Usia seperempat abad merupakan usia di mana orangtua memandang kita sebagai pribadi dewasa padahal kita masih merasa sama bahkan kita masih merasa belum siap menjadi dewasa. Banyaknya masalah membuat kita lelah dengan tuntutan hidup dan juga tuntutan dari diri kita sendiri. Terkadang ada masa-masa yang hilang mulai kita rindukan padahal masa-masa itu menyebalkan.

1. Rasanya Manis saat Mengenang Masa Kuliah, Sekolah Maupun Ngekos

“Dulu waktu ngekos makanan wajib mie instan rasa macem-macem, nasi penyet mulai dari tempe, tahu, telor, ayam udah gue cobain semua. Awal bulan bisa makan pizza dan burger akhir bulan makan mie sama minum obat maag.”

“Dulu dosen gue genit. Katanya anak-anak cowok kudu buka kancing baju sampai kancing ke dua biar dapat nilai bagus. Tapi nyatanya enggak lulus ujian”

Apa masa menyenangkan saat kalian kuliah atau ngekos? Pasti kebayang kan? Masa dulu yang melelahkan saat ini menjadi masa manis yang selalu di kenang.

2. Masih Merasa Berjiwa Muda bahkan Masih Merasa Usia Belasan atau Awal Dua Puluhan

Advertisement

“Kalau di pikir-pikir rasanya kayak baru kemarin gue masuk kuliah. Eh tapi kenyataannya udah umur segini.”

"Gue ga siap nikah. Gue merasa masih belum dewasa."

Apa kamu juga berpikir seperti itu? Usia boleh di bilang seperempat abad, tapi rasanya enggak banyak yang berubah. Masih sama saja. Bahkan kamu merasa seperti anak kecil.

3. Pekerjaan Bikin Kita Lumpuh Mendadak Soal Cinta.

What is love? via http://agodlyheritage.org

“Cinta? Apa itu? Bingung gue.”

"Gimana sih cara PDKT?"

Di usia seperempat abad ini apa ada salah satu dari kalian pernah kalian iseng-iseng buka Google cari apa itu cinta, bagaimana cara PDKT ke gebetan bahkan apa tanda jatuh cinta. Padahal dulu waktu sekolah bahasan soal cinta itu sudah seperti pelajaran sehari-hari bahkan di luar kepala. Tapi saat sudah bekerja rasanya semua sudah di netralisasi bahkan arti cinta saja sudah gak tahu. Bahkan bingung gimana cara PDKT.

4. Pengen Kembali jadi Anak-anak

Seiring dengan waktu kita mulai merasakan permasalaan dunia orang dewasa begitu rumit. Ada kalanya kita ingin menghilang, malas untuk menghadapi bahkan takut. Kita sebagai orang yang belum dewasa penuh pasti pernah membayangkan bagaimana enaknya masa anak-anak yang polos tanpa memikirkan beban hidup. Yang ada hanya keinginan terus bermain.

5. Walaupun Banyak Memikirkan Masa Lalu Tetap Saja Ada Pikiran Indah Tentang Masa Depan

Ada kalanya kita akan sedih saat mengingat masa lalu yang tidak bisa kita nikmati lagi. Mengingat kehidupan saat ini terasa berat. Tapi tetap saja harapan akan masa depan yang cerah terus menyemangati dalam meniti hari. Tetap semangat mengejar cita-cita ya. ^^