Dalam kurun waktu satu tahun ini kita pasti sudah banyak melalui berbagai hal, mulai dengan kegiatan yang sudah di rencanakan atau hal-hal yang tak terduga yang tanpa sengaja kita mengalaminya. Jika di-review dan dihitung kembali beberapa waktu dan moment yang sudah terjadi dalam hidupku selama satu tahun ini, rasanya buku catatan harian akan penuh untuk menceritakan itu semua. Namun, terkadang apa yang sudah terjadi di masa lalu serasa baru kemarin terjadi dan kini sudah akan memasuki tahun baru. tahun baru sebenarnya dapat dijadikan sebagai kesempatan baru, untuk memulai atau memperbaiki kesalahan di masa lalu.

Teringat saat itu, di akhir tahun menjelang tahun baru begitu banyak harapan-harapan dan impian yang ingin diwujudkan di -tahun-tahun depan. Hingga tahun pun akan berganti dan memasuki tahun yang baru, harapan dan impian itu belum semuanya terwujudkan. Dengan munculnya rasa penyesalan, kesedihan serta kekecewaan akan kegagalan sudah dialami seharusnya akan membuat lebih kuat dan lebih semangat lagi untuk memperbaiki.

Jangan khawatir, masih ada tangan tulus ini yang akan membantumu memperbaiki diri...

 

1. Tak ada salahnya merefleksi diri lebih dalam lagi, demi ketrentaman jiwa dan hati

Kenali Diri Sendiri

Kenali Diri Sendiri via http://pexels.com

Seseorang tidak akan mampu memperbaiki kegagalannya tanpa melihat masa lalu yang telah dialaminya, bagaimana kegagalan itu terjadi, apa saja kesalahan yang telah diperbuatnya hingga kegagalan itu terjadi. semua itulah yang menjadi bahan refrensi dan refleksi dalam memperbaiki kegagalan itu sendiri.

Misal contoh sederhananya, seorang siswa yang telah gagal meraih prestasi dalam meraih juara di suatu lomba dan ia ingin meraih juara itu kembali, seharusnya dia melihat kesalahan atau kekurangan atas usaha yang dilakukannya.

Seperti halnya saat suatu hubungan harus berkhir di tahun ini, mungkin saat itu sebuah kesalahan atau kecerobohan menjadi penyebabnya. Maka dari itu, sebelum memperbaiki semuanya, lihatlah dulu ke masa lalu, bagaimana kegagalan itu terjadi dan apa kesalahan yang telah dilakukan.

2. Cobalah mencari solusi atas masalah yang kamu hadapi. Sungguh, tak ada gunanya kamu terus-terusan meratapi

Atasi dengan sebuah solusi

Atasi dengan sebuah solusi via http://google.com

Setelah menemukan kesalahan yang dilakukan dan mengetahui kegagalan itu terjadi, selanjutnya buatlah sebuah solusi untuk memperbaiki kesalahan itu sendiri. Benar apa yang sering kita dengar, bahwasannya mencegah itu lebih baik dari mengobati.

Jika memang saat itu sudah membuat solusi namun masih saja tak berhasil untuk mengatasi masalah itu sendiri, mungkin ada yang kurang atau tidak sesuai. Jadi mulai sekarang susunlah beberapa solusi untuk antisipasi akan permasalahan  yang akan dihadappi nanti. Carilah refrensi atau sumber lain untuk mengembangkan solusi itu sendiri, bisa dari sahabat, teman, atau orang yang berpengalaman yang dapat memotivasi.

3. Menyusun rencana, adalah langkah awal untuk memperbaiki kesalahan dan kegagalan yang ada

Buat Konsep  Rencananya

Buat Konsep Rencananya via http://google.com

Setelah dua tahap awal terlaksana untuk selanjutnya mulailah bersiap diri untuk mengatur rencana, buatlah secara matang, sedetil mungkin, dan jangan lupa buat rencana alternative atau Plan B. Bagian terpenting dari sebuah kegiatan atau impian adalah rencana. Tanpa rencana sebuah impian atau kegiatan hanyalah menjadi sebuah angan dan kalaupun itu terlaksana, pasti tak akan berjalan sebagaimana mestinya dan belum pasti terlaksana secara maksimal.

Rencana, rencana, dan rencana tulislah atau catatlah di buku khusus untuk menjadi bahan saat akan memulai memperbaiki dan mewujudkan resolusi itu sendiri. Ingatlah setiap saat, setiap kali melangkah untuk mewujudkan resolusi itu bahwasanya rencana sudah menjadi pedoman dari awal.

4. Fokuslah pada rencana dan jangan mengubahnya tanpa rencana baru yang lebih siap

Tetap Fokus pada target

Tetap Fokus pada target via http://google.com

Rencana sudah menjadi pedoman sejak awal saat mulai perbaikan, maka dari itu tetaplah percaya dan fokus pada rencana awal. Percaya, optimis, dan berfikir positif akan menjadi energi dalam membantu untuk mewujudkan rencana itu nanti. Jika dari awal sudah ragu atau tak percaya akan rencana yang sudah ada, bagaimana akan mewujudkan rencana itu sendiri? Pasti hasilnya pun juga tidak akan  maksimal.

Jika memang perlu sebuah perbaikan atau perubahan pada rencana, maka buatlah rencana baru yang lebih baik lagi dan lebih pasti. Sehingga rencana baru itu harusnya lebih baik lagi dan detail, seperti lebih jelas langkah-langkahnya dan solusi untuk mengatasi masalah yang mungkin di hadapi.

Namun dalam membuat rencana itu sendiri seharusnya memilih yang  terbaik dari yang lainnya, sehingga tidak akan memunculkan kemungkinan untuk terjadi perubahan atau pergantian renncana.

5. Berusaha dan terus berdo'a adalah langkah yang nggak boleh terlupa

Berdoa sebelum memulainya

Berdoa sebelum memulainya via http://google.com

Rencana, solusi, ataupun itu yang telah disusun sedemikian rupa, akan menjadi sia-sia  tanpa adanya usaha atau perbuatan nyata untuk mewujudkannya. Begitu halnya dengan doa yang juga tak boleh terlupa, karena dengan doa seorang hamba mampu berkomunikasi dengan Tuhannya. Setiap perbuatan atau rencana yang dibuat oleh manusia pastilah tidak terlepas dengan campur tangan Tuhan, bahkan semua apa yang telah di lakukan ataupun diusahakn oleh manusia keputusan akhir hanyalah di Tangan Tuhan.

Haram hukumnya jika menyerah dan menunduk pada nasib adalah langkah yang kamu ambil. Hidup yang cuma sekali ini sayang rasanya jika dimaknai dengan kata pasrah dan menyerah. Keep fighting, guys!