan menjadi urung saat aku berdiskusi dengan dia kala itu, mungkin dengan berbagai pertimbangan yang logis juga. Tapi mulai saat ini aku bebas menentukan apa yang aku mau dan ingin aku lakukan, senang rasanya tanpa menemukan kembali titik bimbang antara keinginanku dan juga kamu.

5. Jangan terlalu cepat cari pengganti, nikmati aja dulu kesendirianmu

Untuk sementara sediri menjadi pilihan

Untuk sementara sediri menjadi pilihan via http://www.pexel.com

Ada yang bilang melupakan seseorang itu harus dengan segera menemukan seseorang yang baru, mungkin iya untuk beberapa orang tapi menurutku menikmati waktu sendiri juga merupakan pilihan yang tepat untuk mengenali diriku sendiri lebih dalam juga untuk menghindari ada hati yang terluka karena hanya sebatas pelampiasanku sementara, aku tidak ingin mengalami hati yang terluka untuk kali kedua maka aku menjaga untuk tidak menyakiti hati orang lain. Akan ada waktu yang menurutku tepat untuk memulai menjalin kembali saat aku selesai dengan diriku sendiri.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

nurichfanioktoria.blogspot.com

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE