Tips Memilih Sekolah yang Tepat untuk Anak. Jangan Sampai Salah!

Urusan pendidikan harus dipersiapkan baik-baik

Memilih sekolah yang tepat untuk anak adalah hal yang cukup menantang untuk setiap orang tua. Pendidikan adalah hal yang penting untuk setiap anak guna mempersiapkan masa depannya, tentu hampir semua orang tua setuju dengan pendapat ini. Namun demikian, sejauh mana kita harus mencari sekolah yang menyediakan ekosistem belajar yang tepat untuk anak?

Seringkali “titipan cita-cita” orang tua yang belum tercapai menjadi faktor pemberat ketika memilihkan sekolah untuk anak. Padahal anak bukan merupakan “second chance” orang tua untuk mencapai cita-cita sebelumnya. Meski begitu, bukan berarti keputusan memilih sekolah ini kita serahkan pada anak saja. Orang tua tentu tetap harus membimbing dan mencarikan opsi yang paling sesuai untuk anak terlebih di usia anak yang masih kecil.

Berikut adalah beberpa hal yang bisa dipersiapkan ketika memilih sekolah yang tepat untuk anak:

ADVERTISEMENTS

1. Kenali kelebihan dan kekurangan anak

Kenali kelebihan dan kekurangan anak

Kenali kelebihan dan kekurangan anak via https://unsplash.com

Hal pertama yang perlu dilakukan sebelum sampai ke pilihan sekolah yang tepat adalah orang tua harus mengenali anak dengan baik. Perhatikan perilaku anak, apakah mereka suka belajar sambil bergerak atau anak memiliki fokus yang baik untuk duduk diam. Lalu bagaimana kebutuhan sosialnya, apakah mudah untuk berteman dan suka bersosialisasi, atau masih lebih memilih bersama orang terdekatnya saja.

Perhatikan juga tentang kemandirian anak. Untuk anak usia pra-TK contohnya, apakah sudah bisa makan sendiri, sudah lulus toilet training, atau bisa berbicara dengan cukup baik sehingga dimengerti orang lain. Meski tidak wajib, hal-hal tersebut tentu menjadi pertimbangan saat memilih sekolah yang tepat nantinya.

ADVERTISEMENTS

2. Ketahui beberapa pilihan sekolah

Beberapa pilhan sekolah

Beberapa pilhan sekolah via https://unsplash.com

Saat ini ada banyak pilihan sekolah yang bisa menjadi ekosistem belajar yang baik untuk anak, misalnya:

  1. Sekolah nasional: sekolah negeri dan swasta yang menggunakan kurikulum nasional Indonesia. Memiliki standar penilaian dan lulusan yang diakui secara nasional. Memiliki harga yang terjangkau, bahkan untuk negeri bisa gratis.
  2. Sekolah montessori: sekolah ini mengutamakan child centered learning, jadi setiap anak diberikan kebebasan untuk melakukan kegiatan belajar sesuai dengan kebutuhannya saat itu. Mengutamakan pembelajaran secara hands on learning, yang membuat anak belajar menjadi lebih mudah bereksplorasi untuk belajar secara langsung.
  3. Sekolah alam: sekolah alam memungkinkan anak-anak untuk belajar dengan lebih bebas bergerak karena banyak berada di ruang terbuka.
  4. Special education school (sekolah luar biasa) : sekolah ini diperuntukkan bagi anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus, sehingga menyediakan tenaga pendidik yang tentu lebih fokus dengan perkembangan anak-anak di sana.
  5. Home Shcooling: sekolah ini memfasilitasi anak untuk bisa belajar di rumah didampingi oleh orang tua atau care giver lainnya. Ada yang sudah menyediakan kurikulum yang lengkap dan ada pula yang membebaskan orang tua untuk memilihkan pelajaran yang bisa diberikan ke anaknya.

ADVERTISEMENTS

3. Menentukan budget (anggaran)

Menentukan budget sekolah

Menentukan budget sekolah via https://unsplash.com

Menentukan budget (anggaran) tentu saja menjadi hal yang penting saat memilih sekolah. Selain memikirkan tentang nilai uang pangkal dan SPP bulanan, kita juga perlu untuk menentukan social budget anak yang melingkupi (uang kegiatan anak, budget liburan, budget kado ulang taun teman sekelas, budget untuk kostum jika ada acara di sekolah seperti kartinian atau international cultural day yang sekarang marak diselenggarakan di sekolah-sekolah).

ADVERTISEMENTS

4. Tentukan kriteria sekolah

Menentukan kriteria sekolah | foto dari unsplash

Menentukan kriteria sekolah | foto dari unsplash via https://unsplash.com

Hal selanjutnya yang perlu dipersiapkan adalah menentukan kriteria sekolah dan membuat daftarnya, misalnya :

  • tentang kurikulum seperti apa yang diberikan
  • guru yang mengajar dan background pendidikannya
  • kegiatan unggulan apa saja yang menjadi fokus di sekolah apakah kesenian atau olahraga
  • bahasa pengantar yang digunakan
  • berapa jam waktu belajar
  • fasilitas apa saja yang disediakan di sekolah untuk menunjang kegiatan anak

ADVERTISEMENTS

5. Datang ke sekolah dan ikut open house

Mengikuti open house di sekolah | foto dari unsplash

Mengikuti open house di sekolah | foto dari unsplash via https://unsplash.com

Jika memungkinkan untuk melakukan kunjungan ke sekolah-sekolah yang diinginkan, tentu menjadi hal baik saat memilihkan sekolah yang tepat untuk anak. Karena dengan datang ke sekolah tersebut, kita bisa langsung merasakan bagaimana suasana belajar mengajar di sekolah tersebut. Kita bisa duduk mengobrol bersama para pengajar dan juga kepala sekolah untuk lebih mengetahui mengenai sekolah tersebut.

Selain itu, dengan datang ke sekolah kita bisa tahu bagaimana siswa-siswi di sana.  Bertanya tentang testimoni sekolah itu lewat orang tua dan para pengantar di sana juga bisa menjadi sudut pandang yang menarik sebagai pertimbangan memilih sekolah yang tepat untuk anak. Namun demikian, jika kunjungan ke sekolah-sekolah sulit dilakukan, orang tua bisa meminta jadwal open house virtual yang biasanya juga disediakan oleh pihak sekolah yang akan merangkum seluruh informasi dan juga kegiatan belajar mengajar anak-anak di sana.

Demikian tadi beberapa tips untuk memilih sekolah yang tepat untuk anak. Ternyata bukan hanya soal biaya karena ada banyak hal lain yang perlu dipertimbangkan untuk memberikan ekosistem belajar yang baik untuk anak. Tentu standar ini akan berbeda di tiap keluarga dan tidak bisa disamakan. Jadi, sekolah seperti apa yang menjadi pilihan terbaik untuk keluargamu?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Menulis karena hobi. Menulis karena ingin berbagi.

Editor

Kadang menulis, kadang bercocok tanam