Bertemu dan berjumpa dengan kawan lama adalah hal yang sangat menyenangkan. Setelah sekian lama tidak bersua akhirnya bisa melebur haru dan rindu untuk kembali bersama, meniadakan jarak dan berbagi kabar atau cerita. Namun, saat bertemu keluarga, tetangga, atau kawan lama, sesekali sempat timbul perasaan "Mengapa (Saat Ini) Aku Belum Seperti Mereka?"

1. Bertemu Untuk…

Middlebury Alumni Celebrate Reunion 2017

Middlebury Alumni Celebrate Reunion 2017 via http://www.middlebury.edu

"Seperti apa saat bertemu mereka nanti ya?". Saat jarak, waktu, impian dan kewajiban memisahkan kebersamaan kita, akan kah kita masih sama saat berjumpa?. Akan kah mereka sesekali memikirkan tentang ku?. Akan kah…?. Hari ini, kita diizinkan Tuhan bertemu untuk… Melepas Rindu.

2. Gerak Tubuhnya, Cara Bercandanya, Cara Bicaranya dan Senyumnya Masih Sama

Semangat Baru di Krakatau Reunion

Semangat Baru di Krakatau Reunion via http://www.suarasurabaya.net

Advertisement

Saat ini mereka berada tepat di hadapan ku, mereka mengelilingi ku, menyambut ku, menjabat tangan ku, mencoba melakukan tarian kode persahabatan yang dahulu pernah kita populerkan. Kita bersama, kita nikmati kesempatan ini, mari kita panggil ingatan-ingatan lama yang selalu menjadi bahan "bully" an yang kini sudah tak ada artinya sakit hati.

Memang semua masih sama, tidak ada berubah selain bentuk tubuh yang sekarang lebih mengembang, garis halus keriput seperti aliran sungai di kulit ini, dan perubahan nasib dari takdir Tuhan yang tiada kita sangka sebelumnya.

3. Dahulu Kita Berada di Lingkungan yang Sama, Namun…

Harry Potter cast then and now

Harry Potter cast then and now via https://9gag.com

Kita pernah berada di suatu masa bersama, di lingkungan yang sama, di situasi yang sama dan berada di suatu rasa yang sama. Namun, sekarang keadaan mulai berubah, semenjak beberapa tahun yang lalu kita mengambil dan memilih mimpi kita masing-masing, menjadi seorang tenaga teknis, tenaga medis, tenaga pendidik, tenaga pengolah sumber daya alam, tenaga pengolah sumber daya manusia, penyedia jasa dan sebagainya.

Advertisement

Kita sudah berada di jalur yang kita tentukan sendiri. Walau sekarang kita berada dalam situasi yang berlainan, namun bukan berati kita tak seirama. Kita selalu mengingat masa lalu sebagai tolak ukur hari ini dengan standar yang kita tetapkan masing-masing.

4. Pendapat Orang yang Dahulu Mengenal Kita, "Si Dia Sepertinya Lebih Sukses Dari Kamu Ya, Hidupnya Sudah Sempurna"

3 Manfaat Jadi Bahan Gosip Teman-Teman

3 Manfaat Jadi Bahan Gosip Teman-Teman via https://www.zetizen.com

Sering kali, saat kita bertemu kawan lama yang menanyakan kabar sahabat-sahabat mu, kemudian mereka berstatement "Sepertinya Hidupnya Si Dia Sudah Sempurna Ya? Gak Kaya' Kita-Kita Ini". Sesekali memang sering kali memang terlihat seperti itu, namun pada kenyataannya belum tentu seperti itu. Kehidupan kita yang justru biasa-biasa saja penuh dengan kedamaian.

Bahkan justru "Si Dia" kerap kali mendatangi kita untuk "Berkeluh Kesah" kepada kita. Atau malah "Si Dia" berkata kepada kita "Aku Berharap Berada Di Posisimu, Hidupmu Penuh Kedamaian, Kenyamanan, Tentram dan Mungkin Lebih Dekat Dengan Tuhan, Serta Hidupmu Lebih Berguna Dari Hidupku".

5. "URIP IKU WANG SINAWANG"

URIP IKU WANG SINAWANG

URIP IKU WANG SINAWANG via https://www.facebook.com

Terjemah bebas atas deskripsi "URIP IKU WANG SINAWANG" adalah bagaimana kita melihat hidup orang lain lebih bahagia dari hidup kita, atau prespektif dalam melihat dari luar kehidupan orang lain yang terlihat lebih sempurna dari hidup kita. Walau pada kenyataannya tidak selamanya seperti itu. Bahkan mungkin orang lain yang kita lihat lebih sempurna dari kita, memandang hidup kita lebih sempurna dari hidupnya.

Tiada indikator yang pasti dari kesempurnaan kehidupan. Kebanyakan dari kita hanya menetapkan indikator materil saja, sebanyak apa tas bermerk yang dipunyai, semewah apa rumah yang ditempati, sesukses apa karir yang dicapai dan sebagainya. Namun, sesekali kita lupa bahwa tidak hanya kemewahan dunia saja yang patut dijadikan tolak ukur kesuksesan seseorang. Kita bisa pertanyakan diri kita dan orang lain tentang :

1. Seluas apa pengetahuan kita?

2. Berapa banyak teman kita?

3. Seberapa sering kita bersedekah?

4. Sejauh mana perjalanan yang pernah kita lalui?

5. Sebanyak apa kebermanfaatkan kehadiran kita di setiap lingkungan yang kita singgahi?

6. Sedekat apa hubungan kita dengan Keluarga?

7. Sedekat apa hubungan kita dengan Tuhan?

8. Tanyakan hal-hal lain yang sudah kamu lakukan/capai kepada dirimu saat kamu mulai membandingkan hidupmu dengan orang lain, apakah orang tersebut sudah melakukan/capai seperti dirimu. Lakukan sebaliknya, pertanyakan kepada dirimu apa yang telah orang lain lakukan namun belum kamu lakukan/capai!

9. Tuhan adalah seperti apa yang kamu pikirkan

10. Keep positive

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya