Tepat pada hari ini, 7 Oktober 2017 Yogyakarta berulang tahun yang ke 261! Kami masyarakat jogja, atau orang yang pernah tinggal di Yogyakarta, mengucapkan selamat, dirgahayu yang ke 261 Yogyakarta, semoga kamu terus berhati nyaman, selalu memberikan kami banyak kenangan indah, dan semakin maju serta memajukan masyarakatnya. Pastinya memiliki kesalahan adalah pelajaran untuk selalu memperbaiki diri, begitu pula dengan Yogyakarta beserta seisinya. Di saat-saat tertentu di Yogyakarta pernah terjadi hal-hal yang meresahkan masyarakatnya maupun yang tinggal didalamnya, namun hal tersebut menjadi pelajaran dan terus meningkatkan keamanan, kenyaman, serta kualitas Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebelum menjadi Daerah Istimewa, Kota Yogyakarta yang lahir tepat pada tanggal 7 Oktober 1756 ini sempat menjadi Ibu Kota Republik Indonesia loh! Kala itu Batavia tidak kondusif akibat datangnya pasukan Belanda, dan pada akhirnya Ibukota dipindahkan ke Yogyakarta pada 2 Januari 1946, namun Belanda ikut menyerbu kota Yogyakarta dan akhirnya 19 Desember 1948 pindah ke Bukittinggi, Sumatra Barat.

Yogyakarta, atau biasa disebut Jogja, adalah sebutan untuk daerah istimewa di hati banyak orang. Yogyakarta terbuat dari rindu, pulang, dan kenangan. Siapa yang tak ingin pulang ke Jogja? Baik pagi, siang, sore, atau malam Yogyakarta tampak indah dan selalu dirindukan. Ketika wisatawan datang ke Jogja, mayoritas mengatakan "Akhirnyaa, Jogjaaa! "," begitu turun dari stasiun Tugu, langsung nemuin banyak tempat yang bisa dikunjungi, nggak perlu nyari-nyari lagi!" , "ini tempat kenangan banget" , bahkan bapak Anies Baswedan, mantan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan bahwa "Bagi setiap orang yang pernah tinggal di Jogja pasti setuju, setiap sudut kota Jogja itu romantis".

Yogyakarta dinamai Daerah Istimewa Yogyakarta adalah nama yang tepat dan memang benar adanya. Setuju? Kamu pasti rindu dengan Yogyakarta beserta isinya. Berbagai ragam kebudayaan, kesenian, warga yang ramah tamah, para muda-mudi yang begitu artistik, kekayaan alam yang sudah lama terpendam kini muncul bak jamur dimana-mana, menjadikan kota Yogyakarta masuk kedalam list wisata bagi para wisatawan domestic, maupun mancanegara. Jangan heran jika Yogyakarta memiliki tempat khusus dihati masyarakatnya dan orang yang pernah tinggal didalamnya.

Apakah kalian tahu? Mereka juga memiliki kesan tersendiri terhadap Yogyakarta, siapa saja mereka?

1. "Sangat sulit mendeskripsikan betapa nyamannya berada disini, istimewa, dan sangat berkesan" ujar para mahasiswa yang merantau ke Yogyakarta

Sangat sulit mendeskripsikan betapa nyamannya berada disini, istimewa, dan sangat berkesan via https://twitter.com

Kamu pernah atau sedang merantau di Yogyakarta? Sebagian dari kamu pastinya sulit mendeskripsikan betapa nyamannya tinggal di kota ini, saat sudah atau nantinya kamu menjadi alumni dari Yogyakarta, dan kembali ke kampung halaman, kamu akan teringat suasana hiruk-pikuk, lalu lalang, titik Nol Km, menikmati cahaya kota Jogja dari Bukit Bintang, menikmati sore hari di pantai selatan dari bukit Paranglayang, melihat silaunya matahari terbenam dari arah timur saat menunggu traffic light Tugu. Selain itu tak lupa kuliner khas seperti Gudeg para simbok-simbok, bakpia, kopi jos juga Angkringan. Tempat ‘piknik’ (sebutan anak muda saat ini ketika penat butuh hiburan) di Hutan Pinus, deretan pantai pasir putih di Gunungkidul, atau sekedar foto di Tugu Pal Putih dan Tulisan ‘Jl. Malioboro’, bahkan banyak masyarakat Yogyakarta justru belum pernah foto dengan icon tersebut.

2. "Bagi setiap orang yang pernah tinggal di Jogja pasti setuju, setiap sudut kota Jogja itu romantis" ujar Anies Baswedan

Setiap sudut Jogja itu romantis via https://www.google.com

Bahkan salah seorang mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, bapak Anies Baswedan memberikan kesan khusus tentang Yogyakarta, "Bagi setiap orang yang pernah tinggal di Jogja pasti setuju, setiap sudut kota Jogja itu romantis". Lantas bagaimana menurutmu? Betah menjadi masyarakatnya, nyaman merantau untuk sekolah, bertemu dengan kenangan yang berujung rindu, atau bahkan ingin pulang?

3. "Tempat menertawakan ‘kesibukan’ orang-orang Ibukota", ujar Sudjiwo Tejo

Advertisement

Yogyakarta adalah caraku untuk menertawakan kesibukan orang Ibukota via https://www.google.com

Salah seorang Seniman, Sudjiwo Tejo memilih kota Yogyakarta untuk melepas penat dari kondisi permasalahan Ibukota. Baginya, datang ke kota istimewa ini adalah caranya untuk ‘menertawakan kesibukan’ orang-orang di Ibukota. "Pergi ke Jogja adalah caraku menertawakan kesibukan orang-orang Jakarta", ujar Sudjiwo Tejo.

4. "Yogyakarta adalah saksi mata jutaan Sarjana diwisuda" ujar Najwa Shihab

Yogyakarta adalah saksi mata jutaan Sarjana diwisuda via https://www.google.com

Salah seorang Jurnalis, Najwa Shihab berpendapat "Jogja adalah saksi mata, jutaan Sarjana yang diwisuda". Yogyakarta tidak hanya diresmikan menjadi Daerah Istimewa Yogyakarta, namun juga disebut sebagai kota Pelajar, pusatnya para orang-orang ’pintar’, tempatnya orang yang ingin menimba ilmu, dan kamu yang sedang membaca tulisan ini apakah termasuk salah seorang yang wisudanya disaksikan oleh Yogyakarta? semoga kamu sukses dimanapun berada dan tidak lupa dengan kota Yogyakarta :).

5. "Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan", ujar Joko Pinurbo

Yogyakarta terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan via https://www.google.com

"Jogja terbuat dari rindu, pulang, dan angkringan" ujar Joko Pinurbo salah seorang sastrawan berkebangsaan Indonesia. Bagimu yang menjadi masyarakat Yogyakarta mungkin terasa sulit untuk mengungkapkan definisi Yogyakarta "Yogyakarta adalah kota yang….." , yang tidak tahu bagaimana kamu akan menjelaskannya. Tapi sebagian darimu yang pernah menapaki atau tinggal di Jogja, mungkin saat membaca tulisan ini, yang akan kamu ingat adalah kata rindu, pulang, dan angkringan. Apakah kamu setuju? Berikan komentarmu tentang Jogja di kolom artikel ini :)

Tentunya kota Yogyakarta tidak luput dari kesalahan, hal-hal yang tidak diingatkan sesekali terjadi turut meresahkan warganya, namun Yogyakarta berusaha memperbaikinya. Semoga dengan bertambahnya usia, maka para masyarakatnya turut menjaga keramah-tamahan, moral, tidak menjatuhkan identitas Yogyakarta, alangkah baiknya orang yang tinggal atau menjadi warga di Yogyakarta turut menjaga kelestarian agar kota Yogyakarta tetap berhati Nyaman, agar semakin maju dan memajukan Yogyakarta berserta isinya, aamiin :)