1. Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck

kapal-van-der-wijck-poster-2

kapal-van-der-wijck-poster-2 via http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com

Diangkat dari sebuah novel melayu lama karya Hamka menjadi sebuah film modern yang memang plotnya tidak begitu berhubungan dengan judulnya, tapi intinya perjuangan seseorang untuk menunggu cintanya sang pujaan memberikan pesan moral tersendiri, dan pada film ini kekayaan budaya Indonesia begitu diekspos dengan menampilkan beberapa macam latar tempat, adat, dan budaya (Rifki, Indev).

2. The Raid 2

the-raid-2-berandal02

the-raid-2-berandal02 via http://www.joblo.com

Sebuah sekuel dari film yang berjudul the raid, menjadikan perfilman Indonesia kembali mendunia, dengan ciri khas adegan silat dan bertarung. Namun film ini sedikit berlebihan pada adegan laga (Rifki, Indev).

3. King

Sebuah perjuangan seorang anak dari desa yang terinspirasi oleh atlet Liem Swie King. Cerita semangat dan potret panorama di film ini sebagai rekomendasi untuk ditonton (Rifki, Indev).

4. The Tarix Jabrix

TJ3-final-update-3

TJ3-final-update-3 via http://3.bp.blogspot.com

Film ini memberikan sudut pandang lain terhadap geng motor dimana geng motor itu tak harus berandal. Cerita humor segar dan sedikit romansa percintaan membuat film ini layak sebagai tontonan ringan (Rifki, Indev).

5. Film Horor Indonesia

cov_horor

cov_horor via http://www.loop.co.id

 

Bagi para pecinta film horor, perlu banyak evaluasi untuk perfilman horor di Indonesia. Mungkin film horor di Indonesia banyak MSG-nya, jadi kebanyakan lebih prefer ke film luar. Sedikit masukan untuk perfilman Indonesia agar lebih baik diantaranya dengan mengurangi MSG-nya agar terlihat lebih sehat baik segi konsep dan alur cerita. Karena masih belum berani liar seperti film-film horor luar negeri (Zaki, Collaboration).

6. Ngenest

lNQkzw_NGENEST The Movie

lNQkzw_NGENEST The Movie via http://marketeers.com

 

Ngenest The Movie instantly adalah salah satu list film terfavorit tahun ini. Ngenest The Movie bercerita tentang Ernest, seorang Cina tulen yang bercita-cita untuk punya istri pribumi. Alasannya sederhana: ia lelah dibully “Cina, Cina” mulu dari kecil, dan ingin mengakhiri “garis pem-bully-an” tersebut. Film ini terkemas sedap dengan bumbu-bumbu komedi, drama, dan romance. Penceritaan Ernest yang bikin nagih itu dengan ngelawak tapi sarat makna. Ernest berhasil membangun ritme cerita dan emosi penonton dengan sangat baik. Pelan-pelan dikeluarkan, dibuat naik, dan akhirnya mencapai klimak. Waktu lucu ya kita ketawa ngakak, waktu sedih ya kita nangis, waktu unyu ya kita ber”aww”ria. Sebuah pencapaian mengagumkan dari seorang sutradara pemula (Navis, Media).

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya