1. Kuliah dimana ? jurusan apa ?

Seusai lulus dari bangku sekolah atas pasti pertanyaan ini seringkali keluar dari mulut orang-orang di sekitarmu. Di zaman yang udah serba modern ini kuliah bukan lagi hal yang sulit, berbanding terbalik dengan zaman dahulu dimana mereka yang akan melanjutkan studi tingkat tinggi harus bekerja dulu untuk biaya hidupnya. Sekarang zaman sudah serba enak, kalau kamu rajin kamu bakal dapat beasiswa darimana saja.

Soal jurusan, mayoritas masyarakat memandang sebelah mata jurusan komunikasi. Jurusan ini memang kalah populer dengan jurusan lain seperti Akuntansi, Manajemen, dst. Jurusan ini memang belum sepenuhnya merakyat, akan tetapi sebenarnya jurusan ini sudah banyak peminatnya.

2. Komunikasi itu besoknya jadi apa?

Nah.. ini kelanjutan dari pertanyaan jurusan. Anak komunikasi yang dicerca pertanyaan ini akan menjelaskan panjang lebar bahwa lulusan komunikasi gak hanya jadi wartawan aja kok. Banyak peluang yang bisa dimasuki lulusan komunikasi, entah itu di perusahaan maupun entrepreneur.

Memang bidang jurnalistik menjadi keahlian para mahasiswa komunikasi karena dalam perkuliahannya memang ada pemfokusan bidang jurnalistik. Hal ini gak menutup kemungkinan kalau kami juga diajarkan materi-materi lainnya yang mendukung. Seperti ilmu eksak misalnya.

3. Mahasiswa komunikasi itu kudu pinter ngomong.

Salah besar kalau kamu berpikir bahwa kalo pengen jadi mahasiswa komunikasi harus pinter ngomong. Di sini kita emang harus punya skill ngomong yang baik. Tapi bukan berarti orang-orang yang cenderung pendiam gak bisa masuk jurusan ini loh ya. Di sini kita akan diajari gimana cara berkomunikasi yang baik. Tau gak sih? Cara berkomunikasi itu bisa merusak/mempererat hubungan orang. Salah paham yang terjadi pada orang-orang itu disebabkan cara berkomunikasi mereka yang kurang benar. Jadi buat kamu yang merasa kurang pinter ngomong masuk jurusan ini bisa menjembatani kamu untuk belajar ngomong pede di depan umum.

4. Gabut di awal perkuliahan, ngebut di akhir perkuliahan.

Kalau ini sepertinya memang fakta. Kebanyakan mahasiswa komunikasi memang udah merasakan betapa gabut-nya di awal-awal perkuliahan. Gak bisa dipungkiri kalo anak komunikasi emang kerjaannya main, explore, hangout. Tapi itu bukan berarti kami hanya ingin hura-hura saja ya. Di sini kami akan memperoleh banyak pengalaman dari perjalanan-perjalanan yang kami lakukan.

Kami bisa mengorganisasikan bagaimana kalau kita di hadapkan dalam masa sulit dalam perjalanan kelompok tersebut, bagaimana kita berkoordinasi pada mereka sehingga masa sulit itu bisa dilalui tanpa ada pihak yang bercekcok karena salah paham. Di akhir perkuliahan tugas kami memang banyak, meskipun begitu kami tidak pernah lalai untuk mengerjakannya. Bahkan kami dengan semangat menyelesaikan untuk bisa dapat hasil maksimal semester ini dan kami bukanlah orang-orang yang mengumpulkan terlambat.

5. Orangnya modis-modis.

Casing anak komunikasi emang kebanyakan modis-modis. Tapi gak menutup kemungkinan ada yang ber-fashion biasa aja ya. Pernah ada yang tanya “Anak FISIP (komunikasi masuk fakultas ini) kalo kuliah kek mau kondangan ya? Gincunya tebel-tebel”. Ya itu emang bener si, jangan menilai orang dari covernya. Walaupun anak komunikasi tampilannya gitu tapi semangat kuliah mereka juga patut diacungi jempol loh.

6. Seringnya ikut seminar kemana-mana.

Ikut seminar bagi kami para mahasiswa emang penting. Di sini kita bisa belajar banyak selain dari materi yang diajarkan dosen kami, belajar menyalurkan aspirasi dari sebuah diskusi, berburu sertifikat, dan yang jelas lagi jiwa mahasiswa yang dominan anak kost akan senang mengikuti seminar apalagi seminar yang gratis. Soalnya kami akan dapet snack atau makan yang lumayan buat ngirit uang jatah makan.

7.  Terkenal dengan sebutan “MAHASISA”.

Mahasisa atau mahasiswa tepat waktu itu tergantung pada diri kita masing-masing gengs. Anak komunikasi pasti semua pengen lulus tepat waktu dan dapet cumlaude seperti lainnya. Kami sebagai mahasiswa juga pengen menyumbangkan yang terbaik untuk negeri ini.

Sekali lagi kami para mahasiswa komunikasi sejatinya sama seperti mahasiswa yang lainnya. Kami punya semangat tinggi untuk membanggakan orang-orang di sekitar kami. Apalagi orang yang kami sayang. Kami juga manusia biasa sama seperti kalian, jago ngomong mungkin kelebihan kami. Tapi kami berjanji kemampuan ini akan kami gunakan untuk mengabdi padi bumi pertiwi. Ave Communicare!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya