Hidup sebagai makhluk sosial membuat kita mesti pinter-pinter menyesuaikan diri dengan orang lain dan situasi. Salah satu bentuknya adalah dengan melakukan basa-basi. Mungkin beberapa orang berpikir ini adalah budaya kita aja, Orang Indonesia. Masa sih? Kayaknya engga deh, karena di dunia barat juga ada basa-basi yang mereka kenal dengan small-talk.

Pada praktiknya, basa-basi ini seringkali tak terhindarkan. Ada yang berbasa-basi dengan maksud mencairkan suasana, ada yang karena tuntutan pekerjaan, ada yang karena ga enakan sama orang, atau bahkan ada yang sekedar spontanitas karena udah terbiasa berbasa-basi. Anyway, ga semua orang sih menggunakan kalimat-kalimat di bawah ini untuk basa-basi semata, ada juga kok beberapa yang beneran tulus nanya kabar, beneran memastikan dia ga merepotkan, dan lain sebagainya. Intinya, know your situation aja.

Nah coba cek dari tujuh basa-basi berikut ini mana yang paling sering kamu dengar atau malah yang sering kamu jadikan senjata andalan?

 

1. Apa kabar lo?

Aps Kabs?

Aps Kabs? via https://ayobuka.com

Frase ini dilontarkan bisa dalam kondisi tatap muka atau virtual chat di mana dua anak cucu adam sudah tidak bertemu sekian lama. Yang dikatakan’lama’ di sini pun relatif ya, bisa 5 tahun, 5 bulan, atau malah 5 hari yang lalu. Biasanya sih, ungkapan ‘apa kabar’ spontan diucapkan begitu saja, padahal orang yang nanya juga ga pengen – pengen amat tau kabar kita. Lagipula, pertanyaan ini akan dijawab dengan basa-basi lainnya yaitu “Kabar baik.” Ya kan? Mau lo lagi sedih ga punya duit, galau baru putus, atau diusir dari rumah, pasti jawaban pertamanya adalah “Baiiiik.” Makanya daripada basi nanya ‘apa kabar’ dan dijawab ‘baik’ mendingan tanya hal-hal yang bikin dia cerita lebih jauh, misal “Kemarin gue liat di Facebook, kucing lo mati ya? Sedih banget.”

2. Ketemuan doooong!

Kangen nih!

Kangen nih! via https://beritau.net

Nah kalimat ini biasanya adalah lanjutan dari basa-basi di poin nomer satu. Sadarkah kalian bahwa kalimat basa-basi yang satu ini adalah awal mula dari terciptanya suatu wacana anak bangsa yang disebut nongkrong bareng.

Bentuk nongkrong bareng bisa bermacam-macam, dari makan, ngopi-ngopi lucu, nonton, atau karaoke. Tapi yang udah-udah, sekitar tujuh purnama telah berlalu pun tetap ga ketemuan juga. Dengan berbagai alasan, agenda nongkrong bareng tetaplah menjadi wacana karena satu dan lain hal.

Padahal kalo dipikir, sesibuk apapun kita, pastinya akan berusaha meluangkan waktu buat orang-orang yang memang kita rasa penting dan betul-betul pengen ketemu, kan? 

3. Kabar-kabarin aja ya!

Kabarin ya! (kalo inget)

Kabarin ya! (kalo inget) via https://m.detik.com

Loh, kabar-kabarin apa nih, objek yang mau dikabarin apa juga ga jelas. Seringkali basa-basi model gini dipergunakan untuk menjadi penutup pertemuan dan mempersingkat obrolan, biar cepat aja gitu selesainya. Bisa jadi supaya memang tetap bisa keep contact atau ya memang karena udah awkward aja. Dari banyak pengalaman sih habis itu juga sama-sama lupa buat saling kabar-kabarin.

4. Gue nyusul ya!

nyusul ga yaaa

nyusul ga yaaa via http://imoviequotes.com

Nah, bukankah terasa bibit-bibit harapan palsu yang cukup kental dari deretan kata di atas? Hmm.. Biasanya ini dipake sama orang-orang yang sebenernya ga bisa ikut suatu acara tapi karena merasa ga enakan dan ga mau ngerusak mood, jadinya sok-sok janji mau nyusul deh. Lalu dengan sangat kebaca, nanti menjelang acaranya selesai mereka akan menghubungi teman-temannya untuk bilang “Sorry banget ga jadi gabung nih, ga keburu ternyata.” Yaaah bro! Kasian kan kalo temannya beneran nungguin dan berharap lo datang? Bukankah lebih baik jujur aja di awal kalo emang sekiranya ga bisa hadir?

5. Lagi sibuk nggak?

Lagi apa, Bro?

Lagi apa, Bro? via http://olivethepople.com

Familiar ga sama pertanyaan ini? Ya, ini kalimat pembuka dari seseorang yang biasanya mau minta tolong. Lalu kenapa ini termasuk dalam kumpulan basa-basi? Ya karena mau jawabannya lagi sibuk atau engga, pasti si orang itu akan tetap meluncurkan pertanyaan atau permohonannya. Semua orang yang ditanyain ‘lagi sibuk ga?’ rasanya udah pahamlah ya bahwa itu sebenarnya adalah kalimat yang dipergunakan untuk ngasih tau bahwa “eh gue ada perlu nih sama lo.” So, mau ga mau seringkali jawabannya adalah “Engga kok, ada apa?”

6. Ga usah repot-repot

Asik, ditawarin minum!

Asik, ditawarin minum! via http://panels.net

Pernah bertamu ke rumah orang dong ya pastinya? Berarti ga asing dengan kalimat ini. Setiap ditawarin minum, makan, dan lainnya, jawaban andalan kita adalah ini. 

“Dewi mau minum apa?”

“Ah ga usah repot-repot, Tante.” (Padahal lagi haus banget pengen es sirup L).

Atau ini juga biasa jadi kalimat penutup setelah minta tolong supaya terdengar sopan. Misalnya,

“Nanti jangan lupa beliin titipan gue ya. Sorry nih ngerepotin.”

Selain itu, bersama kita yakini bahwa orang yang kita ‘repotin’ itu tentunya ga akan tega untuk bales bilang “Iya nih lo ngerepotin banget woy. KZL.” Kan ga mungkin kan? Kalo ada juga jarang banget pasti.

7. Ga apa-apa

Ak gpp. Bnr dh.

Ak gpp. Bnr dh. via http://humorterkini.com

“Eh udah nunggu lama ya, sorry!”

“Lo lagi kenapa sih kok diam aja?”

Itu contoh beberapa situasi yang bikin kita bilang ‘engga apa-apa.’ Kalimat ini termasuk basa-basi karena biasanya sih jelas lah  ya bahwa sebenarnya pasti ada ‘apa-apa’ tapi karena lagi-lagi, merasa ga enak sama orang, atau jaga perasaan orang, atau ga mau ribet, jadinya kita bilang begitu. Cuma sebaiknya jangan keseringan permisif kali ya, karena bisa jadi orang lama-lama menggampangkan kita dengan menganggap ‘ah si A santai aja kok anaknya’ padahal di lubuk sanubari terdalam lo mungkin sudah terluka dan ego lo tergores L

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya