A : Rudi, bapak dengar kamu kuliah sambil kerja ya ?

Kamu : Iya pak

A : Bagus, bagus, bagus. Ngomong-ngomong kamu kerja apa ?

Kamu : Ngerjain tugas kuliah pak, hehe(Sambil garuk-garuk kepala)

A : Heeeeemmm

Hari ini seperti biasanya kamu bersiap-siap untuk berangkat kuliah setelah kemarin kamu sibuk dengan pekerjaanmu. Melaksanakan suatu kewajiban sebagai seorang mahasiswa. Mengikuti segala pembelajaran yang diberikan oleh dosen. Tunjukkanlah bahwa kamu sanggup memahami materi yang diberikan oleh dosen. Kamu tetap mengerjakan tugas-tugas perkuliahan walaupun hari-harimu disibukkan dengan jadwal kuliah kerja, kuliah kerja dan kuliah kerja lagi.  Tidak banyak orang yang memutuskan untuk kuliah sambil bekerja. Selain ingin mendapatkan pengalaman tentu saja ingin mendapatkan pemasukan. Keputusan yang kamu ambil saat ini pasti memiliki resiko, tapi tenang semua akan indah pada waktunya.

1. Bukan hanya kamu saja yang mengalaminya, di luar sana juga banyak orang yang berjuang seperti kamu.

Kamu tidak sendirian kok via https://www.google.com

Kamu tetaplah kamu, jadilah diri sendiri yang nantinya bisa bermanfaat untuk kamu sendiri, keluarga bahkan orang lain. Teruslah menjalani hari-hari dengan hal-hal yang bermanfaat. Kamu tidak sendirian kok, banyak juga rekan-rekan mahasiswa lain yang kuliah sambil bekerja. Bahkan masih ada orang lain di luar sana yang perjuangannya lebih hebat dari kamu. Masih ingat kan dengan perjuangan Eko, bocah SD asal Semarang yang rela berjualan kerupuk demi menghidupi ibu dan adik-adiknya? Dia yang masih SD saja bisa, kamu yang sudah kuliah harus lebih bisa dong?

2. Keuanganmu yang serba pas-pasan membuat kamu harus bekerja.

Mahasiswi saja bisa via https://www.google.com

Advertisement

Suatu hari kamu menerima sms dari ibumu.

“Pur, ibu belum bisa ngirim uang untuk biaya kuliah kamu, kamu masih ada uang nak ? Bapak belum bisa bekerja, karena bapak masih sakit-sakitan. Kalau tidak ada uang, minjam dulu sama temanmu nak, besok kalau ibu ada uang biar ibu ganti

Dengan bohong kamu membalas pesan ibu.

Advertisement

“Uangku masih ada kok bu? Ibu tidak usah pikirkan aku, aku baik-baik saja kok. Semoga cepat sembuh buat bapak ya bu? Do’akan aku yang di sini”

Seketika itu perasaanmu tidak bahagia mendengar keadaan orang tua di kampung. Tapi, merekalah alasannya sehingga kamu harus berjuang seperti saat ini. Kamu mulai bekerja apa saja yang penting halal. Walaupun penghasilannya tidak seberapa, tapi setidaknya kamu sudah belajar untuk merasakan apa yang selama ini orang tua kamu rasakan.

3. Tempat tinggalmu yang jauh dari kondisi sederhana tapi di situlah kamu merasakan kenyamanan dan kebahagiaan.

A : “Pian, kamu kost dekat tepi kali itu ya ? Yang sekitarnya agak semak itu bukan?"

Kamu : “Iya mas, aku tinggal di situ. Main-mainlah ke situ mas sekalian kalau ada barang-barang elektronik yang rusak bisa ku bantu perbaiki mas, hehe‘’

Kamu tak perlu banyak alasan untuk menjelaskan kepada temanmu. Biarpun tidak semewah seperti tempat tinggal teman-temanmu yang lain tapi yang penting kamu nyaman apalagi kalau tempat itu bisa kamu jadikan sebagai tempat usaha, walaupun kecil-kecilan setidaknya bisa membantumu untuk bertahan hidup.

