<>1. Tadinya biasa saja, tak ada perasaan cinta.
Kita ada di kelas yang sama

Kita ada di kelas yang sama via http://whatsuphollywood.com

Dulu, kita adalah teman sekelas. Di saat orang lain sudah bisa memikirkan cinta, aku masih berteman dengan buku cetak dan catatan dari guru. Bukannya aku tak punya waktu untuk memikirkanmu, tetapi aku hanya tidak mau secuil perasaan menghalangi masa depanku. Apalagi kamu itu tampan, kaya, dan pintar. Terlalu percaya diri jika aku berpikiran bahwa kamu mungkin menyukaiku. Akhirnya, kubentengi hatiku sendiri agar jangan sampai menyerah padamu.

Sikapku ketus, tak pernah sekalipun aku menunjukkan rasa tertarik pada dirimu.

<>2. Setiap pagi, kamu menyapaku.
Sapaan tiap pagi dan senyuman manismu selalu mewarnai hariku

Sapaan tiap pagi dan senyuman manismu selalu mewarnai hariku via http://girlslife.com

Setelah beberapa bulan berlalu, aku baru tahu bahwa rumah kita berdekatan. Entahlah, aku tidak mau mencari tahu apa-apa tentangmu. Setiap pagi, kamu akan membuka jendela dan melihatku menunggu angkutan umum di pinggir jalan. Setelah sampai di sekolah, kamu akan menyapaku, “Aku tadi melihatmu, sedang menunggu angkot kan?” Aku menatapmu sejenak, kemudian mengangguk kaku dan berlalu.

<>3. Kamu jahil dan kekanakan. Dulu, aku tak suka sikapmu.
Kejahilanmu membuatku jengkel sekaligus rindu

Kejahilanmu membuatku jengkel sekaligus rindu via http://4.bp.blogspot.com

Aku sering heran padamu. Awalnya aku mengira dirimu sombong dan angkuh. Bagaimana tidak? Banyak gadis-gadis mengejarmu, rela menyerahkan diri untuk menjadi kekasihmu. Tetapi apa yang kamu lakukan? Kamu selalu bersikap tak acuh terhadap mereka. Tetapi saat bersamaku? Sifat konyolmu muncul, kejahilanmu sering timbul. Kamu sering menjadikanku sebagai objek kesenanganmu.

Mulai dari mengejekku, menjitak kepalaku, sampai melemparku dengan es batu. Cari perhatian sekali!

<>4. Perhatianmu yang tulus membuat hatiku luluh.
Di balik sikap konyolmu, kamu bisa membuatku merasa istimewa

Di balik sikap konyolmu, kamu bisa membuatku merasa istimewa via http://digaleri.com

Tetapi di balik sikap kekanakanmu itu, aku tahu kamu perhatian padaku. Di kelas, kamu selalu duduk tepat di belakangku. Kamu tahu nilai-nilai ulanganku. Kamu mencuri-curi pandang padaku saat aku menontonmu bertanding bola. Kamu cemburu saat aku digosipkan menyukai salah satu temanmu. Walaupun aku dingin dan tak berperasaan, tetapi sepertinya kamu tipe orang yang pantang menyerah. Kamu tak pernah marah jika kubentak-bentak.

Kamu tak pernah berhenti tersenyum walaupun aku menatapmu dengan muka masam. 

<>5. Tuhan melihat perjuanganmu. Dia kemudian menyadarkanku.
Akhirnya aku luluh juga

Akhirnya aku luluh juga via http://nyata.co.id

Setelah satu semester berlalu, perlahan-lahan hatiku mulai terbuka. Pelan-pelan senyumku terukir saat kita berjumpa, walaupun tanpa sepengetahuanmu. Kata-kata kasar itu mulai sirna, walaupun sikapku masih kaku. Kadang aku menuliskan namamu dalam selembar kertas, hanya menulis nama seseorang yang telah mencuri hatiku. Dan suatu ketika, aku menemukan diriku merasa rindu saat sehari saja tidak bertemu denganmu.

Lebih aneh lagi, aku merasa tak rela saat kamu memperhatikan perempuan lain. Ya Tuhan, aku cemburu!

<>6. Ketika aku sudah bisa menyayangimu, saat itu pula aku harus merelakanmu pergi.
Aku merasakan bahagianya jatuh cinta, namun saat itu juga aku mendapatkan perihnya patah hati

Aku merasakan bahagianya jatuh cinta, namun saat itu juga aku mendapatkan perihnya patah hati via http://katakata.me

Ternyata benar adanya bahwa cinta itu bisa datang terlambat. Akibatnya, penyesalan yang tidak kunjung pergi, bahkan sulit untuk terobati. Entah permainan apa yang saat itu Tuhan mainkan. Dia membuatku membencimu, kemudian membalik hatiku menjadi mencintaimu. Dan entah lelucon apa lagi, hingga Dia membawamu pergi. Saat aku ingin menjadi milikmu, saat itu juga aku harus merelakanmu dengan perempuan lain.

Aku tak pernah mengenal dia. Aku juga tak ingin tahu apa pun tentangnya. Sampai saat ini, aku tak tahu kabarmu. Semuanya telah berubah, tak lagi menyenangkan seperti dulu. Maafkan aku yang terlambat menyadari, seseorang yang pernah ingin membuatku bahagia dengan sepenuh hati.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya