Banyak yang bilang kalau menulis itu membosankan. Alasannya, zaman sekarang lebih asyik live Bigo dan Instagram di banding bergelut berjam-jam dengan laptop dan buku catatan. Alasannya lagi, menulis itu bikin ngantuk dan nggak bisa eksis dalam waktu singkat. Wah, siapa nih yang punya pikiran begini? Taubat deh, sebelum terlambat!

Perkenalkan, saya Silvia, seseorang yang sudah cukup lama bekerja di Hipwee dan bergabung dalam tim editorial. Saya bangga, kalau sampai sekarang masih banyak dari kalian yang merelakan waktunya untuk mengirimkan tulisan ke Hipwee. Tahukah kalian kalau hal ini berhasil bikin saya terharu? Pernah juga saya berpikir, di usia kalian yang jauh lebih muda daripada saya, semangat kalian begitu membara. Seolah kalian sangat tahan banting, walaupun persaingan antar content writer semakin ketat saja.

Berhubung hari ini saya sedang berada dalam mood yang baik, saya ingin sedikit berbagi dengan kalian. Berbagi apapun, tapi lebih fokus kepada cara-cara jitu supaya tulisanmu "laku keras" di Hipwee. Laku di sini punya banyak makna, salah satunya adalah menciptakan sebuah tulisan yang nggak cuma banyak di-share, tapi juga berkualitas. Tahukah kalian, bikin artikel yang bagus dan berkualitas itu SUSAH! Susah, kalau kalian nggak mau belajar... :)

1. Menulis artikel di Hipwee nggak seperti membuat skripsi, jangan panik sampai kebawa mimpi!

Nggak susah!

Nggak susah! via https://www.hipwee.com

Salah satu alasan kenapa Hipwee menjadi media yang cocok untukmu belajar adalah, di sini kamu nggak dituntut macam-macam untuk menghasilkan karya yang bagus. Kamu hanya perlu loyal dan mau belajar! Bahkan, tema-tema receh seperti curhatanmu tentang cowokmu yang ingusan juga bisa kamu kirimkan ke sini, untuk kemudian kamu terima dengan senang hati. Asal, kamu mengemasnya dengan bahasa yang asyik plus nggak menggurui, ya!

Ada tiga bentuk tulisan yang bisa kamu kirimkan ke Hipwee, yakni listicle, narasi dan opini. Maksudnya gimana? Ini penjelasannya satu per satu:

Advertisement

Listicle

Listicle adalah bentuk artikel yang berisi penjelasan dalam poin ke poin. Jika menulis listicle, kamu diharuskan memiliki (minimal) 5 poin agar artikelmu dapat diterima di Hipwee. Di dalamnya juga harus ada foto-foto dengan jumlah yang sama dengan poinnya. Lebih banyak lebih bagus, karena itu berarti semangat menulismu tinggi.

Contoh: 5 Trik Menghasilkan Uang dari Instagram

Advertisement

Quiz

Di sini kamu bisa membuat tulisan berbentuk polling tentang apapun. Di dalamnya akan ada petunjuk bagaimana mengisi pertanyaan sekaligus jawabannya.

Contoh: Dilihat dari Aktor Favoritmu, Siapakah Jodoh Idamanmu?

Narasi

Bentuk yang satu ini biasa dipakai kalau kamu ingin menuliskan curhatan seputar hubungan atau pengalaman pribadi dan dibuat tanpa ada foto di dalamnya. Bentuk narasi ini lebih banyak tantangannya, karena kamu harus pintar merangkai kalimat per kalimat menjadi paragraf yang enak dibaca. Berbeda dengan listicle yang pembaca sudah bisa langsung paham walau hanya membaca sub-judulnya saja.

Contoh: Dari Aku, Perempuan yang Selalu Hina di Matamu

Opini

Hampir sama dengan narasi, tapi sifatnya lebih umum. Di dalam opini kamu bisa menuliskan tentang pendapatmu mengenai banyak hal. Bukan hanya kritik yang membangun, kamu juga bisa memasukkan poin-poin penting tentang review sebuah film, buku dan novel.

Ketiga bentuk tadi sebenarnya sama-sama bagus, tapi kalau kamu mau belajar menulis secara lebih mendetail, saya menyarankan tulisanmu itu dibuat dalam bentuk listicle. Nanti kamu akan merasakan bagaimana cara "menghidupkan" poin satu dengan lainnya supaya nggak melebar ke mana-mana.

Contoh: Eksistensi Najwa Shihab di Dunia Politik

2. Milih gambar buat artikelmu juga bukan hal yang susah. Nih, bocoran cara milih gambar yang baik dan benar!

Milih gambar!

Milih gambar! via https://www.pexels.com


Kami sangat menjaga kualitas gambar karena kami percaya, gambar adalah salah satu cara untuk berbicara dengan pembaca, sehingga mereka senang dengan tulisan-tulisan yang ada…


Jangan kira peran gambar pendukung di artikel itu nggak ada, ya. Perlu kamu pahami, memilih gambar yang baik sebelum mengirimkan artikelmu ke Hipwee akan mendapatkan nilai tambah tersendiri dari Editor. Kamu akan dinilai sebagai penulis yang kredibel karena mau "susah" dan nggak asal comot gambar dari Google tanpa tahu esensinya.

Begini cara memilih gambar yang baik:


  • Sesuai dengan artikelmu (jangan memasukkan gambar gelas pecah kalau kamu sedang menulis tentang kebahagiaan!)

  • Pilih gambar dengan obyek manusia, karena ini lebih disukai di Hipwee (nggak harus orang bule, muka-muka orang Asia juga nggak kalah menariknya, kok)

  • Kamu boleh memilih gambar dengan obyek selain manusia, asal artikelmu bersifat spesifik (memilih gambar anjing karena artikelmu tentang "cara merawat anjing", memilih gambar sampah di laut karena artikelmu tentang "fenomena laut Indonesia yang kotor")

  • Hindari gambar-gambar yang berlatar polos seperti hitam atau putih

  • Hindari gambar berwarna hitam & putih

  • Hindari gambar yang sexist (menampilkan belahan dada, pantat atau selangkangan)

  • Hindari plagiat dan hanya mencatumkan link "google.com" karena ini SUNGGUH MENYEDIHKAN!

  • Pilih website-website penyedia gambar gratis seperti: pexels.com, pixabay.com dan shutterstock.com.

Gimana, nggak susah, kan?

3. Jangan asal pilih tema! Ini nih tema-tema yang biasanya laku keras di Hipwee

Tema-tema viral :)

Tema-tema viral 🙂 via https://www.hipwee.com

Hipwee dikenal sebagai media yang selalu menyajikan tema-tema nyentrik namun tetap "dekat" dengan pembaca. Bahkan banyak yang nggak menduga, kalau Hipwee bisa menghasilkan tulisan-tulisan seperti, "keistimewaan anak sulung perempuan" atau "tangguhnya pejuang LDR" yang notabene sangat mewakili perasaan pembaca setianya. Saya pun mengakui, ide-ide ini jelas berasal dari kreativitas penulis-penulisnya yang brilian!

Inilah salah satu yang bisa memacumu kalau tulisanmu memang mau laku keras di Hipwee. Jangan ragu, karena saya akan membocorkan sekilas tentang tema-tema apa saja yang selalu disukai pembaca Hipwee. Ini dia!


  • Lifestyle (tips-tips yang dekat dengan kehidupan sehari-hari; resep memasak, cara menabung, cara mix and match baju, cara menurunkan berat badan atau cara mencerahkan kulit)

  • Hubungan (cara-cara mempertahankan hubungan hingga ke pernikahan, menyikapi LDR & pasangan posesif, rekomendasi panggilan sayang ke pasangan atau ciri-ciri pacaran sehat)

  • Feature (info-info terbaru tentang suatu daerah, kisah mengharukan tapi menginspirasi dan tokoh-tokoh berpengaruh di suatu bidang)

  • Hiburan (meme-meme, chat atau tweet kocak, review drama korea, review lagu-lagu anak muda, review film terbaru atau bahkan gosip-gosip terbaru dari selebriti Indonesia dan luar negeri yang bisa menjadi bahan introspeksi)

