Hari berganti hari, masih kuingat bagaimana kau menyatakan cinta tiga tahun yang lalu. Lewat sepucuk surat, kau tuliskan puisi nan indah yang menyanjungku, membawaku ke dalam rasa yang tak pernah mengisi hati kosongku ini. Terbuai aku dibuatnya, berbunga-bunga aku mengingatnya. Puluhan bahkan ratusan kali aku membacanya. Tak pernah bosan, tak akan pernah bosan. Entah bagaimana harus aku harus mengatakannya, ku akui bahwa cinta ini mulai tumbuh untukmu. Ya, cinta pertamaku.

Tiga tahun berlalu, kupikir hubungan kita akan baik-baik saja bahkan sampai kau mendatangi ayahku nanti. Berkhayal cintaku akan bertahan hingga ke pelaminan. Namun seketika  harapan itu runtuh, kabar burung yang datang bak gempa yang meruntuhkan bangunan-bangunan kokoh yang ada di atas tanah. Kabar bahwa kau ‘menggenggam tangan’ wanita lain di saat dimana kau pun tengah ‘menggenggam tanganku’, ya kabar itu berhasil meluluhlantakan hatiku secara paripurna. Membuatku bertanya-tanya mengapa hal ini terjadi? Bukankah kita sedang baik-baik saja? Mengapa setega itu?

Sebulan berlalu pasca kabar burung itu, air mata terus saja menghiasi hari-hariku tanpa bisa kubendung. Langit pun terlihat begitu murung seolah ia pun merasakan apa yang aku rasakan. Sampai pada suatu hari, saat rasionalitasku berada di atas emosionalku. Aku tak bisa terus mengikat diriku pada kesedihan seperti ini, terlarut dalam sakit yang tak pernah sembuh jika bukan aku sendiri yang mengobatinya. Aku harus bangkit dan menjadi kuat, bagaimanapun caranya. 

1. Pasca kepergianmu, aku mengerti arti kehilangan tapi di saat yang sama aku pun mengerti arti bangkit dari keterpurukan

Berani Bangkit via http://vemale.blogspot.com

Ya, kesedihan hati karena diduakan memang membuatku terjun dalam lembah air mata, terkungkung dalam kenangan yang tak pernah bisa kuputar kembali. Tersadar bahwa inilah yang dinamakan kehilangan. Ketika seseorang yang pernah mengisi cerita hidupmu, kini ia tak lagi bersedia untuk itu. Namun, yang harus kau ketahui adalah saat itu juga aku belajar bagaimana harus bangkit dari keterpurukan. Mencoba membuka hati dan pandanganku bahwa ku yakin ada secercah cahaya yang akan menuntunku untuk menjadi aku yang baru yang lebih kuat dan dewasa.

2. Kuterima semua keputusanmu meninggalkanku, satu hal yang ku yakini bahwa di sana ada pria sejati yang akan meraih tanganku nanti

Pria Sejati itu menungguku via http://keluarga.com

Keputusanmu yang memilih wanita lain itu sangat kuhargai. Mungkin aku bukanlah sosok yang kau cari selama ini. Namun, ku yakin Tuhan telah menyiapkan sosok lelaki sejati penuh tanggungjawab yang akan langsung mendatangi ayahku untuk meminta puteri kecilnya menjadi pendamping hidup. Pria yang mampu membawaku ke jalan-Nya dan juga menerimaku apa adanya.

3. Kau dan wanitamu (yang baru) adalah kisahmu, kisahku selanjutnya adalah bermetamorfosa dari ‘ulat menjadi kupu-kupu’

Advertisement

Saatnya berubah via http://halimunj.com

Kisah baru pun dimulai, kau dengan wanitamu dan aku dengan diriku sendiri. Yap, aku memilih jalan sendiri tanpa pendamping di sisi. Aku ingin memperbaiki diriku menjadi lebih baik, bermetamorfosa dari ulat menjadi kupu-kupu indah yang akan terbang bebas melihat dunia.

Kini aku lebih banyak menghabiskan waktuku untuk belajar segala hal, mengutamakan akademikku, bertemu teman baru, mencari pengalaman baru, mengikuti kegiatan-kegiatan positif hingga aku bisa meraih prestasi-prestasi gemilang sampai akhirnya lupa bahwa aku sempat terluka kemarin. Kelak, jika kita bertemu kembali, aku ingin sekali mendengar kisahmu dan kupastikan saat itu aku telah menjadi ‘kupu-kupu dengan sayap yang indah’.

4. Cintamu mungkin telah hilang dari genggaman, namun cinta-cinta yang lain telah hadir mengisi kekosongan

Cinta yang mengisi via http://annida-online.com

Cinta yang selama tiga tahun ku genggam bagaikan pasir pantai yang ketika ku pegang erat-erat justru sedikit demi sedikit jatuh kembali. Perlu kau ketahui, satu cintaku hilang, seribu cintaku tumbuh. Keluarga dan sahabat-sahabatku merupakan bukti bahwa aku tidaklah fakir cinta dan miskin kasih sayang. Sumber kasih sayangku bukanlah darimu semata. Begitu besar dukungan mereka untukku agar bangkit dan menatap masa depan.

Menunjukkan bahwa di depan sana, ada sinar mentari yang harus ku songsong dan ku rasakan kehangatannya. Mengingatkan bahwa aku adalah wanita berharga dalam hidup mereka, haram hukumnya aku menyia-nyiakan waktuku terbuang hanya untuk menangisi apa yang memang seharusnya pergi. Akhirnya kusadari, dengan cinta mereka lah aku kuat, aku bahagia, aku siap untuk berubah menjadi lebih baik.

5. Ku ucapkan terimakasih untukmu yang pernah menduakanku, kini aku telah bangkit!

AKU BANGKIT via http://akuinginsukses.com

Aku adalah motivasi terbesar untuk diriku sendiri, langkah yang ku ambil untuk bisa menjadi lebih baik adalah keputusanku sendiri yang tentu juga dengan adanya dorongan dari keluarga dan sahabat. Mengerti bahwa bangkit adalah keharusan bukan pilihan, apapun yang terjadi aku harus bangkit dan menatap masa depan indah yang sedari dulu menungguku meraihnya.

Akhirnya, kuucapkan terima kasih untukmu karena telah menduakanku. Sekarang aku telah bangkit!