“Assalamu’alaikum Cinta”

Teruntuk dirimu yang kini terpisah jarak, waktu dan keyakinan, aku mengucapkan salam. Assalamu’alaikum cinta. Masihkah kamu mengingatku meski hanya sebagai serpihan cerita masa lalu?

Kemarin tepat 100 hari sejak saat terakhir kita bertemu. Ada sedikit rasa lucu yang kadang menggelitik dibenakku, bahwa rasa rindu akan menyesakkan dada sesorang ternyata benar adanya. Dan rasanya aku sesak nafas, bahkan menangis sejadi-jadinya tiap kali merindukanmu. Hei kamu, tolong jangan tertawa jika sedang membaca tulisan ini.

1. Ketika Diamku Menjagamu

google via http://google.com

“Dan aku memilih diam"

Ada banyak hal yang ingin aku tanyakan namun bibir ini tak sanggup bersua. Seperti apa katamu “ini pilihanmu”. Seolah menegaskan bahwa perpisahan ini adalah keinginanku jadi aku tidak berani mengusikmu bahkan hanya dengan satu kata “hay”. Aku tidak punya kekuatan untuk mengganggumu dengan sapaan akrab dan basa-basi yang selalu kita lakukan pasca kita memilih jalan untuk berpisah.

2. Dan Mendoakan akan Lebih Baik untuk “Aku” dan “Kamu”

google via http://google.com

Advertisement

“Diam dan mendoakan, karena melepaskan tidak sesederhana saat kita jatuh hati”

Sebab hal yang mempertegas perpisahan kita bukanlah hal sederhana jadi untuk perasaan ini yang tidak pula sederhana, aku berusaha menahannya mati-matian. Dan aku tahu kamu juga bersusah payah menahan, jadi aku memilih untuk diam. Diam dan mendoakanmu adalah satu-satunya cara untuk memelukmu dari kejauhan. Dan lagi, diam sembari mendoakanmu adalah sebisaku mencintaimu dengan paling rahasia. Tanpa perlu takut mengusik kehidupanmu, dan tanpa perlu melukai diriku lagi dengan cara melukaimu. Sebagai orang yang paling menyayangimu, aku menuntut kebahagiaanmu. Kapanpun dan dimanapun dirimu berada, berbahagialah.

3. Keyakinan Berdiri Kokoh Tanpa Bisa Disatukan dengan Keyakinan yang Lain

google via http://googgle.com

“Keyakinan tidak bisa dicocok-cocokkan seperti hal-hal lain yang masih bisa disandingkan meski mereka berbeda”

Aku tau semua agama mengajarkan kebaikan, aku sependapat denganmu. Tuhan memang hanya satu, kitalah yang berbeda sayang. Apa yang aku yakini, bukan yang kamu yakini. Segala perbedaan bisa dicocokkan, tapi tidak dengan keyakinan. Sakit? Iya. Tidak bisa mempertahankanmu sangat sakit rasanya. Dan kita hanyalah hamba-Nya yang berusaha taat, selain mengikhlaskan rasa, kita bisa apa?

4. Kamu Masih Saja Hidup Di Hatiku

google via http://google.com

“Dalam diam aku mencintaimu”

Biarlah dan sudahlah sayang. Biarlah perasaan yang tidak sederhana ini lenyap seiring waktu yang bergulir. Biarlah kita fokus mencari bahagia masing-masing. Dan sudahlah, memang benar kita harus menyerah. Ini terlalu melelahkan, mungkin Tuhan mau hati kita beristirahat dari pilihan yang belum tepat. Cukup saja kamu tau, aku pernah mencintaimu dalam sabar, dan aku masih mencintaimu dalam diam.

5. Karena Ketika Kamu Mendengar Salam, Kamu Wajib Menjawabnya

google via http://google.com

“Sekiranya ucapan salamku bisa dijawab dengan “Wa’alaikumsalam Rindu”

Pada air mata yang masih enggan mendengarkan rintihan mata ini, aku menitipkan salam. Untuk cinta tanpa daya yang terluka, untuk hati yang sengaja dibiarkan patah. Assalamu'alaikum cinta. Dan kiranya Tuhan menjabahnya dengan mengirimkan dia yang tidak enggan menjawab, wa'alaikumsalam rindu.