Assalamu'alaikum sobat yang sedang menjalankan ibadah puasa semoga dilancarkan. Waktu memang begitu cepat berlalu padahal seperti baru kemarin mengejar tiket kereta agar bisa pulang kampung. Sampai-sampai penulis pun kehabisan tiket kereta untuk pulang kampung, secara menggunakan kereta untuk menjauhi kemacetan. Manusia hanya bisa berikhtiar, insyaAllah akan selalu ada jalan untuk bisa pulang kampung denga kehendakNya.

Ramadan yang lalu selalu diisi dengan hal yang menurut penulis itu biasa saja dan kurang menantang sehingga membuat ramadhan dari tahun ke tahun tidak begitu berkesan. Padahal bulan Ramadan merupakan bulan yang selalu dirindukan oleh umat muslim, tentunya karena pahala emasnya yang begitu luar biasa. Mungkin ini sebabnya penulis masih diberi kesempatan untuk menapaki bulan suci ini agar tak menjadi sia-sia seperti yang sudah-sudah.

Berikut penulis ingin merangkum kegiatan ramadhan yang harus diintrospeksi agar pembaca bisa upgrade Ramadan tahun ini menjadi lebih baik dibanding dengan tahun yang sebelumnya.

1. Munggahan tidak hanya makan melainkan saling memaafkan setulus hati

maaf lahir bathin

maaf lahir bathin via http://www.google.com

Sebelum Ramadan tiba, tentu tidak asing lagi dengan kata “munggahan” di mana munggahan adalah acara untuk memeriahkan bulan Ramadan yang biasanya diisi dengan kumpul dan makan bersama orang terdekat dan tersayang. Padahal makna sesungguhnya dari munggahan adalah instrospeksi diri dengan cara saling memaafkan karena Ramadan belum tentu menyapa kita meski tinggal menghitung hari.

Advertisement

Saling memaafkan dengan setulus hati dan muhasabah terhadap Allah SWT tentang dosa yang telah diperbuat. Ramadan jadi mengajarkan kita untuk menjadi manusia pemaaf. Sejatinya menjadi pemaaf bukan berarti kalah atau salah. Melainkan Allah SWT juga Maha Pemaaf maka kenapa kita tidak yang seorang hamba.

Jadi alangkah baiknya diri ini dibersihkan, salah satunya dengan saling memaafkan agar tidak ada dendam sedikitpun di dalam hati. Seperti Bilal bin Rabah yang masuk surga bukan karena ahli ibadah ataupun ahli ilmu melainkan karena Bilal selalu beribadah menggunakan hati dan tidak pernah mempunyai penyakit hati kepada orang lain.

Untuk pembaca maafkan penulis jika ada coretan yang melukai pembaca karena jemari penulis yang bisa saja lemah.

2. Bukan baju baru ataupun pasangan baru melainkan hati yang baru

the new heart

the new heart via https://www.google.com

Advertisement

Tidak apa-apa tidak ada baju baru ataupun belum ada pasangan baru. Biarkan mereka dengan bangganya memamerkan baju baru dan biarkan mereka khususnya netizen menanyakan kapan menyebar undangan. Jawab saja segera agar didoakan hehe. Jangankan baju baru, di luar sana bisa sahur dengan air putih saja sudah bersyukur. Adapun di luar sana yang rentan peperangan bisa jadi ikut sahur dan puasa namun berbuka di surga.

Mengeluhlah karena diri ini masih biasa saja dalam beribadah. Mengeluhlah karena selalu kecolongan dalam menjemput Lailatul Qadr dan malu lah karena selalu mengeluh salat tarawih yang katanya lama bacaannya atau sebagainya. Jadilah pribadi yang baru dengan mempunyai stok kesabaran yang besar dan stok bersyukur yang tiada henti. Karena orang yang pandai bersyukur selalu melihat keindahan bahkan kenikmatan dikondisi terburuk sekalipun.

Ciptakanlah hati yang baru nan bersih dari penyakit hati tentunya dengan cara lebih mendekat pada-Nya, insyaAllah hatimu akan selalu merasa tenang meski kamu sendirian sekalipun.