4. Kamu mungkin tidak bisa selalu bersama dengan teman-temanmu, tapi yakinlah mereka semua mendukungmu.

Jalan-jalan via https://www.google.com

“Hendri, besok kan hari libur. Kita jalan-jalan ke Bukittinggi yok ! teman-teman di kelas pada setuju‘’

Masa-masa kuliah adalah waktu yang tepat untuk mencari teman yang sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya. Terkadang kuliah juga membosankan sehingga perlu untuk refreshing. Mungkin untuk saat ini kamu belum bisa menerima ajakan dari temanmu untuk jalan-jalan. Kamu pun merasa tidak enak karena sering menolak ajakan mereka. Tapi perlu diingat, teman yang baik akan selalu mengerti dan mendukung setiap keputusanmu.

5. Tujuan utamamu adalah kuliah.

“May, minggu depan kelompok kita presentasi. Besok kita buat tugas bareng ya? Kamu kira-kira jam berapa gak sibuk?’’

Teman baikmu pasti tahu dengan kesibukanmu. Kamu memang sibuk bekerja, tapi ingat tujuanmu datang ke tempat ini adalah untuk kuliah. Tetap kerjakan tanggung jawabmu sebagai mahasiswa agar ke depannya kamu menjadi orang yang bertanggung jawab. Luangkan waktu untuk membuat tugas kuliah seperti : tugas pribadi, tugas kelompok dan tugas akhir atau skripsi. Jangan bosan menemui dosen pembimbing. Jika sudah terbiasa berhadapan dengan dosen, waktu bekerja nanti kamu juga akan terbiasa berhadapan dengan atasan, rekan kerja bahkan klien.

6. Kelak, ini akan menjadi kenangan tersendiri yang akan kamu ceritakan kepada anak cucumu.

Keluarga bahagia via https://www.google.com

Bukankah sibuk yang kamu lakukan saat ini adalah sibuk yang positif ?

Kamu harus yakin bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil. Perjuanganmu saat ini akan menentukan langkah kamu ke depan. Saat ini kamu disibukkan dengan jadwal di luar kuliah. Tapi yakinlah, jika suatu saat kamu akan berhasil dan kamu akan menangis bangga ketika menceritakan perjuanganmu kepada anak-anakmu.

7. Dan pada akhirnya mereka akan bangga melihat kamu.

Prosesi wisuda via https://www.google.com

‘’Saudara Yaholil Mustafa ! berdasarkan keputusan Tim Penguji Skripsi, maka saudara dinyatakan tidak mengulang’’

Perasaan kamu pun berubah menjadi sebuah kegembiraan, ucapan selamat dari dosen bahkan teman-teman pasti akan kamu dapatkan di hari itu. Puncak akhir perjuangan seorang mahasiswa adalah ketika kamu diwisuda bersama teman-temanmu. Walaupun ke dua orang tuamu tidak bisa datang di hari wisuda, percayalah mereka pasti bangga dengan kamu. Begitupun dengan teman-temanmu, bukan karena kamu rajin atau apa, tapi karena perjuanganmu itu lho ? Kamu juga harus bangga punya mereka.

8. Satu lagi, kemanapun kamu melangkah jangan pernah lupakan mereka.

Tanggung jawab baru menunggumu via https://www.google.com

Setelah kamu wisuda, kini saatnya kamu untuk memulai meniti karir. Mungkin kamu akan kembali mengabdi di daerah asal atau bekerja di daerah baru yang belum pernah kamu kenal sebelumnya. Kamu yang tidak main-main dengan kuliahmu, pasti tidak bingung dengan masa-masa setelah wisuda. Toh pada beberapa perusahaan sebagian besar membutuhkan pegawai yang mempunyai wawasan lebih luas. Jika pun kamu tidak ingin bekerja pada perusahaan, kamu masih bisa untuk membuat usaha sendiri dengan skill yang kamu punya.

Dalam meniti karir tidak bisa langsung berhasil, kamu masih tetap melalui beberapa proses. Kerjakan dengan sebaik mungkin pilihan yang sudah kamu pilih sebelumnya. Masa-masa kuliah saja sudah berhasil kamu lewati apalagi masa-masa meniti karir. Tapi perlu diingat, apapun yang kamu pilih saat ini dan hasilnya ke depannya, jangan pernah lupakan mereka : orang tua, keluarga, sahabat, pacar dan teman-teman yang selama ini mendukungmu.

So, tetap semangat buat teman-teman yang sedang kuliah sambil kerja. Selalu imbangi kebutuhan dunia dengan kebutuhan akhirat dan jangan lupa jaga kesehatannya.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya