Bunga : Si Rangga sekarang udah mapan, ya! Gajinya gede. Uh jadi ngiri 🙁
Raka : Cie ngiri cie.. Tenang, suatu saat kamu juga bisa kayak gitu kok, asal kamu mau berproses dan berusaha

Sepertinya gampang yang kita merasa iri akan pencapaian orang lain, ya? Si A enak sudah kerja di perusahan X dan sudah bisa beli rumah. Si B tembus beasiswa S2 full ke luar negeri. Si C malah sudah bahagia bersama pasangannya yang sepertinya sempurna banget. Kok aku gini-gini aja, ya? 🙁

Well, mari kita merenung sejenak...

1. Sebenarnya tidak ada hal yang benar-benar instan.

Long way to go via http://www.fixabay.com

Coba sebutkan satu hal yang instan di dunia ini. Mie instan? Hmm, nggak juga. Mie harus direbus, dicampur dengan bumbunya, baru bisa disajikan. Kopi instan? Well, untuk membuat kopi instan kita harus bikin air panasnya dulu baru diseduh.

Well, yang berhubungan dengan kudapan sudah lumayan ribet begitu, apalagi yang harus berhubungan kehidupan dan perencanaan masa depan. Tentunya semua butuh proses dong ya…

2. Start with the end. Mulailah dengan mencari tujuan akhirmu dulu.

Pikirkan tujuanmu via https://www.mormonchannel.org

Advertisement

Untuk mencapai suatu tujuan, hal yang pertama harus dilakukan adalah mencari tujuannya terlebih dahulu. Misal kalau mau membuat masakan, kita harus tahu dulu mau masak apa. Nggak mungkin dong kita belanja beli ini itu terlebih dahulu baru kemudian memutuskan mau masak apa hehehe…

Begitulah dengan hidup, kita harus tahu apa sebenarnya tujuan kita apa dulu, Kuliah dulu? Kerja dulu? Nikah dulu? Yang penting tujuannya jelas.

3. Kemudian berusahalah..

Mengejar target via http://img3.goodfon.su

Setelah tahu tujuannya, kita harus mau berusaha untuk mencapai tujuan tersebut. Keringat, darah, air mata, sampai nanah pun harus rela kita korbankan (…agak lebay ya?). Ya intinya kita harus berusaha mencapai tujuan kita. Jangan mudah menyerah dan putus asa. Selagi masih muda dan banyak tenaga, berusahalah!

4. Jika masih gagal? Well, it’s a lesson, not a mistake. Terus berproses.

Tetap semangat via http://www.wallpaperup.com

Gagal itu biasa. Ditolak juga sudah biasa. Nggak ada orang yang nggak pernah gagal. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa belajar dari keagalan itu agar di lain waktu kita bisa sedikit lebih baik dan belajar dari pengalaman gagal tadi.

Jangan menganggap gagal sebagai kesalahan. Akan menjadi lebih baik jika kita menganggap kegagalan sebagai pelajaran yang mempu membuat kita lebih baik di masa depan. Ingat, hargai proses.

5. Dan ketika yakin usahamu sudah maksimal, berdoalah.

Dan ketika senja tiba, seluruh usaha sudah dikerahkan pada hari tersebut, berdoalah. Sadari bahwa Tuhan akan memberikan jalan yang terbaik untuk kita.

Mintalah, maka kamu akan diberi. Ketuklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.

Dan memang Tuhan akan memberi yang terbaik.