3. Menunggu berbuka tidak hanya dengan lamunan cobalah dengan berbagi kebaikan

Daripada ngabuburit tidak jelas, jalan kesana kemari mencari jajan yang ujung-ujungnya tidak kemakan semuanya. Ataupun menunggu berbuka hanya gogoleran sembari stalking mantan #eh. Akan lebih baik bahkan bermanfaat jika diisi dengan kebaikan contohnya menjadi volunteer sanlat (pesantren kilat) hingga bisa bertemu dengan adek-adek gemes, berbagi takjil dijalanan yang dimana selalu ada komunitas yang suka sengaja berbagi takjil di jalanan karena mereka tahu pahala memberi makan untuk orang yang sedang berbuka puasa sangatlah luar biasa, atau kebaikan lainnya yang bisa membuatmu tidak hampa saat menunggu waktu berbuka.

Jangan bilang tidak ada ajakan atau tidak tahu dimana komunitas yang mengadakan acara seperti itu. Carilah atau berdoa juga boleh dengan meminta kesibukan yang bermanfaat. Karena segala sesuatu harus dicari atau dibuat. Begitupun bahagia tentu harus dicari jangan hanya ditunggu, bisa jadi kesendirianmu karena kamu selalu menunggu dalam kemalasan bukan menunggu yang diiringi dengan ikhtiar penuh kebaikan.

4. Bukber boleh saja tapi tarawih tak boleh lewat begitu saja

Hal yang seru di bulan Ramadan adalah acara bukber (buka bersama) karena dengan bukber kamu bisa bertemu dengan teman-teman lama atau siapa tahu dapat gandengan hehe apalagi kalau bukbernya ditraktir maka nikmat manakah yang kau dustakan.

Terlepas dari itu semua, karena keasyikan bukber apalagi kalau bukber diakhir memdekati lebaran terkadang shalat tarawih pun dilewatkan begitu saja. Memang shalat tarawih hukumnya sunnah muakkad (sunnah yang dikuatkan) mendekati wajib, namun tetap saja kurang afdhol jika puasa tak disertai shalat malam diantaranya.

Memangnya sudah yakin pahala kita segunung? Sudah yakin dosa kita bakalan diampuni? Alangkah baiknya kita mengejar ibadah ini semaksimal mungkin karena mumpung pahalanya lagi diobral dengan leluasa. Semua ibadah dilipat gandakan bahkan Nabi pun shalat malam pada saat bulan Ramadan sampai kakinya bengkak saking lamanya.

Nabi yang sudah jelas masuk surga, manusia pilihan melakukan ibadah segitunya. Dan kita yang bukan Nabi, bukan juga ahli ibadah atau ahli ilmu masih santai berlomba-lomba dalam mengejar pahala ibadah.

5. Janganlah lelah mengejar Lailatul Qadr

knock..knock..

knock..knock.. via https://unsplash.com

Bulan Ramadan memang bulan penuh ampunan, maka sangat mustajab sekali jika dijadikan ajang taubat tentunya untuk kita yang masih berlumuran dosa. Namun, tak dipungkiri bertaubat lebih cepat lebih baik karena mati tidak bisa ditebak.
Bertaubatlah, berdosa bertaubatlah lagi hingga setan lelah menggodaimu. Karena seperti hadits riwayat muslim ini

“Jangan mudah mencap orang lain
Dari sahal bin Al Sa'idi r.a. dia meriwayatkan bahwa rasulullah saw bersabda, “sesungguhnya ada orang yang beramal dengan amalan ahli surga sepanjang penglihatan orang banyak, tetapi sebenarnya dia adalah ahli neraka. Ada pula orang yang beramal dengan amalan ahli neraka menurut pandangan manusia, tetapi sebenarnya dia ahli surga.”
(HR Muslim no 4792)

Namun jangan jadi orang bodoh juga dimana memanfaatkan ampunan AllahSWT untuk tetap berbuat maksiat. Jadi, yuk berlomba-lomba mengejar Lailatul Qadr.

Nah itu yang mungkin bisa penulis share ke pembaca semoga penulis maupun pembaca bisa upgrade diri di bulan ramadhan ini tentunya menjadi lebih baik dan bermanfaat.

Marhaban ya Ramadhan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya