Resepsi Pernikahan di Tengah Pandemi Corona. Baiknya Ditunda atau Dilanjut Ya?

resepsi pernikahan pandemi corona

Pasti sedih rasanya, sudah jauh-jauh hari merencanakan pesta pernikahan di bulan-bulan Maret-April 2020 ini. Akibat merebaknya virus corona yang sekarang menjadi pandemi, pemerintah menghimbau masyarakat untuk betul-betul mengurangi aktivitas yang melibatkan kerumunan orang alias social distancing. Nah, bagaimana dengan pernikahan? Pastilah, sekecil-kecilnya resepsi pernikahan akan melibatkan banyak orang.

Karena kejadian luar biasa ini adalah bencana nasional kita tidak bisa menyalahkan siapapun. Bukan berarti tidak bisa menikah. Bisa saja menikah secara agama dan sipil, toh itu tidak perlu melibatkan banyak orang. Namun untuk tetap mengadakan resepsi, tampaknya kamu perlu menimbang-nimbang kemungkinan ini. Tidak ada yang ingin terpapar virus ini. Jika dipaksakan untuk digelar, pasti akan banyak tamu yang takut atau memilih tidak hadir. Namun jika memang tidak bisa ditunda dan harus tetap dilaksanakan, cobalah untuk memperhatikan beberapa hal yang dihimbau dari pemerintah DKI Jakarta ini:

Advertisement

1. Harus ada petugas pemeriksa suhu tubuh para tamu yang masuk ruangan acara

Pengecekan suhu tubuh saat tamu undangan hadir

Pengecekan suhu tubuh saat tamu undangan hadir via http://www.suara.com

Pastikan kamu menyediakan personil khusus untuk mengukur suhu para tamu undangan. Bekali mereka dengan termometer tembak yang ber-SNI, sehingga dapat dengan akurat mengukur suhu mereka yang datang. Meski suhu tubuh di atas rata-rata bukan ciri akurat untuk membedakan mereka yang sudah terpapar atau belum, namun prosedur ini wajib dilakukan untuk mengurangi dampak negatifnya.

2. Harus ada ruang isolasi bagi tamu yang ditemukan kurang sehat sehingga bisa diantarkan ke ruang tersebut

Ruang isolasi bagi tamu undangan yang tidak lolos cek suhu

Ruang isolasi bagi tamu undangan yang tidak lolos cek suhu via https://www.hfmmagazine.com

Kamu juga harus menyiapkan ruangan yang layak untuk para tamu yang sudah datang ke acaramu, namun gagal masuk untuk merayakan resepsi bersama karena keadaan mereka yang kurang sehat. Lebih aman lagi jika  bisa menyarankan mereka untuk pulang. Namun demikian, lebih baik memberikan himbauan agar para tamu yang datang adalah mereka yang betul-betul sehat, misalnya saat membagikan undangan.

Advertisement

3. Harus menyiapkan hand sanitizer di pintu masuk dan keluar

Sediakan titik hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar

Sediakan titik hand sanitizer di pintu masuk dan pintu keluar via http://tribunnews.com

Jangan lupa untuk menyiapkan hand sanitizer untuk para tamu undangan. Siapkan di dekat meja penerima tamu, karena di situlah para tamu undangan biasanya banyak berinteraksi dengan orang lain.

4. Berikan himbauan bahwa tidak boleh ada jabat tangan. Interaksi dilakukan tanpa bersentuhan.

Jabat tangan bisa digantikan dengan salam namaste

Jabat tangan bisa digantikan dengan salam namaste via https://www.iheartradio.ca

Jika biasanya resepsi pernikahan erat dengan jabat tangan dan cipika-cipiki, maka di masa pandemi ini kalian harus menghimbau para tamu agar tidak melakukan interaksi secara bersentuhan. Berikan himbauan ketat melalui event organizer yang mengatur jalannya resepsimu. Salam dengan gaya namaste rasanya sudah cukup dilakukan.

5. Hindari prasmanan untuk mencegah penyebaran virus dengan mudah

Advertisement
Catering dengan layanan makan meja atau piring terbang diyakini lebih higienis daripada prasmanan

Catering dengan layanan makan meja atau piring terbang diyakini lebih higienis daripada prasmanan via https://travel.kompas.com

Jangan lupa poin makanan juga bisa menjadi potensi penularan. Jika masih memungkinkan untuk dirubah, konsep makan meja atau piring terbang lebih aman dinikmati daripada dengan konsep prasmanan, tapi kalian harus pastikan menggunakan jasa catering yang terpercaya dan menjamin karyawannya dalam kondisi sehat. 

Dalam prasmanan biasanya makanan cenderung disiapkan secara terbuka, dan orang-orang datang silih berganti 'menghadap' ke posisi makanan. Jika mereka mengantri sambil bicara, maka ada kemungkinan droplets jatuh ke tempat makanan tadi. 

Namun demikian, yang terpenting adalah prosedurnya harus dilaksanakan dengan tertib, karena memang himbauan dari pemerintah dan seluruh dunia sedang menggencarkan aksi social distancing. Jika memungkinkan untuk ditunda, maka pilihlah untuk menunda. Coba hubungi event organizer atau vendor-vendor pernikahan kalian, liatlah kembali surat-surat perjanjian yang sudah dibuat. Biasanya di dalamnya terdapat pasal force majeure. Diskusikan pilihan yang terbaik dan teraman untuk keluarga kalian.

Mungkin ini mimpi buruk bagi kalian yang sudah mengidam-idamkan resepsi sesuai mimpi kalian. Namun pandemi ini adalah keprihatinan dunia. Ribuan pasangan yang hendak menikah pun pasti merasakan hal yang sama. Ingatlah kebahagiaan pernikahan bukan terletak di resepsinya, namun saat kalian melakukan janji nikah bersama. Jika kalian bisa melewati rintangan besar seperti ini di awal pernikahan, niscaya hidup berumahtangga kalian nanti akan tahan banting dan jauh lebih bahagia. Tetap semangat ya!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Menulis karena hobi. Menulis karena ingin berbagi.

Editor

une femme libre

CLOSE