5 Alasan Kamu Perlu Coba Solo Traveling Sekali Seumur Hidupmu. Serius deh, Seru!

solo traveling sekali seumur hidup

Sebagian dari kita menganggap solo traveling sebagai momok yang menakutkan, terlebih untuk sebagian kaum hawa di luar sana. Berpergian jauh seorang diri, mengurus segala sesuatunya seorang diri, hingga harus berkompromi dengan diri sendiri ketika dihadapkan pada situasi yang membuat bulu kuduk terasa ngeri. Terlepas dari semua kekhawatiran yang kita pikirkan ketika hendak melakukan solo traveling, berpergian seorang diri tetap layak untuk dicoba. Berikut alasannya

Advertisement

1. Belajar mandiri dengan mengurus keperluan sendiri

backpacking

backpacking via https://janameerman.com

Ketika berpergian seorang diri, kita dituntut untuk selalu mawas diri terlebih saat perjalanan yang kita tempuh harus menggunakan transportasi umum, tak inginnya terjadi hal diluar rencana perjalanan tentunya menjadi patokan utama untuk kita menyiapkan segala hal. Ada beberapa hal yang harus kita persiapkan dengan matang, terlebih untuk yang baru pertama kali melakukan solo traveling.

Siapkan tiket perjalananmu, dan jangan lupa membawa identitas pribadi terutama untuk yang melakukan perjalanan ke luar negeri, seperti paspor, visa, exit permit, entry permit, fiscal maupun sertifikat kesehatan. Bawalah barang-barang yang kita perlukan saat diperjalanan hingga sampai tempat tujuan. Tentukan hal yang kita butuhkan, jika perjalanan dalam waktu singkat tak perlulah membawa satu koper penuh baju yang berjejalan, cukuplah membawa tas punggung untuk memuat dua sampai tiga pakaian dan tas selempang kecil untuk membawa P3K atau keperluan kecil lainnya.

Advertisement

2. Mawas diri dengan eksplorasi tempat yang dikunjungi sekaligus melatih diri untuk bersosialisasi

explore around

explore around via https://www.shopback.my

Berada ditempat yang baru seringkali harus kita waspadai, terlebih tempat baru yang terasa asing saat dikunjungi, jangan panik, tetap tenang dan pikirkan perlahan. Tempat asing justru tempat yang pas untuk melatih diri untuk lebih mawas diri, dengan mengeksplorasi tempat-tempat di sekitar yang kita kunjungi kita justru menjadi pribadi yang teliti. Dan dengan menjadi solo traveler kita juga belajar untuk bersosialisai dengan orang-orang disekitar. Tetapi ingat ya tetap waspada dengan orang yang baru ditemui.

Misalnya tentu saja kita tidak mungkin begitu saja mempercayai orang yang baru kita temui, kita semua tahu akan hal itu tetapi sebagian dari kita justru minim dalam tindakan pencegahan. Nah untuk itu jangan terlalu terbuka dengan memberikan informasi pribadi seperti tempat yang akan kita kunjungi atau hotel yang hendak kita tempati. Dengan tindakan pencegahan yang kita lakukan kita selangkah didepan untuk menuju perjalanan solo yang kita impikan.

3. Melatih diri untuk tidak bergantung pada siapapun

Advertisement
solo female traveler

solo female traveler via https://www.outsideonline.com

Dengan melakukan perjalanan solo seorang diri kita tentunya dituntut untuk mandiri dengan hanya mengandalkan diri sendiri, jika biasanya kita ditemani partner traveling seperti keluarga, teman ataupun pasangan untuk kali ini kita hanya punya diri sendiri, hal yang seru sekaligus ngeri karena harus kemana-mana seorang diri dan mengurus segala sesuatunya seorang diri.

Tetapi tak perlu khawatir, biarlah kekhawatiran menjadi kekhawatiran dan ubahlah menjadi kekuatan. Mengambil keputusan untuk melakukan perjalanan seorang diri memang terdengar menakutkan tetapi setelah semuanya diselesaikan akan ada perasaan puas dan bangga dengan diri sendiri karena ketakutan yang kita rasakan mampu kita lewati.

4. Tak perlu gundah dengan tidak adanya teman bicara. Justru dengan itu kita lebih memiliki waktu untuk berdiskusi dengan diri sendiri

self discussion

self discussion via https://mamby.com

Hal yang seringkali menjadi masalah enggannya seseorang untuk melakukan solo traveling adalah karena mereka memiliki berbagai alasan, dan salah satunya adalah dengan tidak adanya lawan bicara, mereka berpikir memiliki teman bicara akan menyenangkan apalagi yang mau kita ajak membahas masalah rencana perjalanan dan lain sebagainya.

Tetapi bagaimana jika teman yang biasa kita ajak melakukan perjalanan menolak untuk liburan dan sedang berkutat dengan banyak pekerjaan sedangkan disatu sisi kalian sudah penat dengan pekerjaan dan rasanya ingin mengambil cuti panjang untuk segera mengemas perlengkapan dan pergi liburan.

Sekali lagi tak apa, inilah saat yang tepat untuk dilakukan. Dengan melakukan perjalanan seorang diri kita bebas untuk mengatur waktu dan bebas menentukan tempat yang akan kita kunjungi dan tak perlu banyak kompromi dengan teman seperjalanan yang tiba-tiba menolak untuk pergi ke tempat yang akan dikunjungi karena cuaca sedang tidak mendukung sedangkan kita tetap ingin melanjutkan perjalanan.

Tak perlu risau dengan keadaan, jadikan dirimu sendiri sebagai teman, ajak berdiskusi dan temukan keselarasan. Percayai naluri karena itu juga salah satu sinyal untuk menunjukkan tanda ketidakamanan dan kesemuanya akan terasa lega kita lakukan saat sampai di destinasi tujuan.

5. Tidak ada hal yang lebih melegakan saat sampai di tempat tujuan

happy travel

happy travel via https://steemit.com

Setelah menyiapkan segala keperluan mulai dari mengemas perlengkapan dari awal perjalanan hingga sampai tujuan. Lelah dan takut saat diperjalanan rasanya menjadi momen yang tidak terlupakan terlebih saat, ini adalah perjalanan solo pertama yang kalian lakukan. Menjadi suatu kebanggaan tersendiri saat semuanya telah terlewati dan dengan melaluinya membuat kalian menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Dengan hanya mengandalkan diri sendiri tanpa adanya orang-orang terdekat disisi rasanya kalian berhak mendapatkan penghargaan bergengsi. Karena hidup mandiri dengan tidak selalu mengandalkan orang lain perlu kita latih sejak dini, karena tidak ada yang bisa membahagiakan diri kita kecuali diri kita sendiri.

Jadi kapan lagi mau memulai perjalanan seorang diri?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE