Suka Duka Jadi Seorang Customer Service. Sering Dimarahi Pelanggan Salah Satunya

suka duka customer service

CS atau Customer Service merupakan salah satu posisi ujung tombak sebuah perusahaan. Secara umum, CS bertugas sebagai jembatan komunikasi antara perusahaan dengan customer. Banyak juga yang mengartikan tugas CS dalam menangani segala bentuk keluhan yang masuk untuk perusahaan dan memberikan solusi atas komplain tersebut.

Jangan salah guys, pekerjaan ini bisa dibilang gampang-gampang susah. Nah, ini dia suka duka yang akan kamu rasakan ketika menjadi seorang CS. Yuk disimak!

Advertisement

1. Memiliki banyak relasi

Photo by fauxels from Pexels

Photo by fauxels from Pexels via https://www.pexels.com

Bertemu customer yang berbeda setiap harinya secara tidak langsung membuka peluang kamu untuk mengenal lebih banyak orang. Banyak kok yang tadinya datang sebagai customer dan malah berakhir menjadi teman dekat bahkan relasi bisnis. Kamu juga memiliki kesempatan untuk berbagi pengalaman maupun informasi dengan mereka. Bahkan menurut cerita salah seorang kawan, ada yang sampai menemukan pujaan hati secara tak terduga. Bersiaplah, mungkin kamu jadi salah satunya.

2. Penuh tantangan

Photo by cottonbro from Pexels

Photo by cottonbro from Pexels via https://www.pexels.com

Bisa dibilang dunia CS itu penuh tantangan. Bayangkan, setiap hari kamu akan menemui customer dengan karakteristik dan permasalahan yang berbeda. Kamu tidak hanya akan dituntut dari segi public speaking tapi juga dari aspek penyelesaian sebuah permasalahan secara cepat dan tepat. Tanpa disadari, kemampuanmu akan terasah setiap harinya melalui berbagai permasalahan yang ada.

Advertisement

3. Rawan disalahkan customer

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Menghadapi berbagai komplain setiap harinya, tak jarang jika beberapa customer menyalahkan CS atas permasalahan yang terjadi. Apalagi jika solusi yang ditawarkan tidak sesuai dengan harapan. Di sisi lain, tentunya CS harus memberikan solusi yang sesuai dengan produsedur perusahaan. Kemampuan negosiasi dan improvisasi diuji langsung. Bagaimana kamu dapat ‘merayu’ customer dan memberikan solusi terbaik untuk mereka.

Tak jarang beberapa permasalahan timbul karena kesalahan customer sendiri. Ketika sudah dijelaskan penyebabnya, tetap saja ada yang menolak dan malah menganggap kinerja CS tak becus hingga nekat mengancam diadukan ke managemen. Terdengar menakutkan? Tidak juga. Lama-kelamaan kamu juga pasti khatam dengan pekerjaan ini. Satu lagi yang harus kamu ingat, managemen juga akan melihat permasalahan dari dua sisi ketika ada pengaduan seperti di atas.

4. Harus ekstra sabar menghadapi komplain

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels

Photo by Andrea Piacquadio from Pexels via https://www.pexels.com

Salah satu sifat dasar yang wajib dimiliki seorang CS adalah sabar. Kamu tidak boleh terpancing emosi serewel apapun customer yang dihadapi. Emosi yang tidak stabil dapat menghambat kinerjamu untuk berpikir jernih dalam menyelesaikan masalah dan memberikan solusi yang tepat. Alih-alih memberikan solusi, yang ada kamu malah balik memarahi customer dan menimbulkan permasalahan baru.

Advertisement

5. Memiliki beban emosi

Photo by Karolina Grabowska from Pexels

Photo by Karolina Grabowska from Pexels via https://www.pexels.com

Sejalan dengan poin 3 dan 4, ada beban emosi yang dibawa seorang CS. Makian dan cacian tak jarang diterima. Wajar jika kamu merasa sedih, karena sejatinya CS hanya seorang manusia biasa yang juga punya hati dan emosi. Namun sayangnya, kamu tak bisa mengontrol customer sesuai dengan keinginan hingga dimaki sedemikian rupa. Meski begitu kamu dituntut untuk menyimpan emosi dan bekerja secara professional. Beban emosi seperti ini tak jarang terbawa sampai di luar pekerjaan. 

Artikel ini tidak dibuat untuk menakut-nakuti kamu yang ingin bekerja sebagai CS. Ingatlah bahwa semua pekerjaan memiliki risiko dan tanggung jawab masing-masing. Oh ya, buat kamu yang kebetulan memiliki komplain dan sedang menghubungi customer service, ada baiknya komunikasikan masalahmu secara baik. Bagaimanapun sejatinya kita sama-sama manusia yang memiliki hati. Lebih menghargai profesi akan membuat nilaimu juga baik dimata orang lain. Jadi, sudah siapkah kamu menjadi seorang customer service?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Editor

Not that millennial in digital era.

CLOSE