Inilah 8 Fakta Menarik Valentina Sampaio, Model Transgender Pertama yang Dimiliki Victorias Secret

Model Victorias Secret

 

 

Datang dari komunitas yang dimarjinalkan oleh mayoritas penduduk dunia, LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual & Transgender), tidak mengempiskan kegigihan Valentina Sampaio mengubah mimpinya menjadi nyata.

Model 22 tahun berkebangsaan Brazil ini sukses mendobrak stereotipe Victoria's Secret (VS) yang dikenal luas tidak mempekerjakan model transgender (waria). Sebelumnya, hal itu diperkuat oleh pernyataan eks direktur pemasaran VS sendiri, Ed Razek, tentang ketidaksediaannya bekerjasama dengan model transgender demi mempertahankan citra VS sesuai visinya.

Beriringan dengan rumor soal gelaran VS Fashion Show yang tidak akan lagi disiarkan di televisi mulai tahun ini, kabar perekrutan Valentina Sampaio oleh VS kemudian muncul memeriahkan jagat industri mode. Berikut rangkaian faktanya!

 

Advertisement

1. Mulai bekerjasama dengan Victorias Secret sejak Agustus 2019

Valentina Sampaio in PINK

Valentina Sampaio in PINK via http://instagram.com

Usai menandatangani kontrak kerjasama dengan jenama pakaian dalam kenamaan Victoria's Secret, Valentina kini mempromosikan lini produk mereka yaitu VS PINK.

Target pasar VS PINK adalah golongan remaja perempuan muda yang identik dengan fashion item beruansa warna-warna cerah, fungsional dan playful tapi tetap bergaya.

Advertisement

Melalui akun Instagram-nya, Valentina dengan bangga membagi potret dirinya yang berjubah putih tengah berada di backstage pemotretan katalog terbaru produk VS PINK.

Beragam pujian positif bernada mendukung dari rekan-rekan model VS lainnya memenuhi kolom komentarnya. Tak terkecuali puluhan ribu netizen yang memberi like pada foto tersebut. 

Advertisement

Kepada Popsugar, model berzodiak Sagitarius ini mengungkapkan rasa bangga dan syukurnya bisa dilirik oleh brand sekelas Victoria's Secret.

“Aku senang dan bangga banget dapat kesempatan luar biasa ini, terutama di waktu-waktu memasuki perubahan (nilai sosial masyarakat tentang LGBT) seperti sekarang.

Ini adalah momen aktualisasi diri sekaligus memberi pengaruh ke semua komunitas yang dipandang sebelah mata oleh industri mode.

Bekerja dengan VS adalah 'dream comes true'  bagi kami para model, ibarat tonggak sejarah yang jadi penanda lembaran baru kehidupan kita baru dimulai.”

2. Memutuskan bertransisi gender menjadi perempuan di usia 10

Full makeup Valentina

Full makeup Valentina via http://instagram.com

Perlu diketahui, jenis kelamin dan gender adalah dua hal yang berbeda. Jenis kelamin dipakai dalam pengelompokan laki-laki dan perempuan berdasarkan alat vital yang diperoleh sejak lahir.

Sedangkan, gender digunakan sebagai pengategorian laki-laki dan perempuan berdasarkan pola pikir dan pola sikap setiap individu. Yang kebanyakan dikonstruksi oleh masyarakat, terlepas dari apapun jenis kelaminnya.

Tumbuh kembang di sebuah desa nelayan di Brazil, Valentina sudah punya ketertarikan lebih pada girly stuff  atau barang-barang berbau anak perempuan yang terlihat dari koleksi bonekanya kala itu.

Ayahnya yang berprofesi sebagai nelayan dan ibu sebagai guru sekolah membawanya ke psikolog untuk kemudian diberitahu bahwa Val memang memiliki karakterisitik gender seorang perempuan.

Di usia 10, model penyuka olahraga surfing ini lantas memproklamirkan dirinya sebagai Valentina.

Alih-alih dikucilkan dan mengalami penindasan sosial karena dianggap aib atau penyimpangan, dukungan justru mengalir dari kedua orang tuanya yang suportif dan lingkungan sekitarnya yang sudah terbiasa memandang Val sebagai gadis kecil cantik bermata hijau emerald gelap.