  • Travel (destinasi murah dan cocok buat liburan akhir pekan, destinasi honeymoon dan fakta-fakta mengenai hewan atau tumbuhan langka)

  • Motivasi (info-info beasiswa, rekomendasi kampus terbaik dan cara menjadi generasi milenial yang nggak minderan serta berprestasi)

  • Wedding & Parenting (rekomendasi kebaya atau busana pengantin, rekomendasi gedung murah, cara atur budget nikah, cara menjaga kehamilan dan cara mendidik anak buat ibu/bapak muda)

Kamu tentu boleh menuliskan tema-tema lain, namun juga memperhatikan aturan di Hipwee, yakni menggunakan bahasa yang ringan tapi tetap memperhatikan EYD! :)

4. Rajin memperlajari artikel-artikel yang pernah "laku keras" di Hipwee

Top artikel :)

Top artikel 🙂 via https://www.hipwee.com



  • Salah satu kunci kalau kamu ingin sukses menulis di Hipwee adalah rajin memperlajari bagaimana si penulis bisa menghasilkan artikel-artikel keren!


Jangan hanya hobi nyinyir di sosial media, coba deh sesekali kamu belajar bagaimana para penulis di Hipwee mampu menghasilkan artikel keren hanya dalam waktu KURANG DARI 2 jam! Darimana mereka belajar? Ya, tentu saja dengan rajin membaca artikel-artikel sebelumnya yang punya kualitas bagus. Kualitas bagus di sini bukan hanya dilihat dari jumlah share-nya saja, tapi proses-proses di dalamnya.

Kira-kira begini proses yang WAJIB kamu tempuh untuk menghasilkan artikel keren dan laku keras di Hipwee:


  • Lihat lingkungan sekitarmu! (info beasiswa, cara menyikapi teman yang hobi galau, harga-harga handphone murah atau cara membahagiakan orangtua dengan cara yang simpel)

  • Tahu tren lewat sosial media; Instagram, Twitter dan Facebook

  • Lihat Google Trend (jika sempat dan kamu suka artikel-artikel yang sifatnya up to date)

  • Buat tulisan yang membuatmu nyaman, jangan hanya main aman!

  • Kamu harus paham untuk siapa artikelmu ini ditulis, supaya memudahkanmu dalam membuat pola kalimat serta item-item pendukung lain seperti gambar.

5. Bagikan tulisanmu di Hipwee ke seluruh sosial media yang kamu punya!


"Buat saya, adalah kebanggaan tersendiri ketika orang tahu bahwa kita ini seorang penulis. Entah itu penulis artikel atau buku, penulis ya tetap penulis. Profesi keren yang kini saya sandang semenjak rajin menulis di Hipwee lalu membagikannya ke Facebook dan Instagram"

Kurniawan, Contributor Aktif di Hipwee Community


Kalau boleh jujur, saya merasa Hipwee memang tempat yang tepat buat kalian yang ingin belajar menulis serta personal branding dari nol. Di sini kamu "bebas" berkarya dan menunjukkan eksistensi diri tanpa harus memperlihatkan belahan dada atau uang segepok di Instagram. Kamu akan dikenal sebagai content writer yang hebat, meski hanya ibumu sendiri yang mengtakannya.


Bimbingan tim editorial di Hipwee juga sangat transparan; kamu bisa mengontak mereka lewat email personal dan PASTI dibalas. Bahkan, Hipwee sendiri punya grup WhatsApp yang berisi semua kontributor (pengirim setia tulisan ke Hipwee) yang setiap hari berisi info-info penting, terutama yang berkaitan dengan tulis-menulis. Kurang apa coba? Eksis bisa, dapat portofolio positif pula!


Demikian surat terbuka yang bisa saya buat untuk kalian semua, pembaca setia Hipwee. Saya harap surat terbuka ini bisa menjadi acuan untuk kalian yang ingin serius menekuni dunia kepenulisan, terutama tulisan-tulisan era milenial yang berkualitas. Jangan takut, saya nggak galak dan kalian bisa menghubungi saya kapanpun via email, silvia@hipwee.com. Saya tunggu emailnya, ya!

Salam sayang,

Silvia Ayudia

Editor Community

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya