Tumbuh di Tengah Keluarga Toxic Bukan Halangan Untukmu Meraih Kesuksesan!

Kamupun tetap bisa menjadi pribadi yang sukses, beranilah melawan arus!

Banyak keluarga yang tidak menyadari bahwa mereka telah menyebarkan racun terhadap sesama anggota keluarganya. Mereka menganggap paksaan, bullying, tuntutan adalah hal wajar. Mungkin bagi mereka hal-hal tersebut merupakan cara memotivasi, tapi belum tentu bagi anggota keluarga yang dituntut untuk begini begitu. Terkadang, tuntutan dan tanggung jawab yang dibebani rasa-rasanya mustahil untuk diemban bahkan dapat menciptakan masalah mental tidak berkesudahan. Banyak faktor yang melatarinya, boleh jadi karena anggota keluarga yang dituntut tidak siap dan tidak sanggup.

Adakah kamu yang termasuk sosok yang tumbuh dan besar di tengah keluarga toxic? Sesungguhnya, kamu adalah orang yang hebat! Kamu hanya perlu berani melawan arus. Buktikan pada dunia bahwa tumbuh dan besar di tengah keluarga toksik tidak akan menghambat proses dan perkembanganmu menjadi manusia yang utuh.

Advertisement

1. Bukan berarti kamu tidak dapat menjadi dirimu sendiri

Foto oleh Elle Hughes dari Pexels

Foto oleh Elle Hughes dari Pexels via https://www.pexels.com

Tumbuh dan besar di keluarga yang seringkali mencekokimu dengan racun bukan berarti kamu tidak dapat menjadi dirimu sendiri. Hidupmu sepenuhnya ada di bawah kendalimu. Maka, kamu harus berani mengatakan tidak pada hal-hal beracun yang diberikan keluargamu.

Advertisement

Beranilah berkata tidak pada hal-hal yang tidak sepaham dengan dirimu. Kamu tidak perlu menjadi sosok bunga berwarna seragam di taman. Kamu harus bisa menunjukkan dan meyakinkan pada mereka bahwa berbedapun akan tetap tampak cantik dan bersinar.

2. Kamu mampu menjadi sosok yang sukses dengan caramu sendiri

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels via https://www.pexels.com

Memang benar, mereka mengarahkan jalan hidupmu karena takut kamu akan salah pilih langkah dan arah. Mereka takut jika kamu gagal di tengah perjalanan hidupmu. Namun, tentu kamu pun memiliki cara tersendiri untuk meraih mimpi bukan?

Advertisement

Maka jika kamu yakin, tetaplah berdiri pada kakimu sendiri. Buktikan pada mereka kamu punya cara untuk menggapai suksesmu untuk menjadi pribadi yang dapat dibanggakan. Jangan takut selama kamu yakin keberhasilan dapat kamu raih dengan tanganmu sendiri.

3. Bukan alasan bagimu untuk berhenti berkarya

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels

Foto oleh Andrea Piacquadio dari Pexels via https://www.pexels.com

Jangan karena keinginan keluargamu berseberangan dengan passion yang sekarang kamu jalani, membuatmu menyerah akan mimpi-mimpimu. Jangan karena keluarga tidak mendukungmu, lantas kamu merelakan begitu saja cita-citamu.

Teruslah berkarya, meski terus-menerus di hadapkan dengan tuntutan ini itu. Boleh jadi, karya-karya yang kamu telurkan adalah jalanmu menuju kesuksesan. Siapa tahu, kan?

4. Tunjukkan pada dunia, kamu berharga bagi orang lain

Foto oleh Buro Millennial dari Pexels

Foto oleh Buro Millennial dari Pexels via https://www.pexels.com

Tidak ada tolok ukur pasti mengenai kesuksesan. Pun, bagi kedua orangtuamu barangkali sukses adalah mereka yang berhasil bekerja di balik meja.

Mungkin bagi keluarga, kamu adalah sosok keras kepala, sulit diarahkan dan sebagainya sebab tidak menuruti saran dan permintaan mereka. Tidak menutup kemungkinan ada saja penilaian yang menganggapmu sebagai anak yang gagal. Tapi percayalah, di luar sana ada banyak orang yang mengerti di mana letak ‘harga’mu. Di luar sana, banyak orang yang justru mampu melihat kelebihanmu. Jangan pesimis atas penilaian keluarga.

5. Kamu mampu menjadi orangtua yang lebih baik nantinya

Foto oleh Pavel Danilyuk dari Pexels

Foto oleh Pavel Danilyuk dari Pexels via https://www.pexels.com

Lahir dan tumbuh besar di tengah keluarga toksik barangkali mengubah cara pandangmu tentang parenting. Bercita-cita menjadi orangtua yang lebih baik adalah cita-cita yang amat baik. Jangan teruskan cara mendidik anak seperti yang orangtuamu lakukan. Jadilah orangtua yang bijak, jadilah orangtua yang mau memahami karakter anak-anaknya, dan jangan menjadi penuntut. Seorang anak membutuhkan arahan, bukan tekanan.

Lahir di tengah keluarga toksik bukanlah cita-cita semua anak manusia. Tidak ada yang memimpikannya apalagi menginginkannya. Jangan jadikan keluarga toksikmu sebagai alasan kamu lambat berkembang. Kamu pantas berbahagia dengan caramu sendiri. Ingat, kuasa atas hidupmu terletak di tanganmu sendiri dan bukan tangan orang lain.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

selalu ingin belajar menulis

CLOSE