Lingkaran pertemanannya mayoritas diisi oleh perempuan. Iklim sosial yang bersahabat ini lantas membentuk persona Valentina yang penuh percaya diri, mandiri dan berprinsip.

3. Memilih untuk tidak mengekspos masa lalunya ke media

Valentina

Valentina via http://instagram.com

Dari sekian banyak interviews yang memuat perjalanan karirnya, model 177 cm ini menutup rapat-rapat identitas aslinya sebagai anak laki-laki sebelum menjadi seorang Valentina.

Val tidak pernah membeberkan nama lahirnya atau mengunggah foto masa kecil ketika masih berstatus laki-laki di media sosial. Menurutnya, orang tidak perlu mengulik masa lalunya. What happened in the past stays in the past.

 Yang mesti dunia lihat adalah kiprahnya saat ini dan masa mendatang tentang bagaimana ia beraksi sebagai pionir model transgender masuk ke belantara fashion industry. 

4. Modeling bukan cita-cita pertamanya

Sesi pemotretan Valentina

Sesi pemotretan Valentina via https://pin.it

Merancang adalah passion Valentina.  Val sempat mengenyam pendidikan di sekolah ilmu arsitektur Fortaleza, Brazil, sebelum akhirnya berhenti di usia 16 dan merubah haluannya dengan masuk ke sekolah fashion design

Di periode tersebutlah, tepatnya waktu berumur 18 tahun, ia berkenalan oleh seorang makeup artist dan berakhir meregistrasi dirinya di sebuah agensi model Sao Paulo, Brazil. 

Berkat fitur wajah dan figur tubuh semampai yang dimiliki Val sesuai dengan selera pasar industri mode, banyak job berdatangan mulai dari pemotretan iklan produk sampai undangan catwalk

5. Sempat ditolak suatu fashion show sampai ingin berhenti merajut karir modeling

Pollini

Pollini via https://pin.it

Val nyaris tidak akan dikenal dunia sebagaimana tulisan ini tidak mungkin ada bila ia menyerah pada insiden penolakan fashion show tahun 2014 di Brazil.

Meskipun sudah masuk ke dalam daftar model yang akan memeragakan busana suatu jenama, nama Val tiba-tiba hilang alias dibatalkan kontraknya begitu panitia gelaran mengetahui status transgender-nya.

Kecewa berat, Val mengaku putus asa sampai tak ingin melanjutkan tapak karirnya di dunia modeling.

Tapi, semangatnya bersemi kembali oleh cita-citanya membuktikan bahwa transgender sama sekali bukan alasan seseorang dapat dilarang mendapat kesempatan berkarir yang sama sebagai manusia berhak asasi.

6. Laris dikontrak aneka brand fashion raksasa & konsisten memerjuangkan hak kaum LGBT

Val on ELLE Magazine

Val on ELLE Magazine via http://models.com

Sebut saja majalah Vogue, ELLE, Cosmopolitan, ODDA, L'Officiel, sampai Doker Nation. Juga puluhan runway yang telah dilalui Val setiap pekan mode Paris, Milan, dan New York digelar setiap musimnya.

Beberapa jenama multinasional juga mendaulatnya sebagai brand ambassador seperti L'Oreal dan Balmain. Laris manis!

Kesempatan ini dimanfaatkan Val sebaik-baiknya untuk melawan diskriminasi transgender tidak hanya di ranah mode, tapi di semua lapisan industri.

Ia berharap dengan kepopulerannya ini, pesan-pesan motivatifnya akan sampai pada kalangan LGBT yang masih takut mengekspresikan diri karena ancaman eksklusi sosial.

7. Tetap glowing walapun tanpa makeup tebal, ini resepnya!

Selfie

Selfie via https://pin.it

“Rajin minum air putih sesuai takaran yang tepat setiap hari, menjaga kelembaban kulit, rutin yoga dan maskeran!” papar Val singkat dalam suatu wawancara.

8. Ingin berkeluarga

Valentina for Pollini

Valentina for Pollini via http://instagram.com

Dalam wawancaranya oleh Vogue Paris, Valentina mendapat pertanyaan tentang apa yang ada di tiga posisi teratas bucket list-nya. Dengan yakin dan percaya diri, menjawab, “Menikah, punya keluarga kecil, dan karir cemerlang!”

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE